Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Deiksis

INTERAKSI ANTARA PENJUAL DAN PEMBELI DI KOMPLEK POLRI CIRACAS JAKARTA TIMUR Memmy Dwi Jayanti
Deiksis Vol 5, No 03 (2013): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.769 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v5i03.471

Abstract

Pilihan bahasa digunakan dalam berbagai ranah di antaranya ranah keluarga, pendidikan, agama, dan jual beli. Pilihan bahasa dalam ranah jual beli maksudnya adalah pilihan bahasa yang digunakan oleh penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual-beli. Contoh ranah jual-beli adalah transaksi jual-beli yang terjadi di komplek POLRI Ciracas. Dalam transaksi jual beli tersebut akan terjadi pemilihan sekaligus penggunaan bahasa. Hal ini tidak menutup kemungkinan penjual yang menggunakan bahasa Indonesia akan menggunakan bahasa Jawa jika pembelinya beretnik Jawa atau terjadi sebaliknya, pembeli yang beretnik Jawa akan menggunakan bahasa Indonesia. Dalam interaksi jual beli tersebut akan memungkinkan terjadinya wacana kebahasaan.Kata Kunci : interaksi penjual dengan pembeli
Model Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Using sebagai Mata Pelajaran Muatan Lokal Berbasis Karakter Memmy Dwi Jayanti
Deiksis Vol 14, No 2 (2022): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.156 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v14i2.11291

Abstract

Mempersiapkan siswa agar memiliki sifat, kualitas, dan keterampilan dalam kehidupan yang akan datang dapat dilakukan dengan membangun karakter agar siswa dapat berprestasi baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang pengembangan model bahan ajar berbasis karakter bagi siswa sekolah dasar, hal ini diperkuat dengan adanya asumsi bahwa pendidikan karakter sebagai gerakan berbasis sekolah dianggap paling cepat berkembang serta dapat membantu mengembangkan nilai pendidikan karakter dalam mengartikulasikan siswa agar menjadi individu atau warga negara yang sukses dan dapat menciptakan masyarakat yang damai. Nilai pendidikan karakter diinternalisasikan ke mata pelajaran muatan lokal yaitu bahasa Using sebagai bahasa daerah di Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan pendekatan kualitatif untuk analisis kebutuhan siswa sebagai pedoman dalam pengembangan model bahan ajar yang akan digunakan. Model bahan ajar berupa aspek keterampilan berbahasa serta nilai pendidikan karakter yang melibatkan beberapa aspek, seperti: pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis kebutuhan siswa terdapat tema-tema bahasa Using yang telah ditentukan untuk setiap pertemuan. Pilihan rancangan model bahan ajar bahasa Using berbasis karakter mengadopsi model Brown, serta model Jolly dan Bolitho yang menitikberatkan pada kurikulum bahasa Using yang digunakan saat ini di sekolah dan keterampilan berbahasa untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran bahasa Using di SDN Model Banyuwangi.