Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Relationship Interests, Motivation and Attention Parents of Biology Student Learning Outcomes Race: Passage of Interest in SMA Negeri Percut Sei Tuan Laina Zuhra; Melva Silitonga; Mufti Subdibyo
Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education (BirLE) Journal Vol 3, No 4 (2020): Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education, Novemb
Publisher : BIRCU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birle.v3i4.1513

Abstract

This study aims to determine: (1) Biology learning outcomes of students; (2) Student interest in learning; (3) student motivation; (4) Parents' attention; (5) The relationship between interest, motivation and parental attention to student biology learning outcomes in the cross-interest group of class X students. This research was conducted at SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan in 2019. The research method is a descriptive correlational research method with a research sample of 100 students. determined by cluster random sampling (random sample class). The research instrument consisted of a cognitive learning outcome test, a student interest questionnaire, a student learning motivation questionnaire, and a student parent attention questionnaire that had been tested for validity, reliability, discrepancy and level of difficulty. Data were analyzed using correlation analysis techniques using SPSS 21.0 for windows. The results showed: (1) Cognitive learning outcomes of 74.08 which fall into the moderate category; (2) The level of student interest was 64.67 which was in the medium category; (3) The level of student motivation is 68.46 which belongs to the medium category; (4) The level of attention of the students' parents is 66.74 which is in the moderate category; (5) The significant relationship between student interest in learning, student motivation, and parents' attention to student cognitive learning outcomes with Sig 0.00 <0.05.
Pengaruh Jenis Tanah pada Percepatan Perkecambahan Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Putri Amanda; Diana Putri Kamila Tambunan; Fauziyah Harahap; Melva Silitonga; Syahmi Edi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): Article in Progress
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.4831

Abstract

Pertumbuhan awal tanaman, khususnya fase perkecambahan, sangat dipengaruhi oleh media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis tanah (humus, liat, dan pasir) terhadap percepatan perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif awal kacang hijau (Vigna radiata L.). Desain yang digunakan adalah eksperimental sederhana dengan satu faktor perlakuan, dan pengamatan dilakukan selama tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah humus memberikan waktu muncul radikula tercepat (24 jam) dan plumula tercepat (48 jam). Keunggulan ini karena humus memiliki aerasi, bahan organik, dan kapasitas menahan air yang seimbang. Sebaliknya, tanah pasir menunjukkan waktu muncul paling lambat (radikula 48 jam; plumula 72 jam) karena retensi air dan hara yang rendah. Selain itu, tanah humus juga menghasilkan pertumbuhan awal terbaik, dengan tinggi rata-rata 11 cm dan 3 helai daun sejati pada hari ke-7, jauh melampaui tanah liat (7,5 cm) dan pasir (4,2 cm). Kesimpulan menunjukkan bahwa jenis tanah memengaruhi secara signifikan laju perkecambahan dan pertumbuhan awal; tanah humus adalah media tanam yang paling optimal untuk budidaya kacang hijau.
Pengaruh Jenis Air (Air Sumur, Air Mineral, Air EcoEnzim) terhadap Pertumbuhan Daun Tanaman Kacang Hijau Muhammad Azhari; Koko Pribadi; Fauziyah Harahap; Melva Silitonga; Syahmi Edi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): Article in Progress
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.4869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis air terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya ketersediaan air sebagai jenis aktifator enzim dan hormon yang berperan dalam proses perkecambahan dan pertumbuhan tanaman. Metode eksperimen digunakan dengan membandingkan tiga jenis air, yaitu air eco-enzyme, air mineral (air galon), dan air sumur. Sebanyak dua belas polybag kacang hijau, masing-masing berisi enam benih, diberikan perlakuan dengan jenis air yang berbeda dan diletakkan pada tempat yang mendapat sinar matahari secara merata selama tujuh hari pengamatan. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, ukuran daun, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air eco-enzyme memberikan hasil pertumbuhan terbaik, diikuti air mineral, dan terakhir air sumur. Tinggi tanaman dan ukuran daun terbesar diperoleh pada perlakuan air eco-enzyme. Kesimpulannya, jenis air yang digunakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau, dan eco-enzyme dapat direkomendasikan sebagai alternatif jenis irigasi ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas tanaman ini.
Perbandingan Morfologi Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau (Vigna radiata) pada Kondisi Terang dan Gelap Siti Nuraisah Asma Ujung; Indah Rizka Apriliani; Fauziyah Harahap; Melva Silitonga; Syahmi Edi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): Article in Progress
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.4883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan morfologi pertumbuhan awal kecambah kacang hijau (Vigna radiata L.) saat diletakkan di tempat terang dan di tempat gelap total. Peneliti fokus mengamati empat ciri utama: panjang batang, jumlah daun sejati, vigoritas, dan perubahan warna daun. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menempatkan benih kacang hijau dalam dua kondisi berbeda selama 6 hari: tiga polybag di tempat terang (terkena matahari) dan tiga polybag di tempat gelap total (dimasukkan dalam kardus). Data pertumbuhan, seperti tinggi batang dan jumlah daun, dicatat setiap hari melalui pengamatan langsung dan pengukuran fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya adalah faktor yang sangat penting dalam mengatur pertumbuhan kacang hijau. Awalnya, kecambah di tempat gelap mengalami pemanjangan batang yang sangat cepat (etiolasi) sebagai usaha untuk mencari cahaya, tetapi pertumbuhan ini terhambat dan terhenti karena kehabisan cadangan makanan biji dan tidak bisa berfotosintesis. Sebaliknya, kecambah di tempat terang tumbuh lebih lambat di awal, tetapi kemudian menghasilkan batang yang lebih kokoh dan lebih panjang pada akhir pengamatan karena memiliki energi berkelanjutan dari fotosintesis. Selain itu, ada perbedaan warna daun yang mencolok: daun di tempat terang berwarna hijau tua karena produksi klorofil yang optimal, sedangkan daun di tempat gelap tampak kuning pucat dan layu karena gagal membentuk klorofil, meskipun jumlah daun yang muncul sama.
Hubungan Kadar Mioglobin Otot dengan Kemampuan Menyelam pada Beberapa Jenis Ikan Air Tawar Selvia Selvia; Fauziyah Harahap; Melva Silitonga; Syahmi Edi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): Article in Progress
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.5055

Abstract

Kajian literatur ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kadar mioglobin pada beberapa spesies ikan air tawar, (2) menjelaskan hubungan antara kadar mioglobin otot dengan kemampuan menyelam atau bertahan pada kondisi hipoksia, serta (3) mengidentifikasi spesies yang memiliki kadar mioglobin tinggi dan ketahanan menyelam paling lama. Hasil analisis literatur menunjukkan adanya perbedaan karakter struktural mioglobin antarspesies, yang memengaruhi kapasitas penyimpanan oksigen. Ikan gabus dan lele memiliki kadar mioglobin tinggi serta struktur mioglobin dengan afinitas oksigen kuat, memungkinkan keduanya menyimpan oksigen lebih banyak di jaringan otot dan bertahan lama saat hipoksia. Sebaliknya, ikan nila, gurame, dan ikan mas memiliki kadar mioglobin rendah–sedang sehingga daya tahan menyelam lebih rendah. Temuan ini memperkuat konsep bahwa mioglobin berperan penting dalam adaptasi fisiologis ikan air tawar terhadap kondisi oksigen rendah, dipengaruhi habitat, kebutuhan metabolik, dan struktur respirasi.
Pengaruh Pemberian Monosodium Glutamate (MSG) terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau Berdasarkan Panjang Batang dan Warna Daun Selvia Selvia; Hasni Periadi Hasibuan; Fauziyah Harahap; Melva Silitonga; Syahmi Edi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): Article in Progress
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.5158

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan tanaman legum penting sebagai sumber karbohidrat dan protein. Peningkatan pertumbuhan tanaman dapat dilakukan melalui intensifikasi budidaya, salah satunya dengan penggunaan Monosodium Glutamat (MSG) sebagai biostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyiraman air dan larutan MSG terhadap pertumbuhan awal kacang hijau. Metode yang digunakan adalah percobaan dengan dua perlakuan, yaitu penyiraman air dan MSG, menggunakan media tanah dalam polybag. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang daun selama tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyiraman air menghasilkan pertumbuhan yang lebih stabil, sedangkan pemberian MSG mampu mempercepat pertumbuhan awal tetapi bersifat fluktuatif pada hari berikutnya. Oleh karena itu, penggunaan MSG perlu dikontrol agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman. Rendahnya produktivitas ini disebabkan oleh penggunaan benih non-unggul, pemupukan yang kurang tepat, serta kondisi tanah yang kurang subur. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi kacang hijau melalui penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Namun, kajian mengenai pengaruh MSG terhadap pertumbuhan awal kacang hijau dalam skala polybag dan pengamatan harian masih terbatas.