Erika Rahmadhani
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN SCAFFOLDING SEBAGAI SOLUSI MEMINIMALISIR KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SPLDV Silviana Maya Purwasih; Erika Rahmadhani
FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol 7, No 2 (2021): FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/fbc.7.2.91-98

Abstract

Kesalahan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah matematis menunjukkan adanya kesulitan yang mereka alami dalam memahami suatu konsep. Sehingga dibutuhkan suatu upaya untuk menyelesaikan permasalah tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan scaffolding yang diberikan kepada subjek berdasarkan bentuk kesalahan yang dilakukan. Kesalahan tersebut sebelumnya telah dianalisis berdasarkan tahapan kastolan. Adapun bentuk scaffolding yang diterapkan berupa tiga tingkatan yaitu, 1) lingkungan belajar yang mendukung, 2) interaksi langsung antara guru dan siswa; meliputi tahap explaining, reviewing, serta restructuring, dan 3) penekanan berfikir konseptual. Pada tahap lingkungan belajar yang mendukung, proses penerapan scaffolding diberikan melalui Google Meet setelah pemberian tes tahap 1 dan 2 melalui google classroom dan WhatsApp Group. Perubahan lingkungan belajar ini juga bertujuan untuk memaksimalkan tahap interaksi langsung antara guru dan siswa. Pada tahap kedua, scaffolding diberikan berupa penjelasan ulang tentang metode penyelesaian SPLDV, peninjauan hasil pekerjaan siswa, dan merestrukturasi materi bahasan yang dirasa sulit. Pada tahap ketiga peneliti memberikan penekanan tentang perbedaan metode eliminasi dan substitusi yang kerap menyebabkan siswa mengalami kesulitan. Melalui analisis yang telah dilakukan tersebut, didapat data sebagai berikut: dari 3 subjek terpilih diketahui 2 subjek penelitian mengalami perubahan positif setelah pemberian scaffolding, sedangkan 1 subjek yang lainnya tidak menunjukkan adanya perubahan positif.