Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mekanisme Kerja Obat Anestesi Lokal Samodro, Ratno; Sutiyono, Doso; Satoto, Hari Hendriarto
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 3, No 1 (2011): JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia)
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jai.v3i1.6454

Abstract

Anestesi regional semakin berkembang dan meluas pemakaiannya, mengingat berbagai keuntungan yang ditawarkan, diantaranya relatif lebih murah, pengaruh sistemik yang minimal, menghasilkan analgesi yang adekuat dan kemampuan mencegah respon stress secara lebih sempurna. Secara kimiawi obat anestesi lokal dibagi dalam dua golongan besar, yaitu golongan ester dan golongan amide. Perbedaan kimia ini direfleksikan dalam perbedaan tempat metabolisme, dimana golongan ester terutama dimetabolisme oleh enzim pseudo-kolinesterase di plasma sedangkan golongan amide terutama melalui degradasi enzimatis di hati. Perbedaan ini juga berkaitan dengan besarnya kemungkinan terjadinya alergi, dimana golongan ester turunan dari p-amino-benzoic acid memiliki frekwensi kecenderungan alergi lebih besar. Obat anestesi lokal yang lazim dipakai di negara kita untuk golongan ester adalah prokain, sedangkan golongan amide adalah lidokain dan bupivakain. Mekanisme kerja obat anestesi local mencegah transmisi impuls saraf (blokade konduksi) dengan menghambat pengiriman ion natrium melalui gerbang ion natrium selektif pada membrane saraf. Kegagalan permeabilitas gerbang ion natrium untuk meningkatkan perlambatan kecepatan depolarisasi seperti ambang batas potensial tidak tercapai sehingga potensial aksi tidak disebarkan. Obat anestesi lokal tidak mengubah potensial istirahat transmembran atau ambang batas potensial. Farmakokinetik obat meliputi absorpsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi. Komplikasi obat anestesi lokal yaitu efek samping lokal pada tempat suntikan dapat timbul hematom dan abses sedangkan efek samping sistemik antara lain neurologis pada Susunan Saraf Pusat, respirasi, kardiovaskuler, imunologi ,muskuloskeletal dan hematologi Beberapa interaksi obat anestesi lokal antara lain pemberian bersamaan dapat meningkatkan potensi masing-masing obat. penurunan metabolisme dari anestesi lokal serta meningkatkan potensi intoksikasi. 
Pendekatan dan Pengelolaan Delirium pada Pasien ICU: Deteksi, Intervensi Nonfarmakologi, dan Pencegahan Multikomponen Ratno Samodro; Bowo Adiyanto; Erlangga Prasamya
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i1.5700

Abstract

Delirium is an acute neuropsychiatric syndrome characterized by fluctuating disturbances in attention, consciousness, and cognition, frequently observed in critically ill patients in the intensive care unit (ICU). This review aims to summarize current evidence on early detection methods, nonpharmacological interventions, and multicomponent prevention strategies for ICU delirium. The methodology involved a narrative literature review of studies published between 2012 and 2024, focusing on validated screening tools such as the Confusion Assessment Method for the ICU (CAM-ICU) and the Intensive Care Delirium Screening Checklist (ICDSC), their diagnostic performance, and implementation protocols. Findings indicate that daily screening with CAM-ICU (sensitivity ~80%, specificity ~96%) and ICDSC (sensitivity ~74%, specificity ~82%) facilitates timely identification. Nonpharmacological measures, including the ABCDEF bundle—encompassing pain management, spontaneous awakening and breathing trials, choice of sedation, delirium monitoring, early mobilization, and family engagement—have demonstrated efficacy in reducing delirium incidence and duration. Multicomponent prevention protocols such as the Hospital Elder Life Program (HELP) further decrease delirium risk through cognitive orientation, sleep promotion, and sensory support. Implications for practice include adopting standardized screening, embedding bundles into ICU workflows, and prioritizing environmental design modifications. Future research should explore optimized pharmacological adjuncts and cost-effectiveness analyses of bundle implementation.