Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of The Implementation of Government Management Principles in Kelurahan Bulu Tempe Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone Muh. Harisa P
Accounting, Accountability, and Organization System (AAOS) Journal Vol. 3 No. 1 (2021): September
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Ilmu-ilmu Sosial Universitas Fajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun yang menjadi populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah 10 orang pegawai di Kantor Kelurahan Bulu Tempe Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone. Adapun tekhnik yang digunakan baik Lurah serta serta pegawainya adalah dengan menggunakan teknik sensus, yaitu semua objek populasi diambil untuk dijadikan sampel. Berdasarkan rekapitulasi evaluasi jawaban responden, Analisis pelaksanaan Prinsip-Prinsip Manajemen Pemerintahan di Kelurahan Bulu Tempe Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone dikategorikan baik, namun dengan prestasi yang diperoleh Kelurahan Bulu Tempe, sekiranya dapat memperbaiki keadaan atau kesejahteraan pegawai agar kinerja pegawai akan lebih baik dari yang sekarang. Untuk meningkatkan kemampuan dan memotivasi pegawai pengurusan jasa administrasi, maka disarankan untuk pegawai yang berprestasi serta dapat dipromosikan kejabatan yang lebih baik. Serta perlu adanya perhatian khusus bagi Lurah Bulu Tempe dalam meningkatkan pendapatan dan honor pegawainya tanpa merubah harga pelayanan yang telah ditentukan agar kinerja pegawai lebih meningkat. Guna untuk memudahkan pengisian pengurusan administrasi kependudukan dan meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat seyogyanya perlu dilakukan atau dilaksanakan perbaikan blangko atau formulir administrasi kependudukan yang dicetak dengan bentuk dan warna yang lebih menarik dan isian yang lebih praktis untuk menghindari terhadap kesan yang tidak rumit bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan tersebut.
Analisis Penerapan Strategi 3R (Rescheduling, Reconditioning, dan Restructuring) Guna Mengatasi Pembiayaan Bermasalah pada PT Bank Sulselbar Cabang Utama Bone Akbar Syam; Muh. Harisa P; Muhammad Afandy Asyam
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6423

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui Penerapan Strategi 3R (Rescheduling, Reconditioning, dan Restructuring) Guna Mengatasi kredit Bermasalah PT Bank Sulselbar Cabang Utama Bone. Bagaimana strategi 3R sudah diterapkan dengan tepat guna mengatasi pembiayaan bermasalah pada PT Bank Sulselbar Cabang Utama Bone, dan apa saja faktor yang menyebabkan terhambatnya penerapan strategi 3R (Rescheduling, Reconditioning dan Restructuring) guna mengatasi pembiayaan bermasalah pada PT Bank Sulselbar Cabang Utama Bone.Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif sedangkan sumber data adalah data primer dan data skunder. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan serangkaian pertanyaan kepada salah staff di PT Bank Sulselbar Cabang Utama Bone. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menarik kesimpulan bahwa penyebab terjadinya pembiayaan bermasalah pada PT Bank Sulselbar Cabang Utama Bone disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Penanganan nasabah dilakukan dengan cara rescheduling, reconditioning dan restructuring. Rescheduling dengan memperpanjang waktu pembiayaan. Reconditioning dengan memberikan surat penagihan dan pengambilan jaminan. Restructuring dengan menambah modal dan jaminan. Faktor penghambat dari penerapan strategi ini adalah nasabah yang tidak kooperatif dalam menjalankan kewajbannya.. Penyebab nasabah pada PT Bank Sulselbar Cabang Utama Bone mengalami kendala pada saat melakukan kewajiban pembayarannya terdiri dari, iktikad tidak baik dari nasabah, kondisi usaha nasabah yang memburuk, penggunaan dana yang tidak sesuai akad, dan permasalahan personal nasabah.