Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa Uin Walisongo Terhadap Program Diet Plastik Sebagai Upaya Penyelamatn Ekosistem Laut Shoimatul Jahra; Mukrromah Norjannah; Ahmad Fauzan Hidayatullah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Vol 21 No 02 (2020): PLPB: Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, Volume 21 Nom
Publisher : Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/PLPB.212.04

Abstract

The results show that Indonesia is in the second position as the largest country in the world that contributes waste to the sea. This plastic waste is one of the biggest polluters in the sea which can be a serious threat to marine ecosystems. One of the right treatments is the plastic bag diet. This certainly raises various perceptions among the community as an effort to save the environment. This study aims to determine the perceptions of UIN Walisongo Semarang students on the plastic diet program as an effort to save marine ecosystems. This study used a qualitative descriptive research method, with a data collection instrument in the form of a questionnaire. Based on the research that has been done, the 193 samples obtained indicate that the perception of UIN Walisongo students towards the plastic diet as an effort to save marine ecosystems is very positive and supports this movement. This is evidenced by the knowledge of students about the use of plastics and its dangers, the impact of plastic on marine ecosystems and about the plastic diet program.
KONSEP PENCIPTAAN ALAM SEMESTA MENURUT PANDANGAN IBNU RUSYD DAN STEPHAN HAWKING DAN KAITANNYA TERHADAP KOSMOLOGI Nanda Pramesti Nariswari; Andika Khoirul Huda; Anisa Firdaus; Eka Nur Fitriyani; Ahmad Fauzan Hidayatullah
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.1612

Abstract

Tujuan dari pembuatan jurnal ini untuk mengetahui kajian secara filosofis mengenai konsep kosmologi menurut Ibnu Rusyd dan Stephan Hawking. Kosmologi merupakan suatu ilmu yang membahas mengenai penciptaan alam semesta secara luas yang dikaji dalam berbagai sudut pandang para ahli filsafat dan fisikawan. Problematika bagaimana alam semesta ini tercipta masih menjadi perdebatan dan ragam kajian yang tiada ujung, terutama bagi para filsuf hingga saintis yang banyak memberikan ragam pendapatnya. Salah satu diantaranya pemikiran Ibn Rusyd yang berasal dari kalangan filsuf, yang mengungkap tentang kosmologi bahwa penciptaan merupakan proses mengubah satu sama lain atau mengubah potensi menjadi ciptaan yang sesungguhnya, dan proses ini dilakukan terus menerus dalam periode yang tidak terbatas atau tak berhingga. Serta pemikiran para saintis salah satunya pemikiran Stephan Hawking yang termasuk penganut pemikiran naturalisme metafisik, yang berkeyakinan bahwa alam semesta terjadi karena kehendak alam itu sendiri, dan Hawking tidak mempercayai peran Tuhan atas terbentuknya alam semesta. Tidak ada pertentangan mana yang mesti diterima tentang bagaimana alam semesta itu tercipta,  keberhasasilan sains tidak terlepas adanya hukum alam ciptaan Allah yang membuat manusia berpikir bagaimana alam semesta ini tercipta dan bermula. Keniscayaan hukum alam yang disebutkan dalam al-Qur’an dapat diketahui dengan sains dengan mengamati dan meneliti secara terus menerus.
Agama dan Pro-Kontra Gerakan Dakwah Radikal di Indonesia Miftakun Niam; Muhammad Bimo Ginantoko; Sahrul Ramadhani; Wahyu Pratiwi; Tafsir Tafsir; Ismail Ismail; Ahmad Fauzan Hidayatullah
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 23 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v23i1.13025

Abstract

Radicalism does not only revolve around religious ideology, but has also been incarnated in social, political and cultural life. That is, any ideology or thought that has a negative impact (effect) causes a person to become militant and fanaticism can be included in radicalism. Religious radicalism has recently emerged, inviting someone to adapt to other people. This concerns the practice of life (mu'amalah) and worship (ubudiyah), especially regarding the different views on their religion. Different interpretations see that religious law is exacerbated by selfish reasons that lead to the breakdown of harmony in society. What is considered not in accordance with the same understanding, is considered to deviate from the true teachings of Islam. Later, many influential people asked the person to return to the true religious teachings. He views hat religious teachings must deviate from the practice of life. Unfortunately, this true teaching is only based on their own understanding. For him, the teachings he received were considered pure and represented the true and legitimate teachings of Islam. If things like this continue, then surely the internal division of religious communities will be wide open and it turns out that the mass organization movement that smells of radicalism in the name of religion does not only happen to Islam, but also to others. religion.
IMPLEMENTASI PRINSIP GOOD ENVIRONMENTAL GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI INDONESIA Hilmi Alwi Addahlawi; Umi Mustaghfiroh; Lailatul Khoirun Ni'mah; Asfiyatus Sundusiyah; Ahmad Fauzan Hidayatullah
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.314 KB) | DOI: 10.21009/jgg.082.04

Abstract

Sudah menjadi rahasia umum bahwa permasalahan lingkungan hidup yang sering menjadi perbincangan masyarakat saat ini adalah masalah sampah. Sampah merupakan permasalahan kompleks dan serius yang dihadapi oleh banyak negara, baik negara berkembang maupun negara maju. Agar permasalahan sampah ini dapat tertangani dengan baik, maka diperlukan kerjasama antar semua anggota masyarakat baik dari pihak pemerintah, instansi swasta, maupun masyarakat pada umumnya. Kebijakan pemerintah tentang pengelolaan sampah perlu ditegakkan agar permasalahan ini dapat tertangani dengan baik. Salah satunya yaitu dengan penerapan prinsip good environmental governance dalam pengelolaan sampah. Masing-masing daerah dapat menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka pengeloaan sampah agar kelestarian lingkungan hidup tetap terjaga.
Agama dan Pro-Kontra Gerakan Dakwah Radikal di Indonesia Miftakun Niam; Muhammad Bimo Ginantoko; Sahrul Ramadhani; Wahyu Pratiwi; Tafsir Tafsir; Ismail Ismail; Ahmad Fauzan Hidayatullah
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 23 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v23i1.13025

Abstract

Radicalism does not only revolve around religious ideology, but has also been incarnated in social, political and cultural life. That is, any ideology or thought that has a negative impact (effect) causes a person to become militant and fanaticism can be included in radicalism. Religious radicalism has recently emerged, inviting someone to adapt to other people. This concerns the practice of life (mu'amalah) and worship (ubudiyah), especially regarding the different views on their religion. Different interpretations see that religious law is exacerbated by selfish reasons that lead to the breakdown of harmony in society. What is considered not in accordance with the same understanding, is considered to deviate from the true teachings of Islam. Later, many influential people asked the person to return to the true religious teachings. He views hat religious teachings must deviate from the practice of life. Unfortunately, this true teaching is only based on their own understanding. For him, the teachings he received were considered pure and represented the true and legitimate teachings of Islam. If things like this continue, then surely the internal division of religious communities will be wide open and it turns out that the mass organization movement that smells of radicalism in the name of religion does not only happen to Islam, but also to others. religion.
ECOBRICKS MARIMAS: KOMITMEN PERUSAHAAN PADA DAUR ULANG LIMBAH PLASTIK PASCA PRODUKSI DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI LINGKUNGAN Irma Anggie Sefiana; Siti Rohana; Syabina Meiva Haryanti; Ahmad Fauzan Hidayatullah
Jurnal Sosiologi UPR Vol. 7 No. 1 (2024): TANTANGAN PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59700/js.v7i1.13611

Abstract

Sampah plastik menjadi bahan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Plastik juga sering digunakan sebagai salah satu bahan pembungkus belanjaan, selain itu plastik juga banyak ditemui sebagai struktur bangunan, dan sebagai komposisi pembuatan peralatan rumah tangga. Ecobricks yaitu botol plastik yang diisi padat dengan sampah anorganik seperti plastik yang bertujuan untuk mengajarkan masyarakat tentang penggunaan sampah plastik dalam pembuatan EcoBricks. Penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif, Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini melalui wawancara dari salah satu pegawai perusahaan PT Marimas dan beberapa peserta, dan Observasi penelitian dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan untuk mengamati tahapan proses ecobricks marimas, yang berlokasi di Jalan Candi I, Kawasan Industri Candi, Jalan Gatot Subroto No. D-21, Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Hasil penelitian adalah  ecobricks  dapat mengurangi sebagian sampah yang akan dibuang di TPA atau Tempat Pemrosesan Akhir.
Iriban Sendang Medini: Aktualisasi Gerakan Ekosufisme Warga Ngesrep Balong Dalam Merespon Krisis Air nadya destin anjelya; La Rossa El Salsabila; Ezra Mahatma Nugraha; Ahmad Fauzan Hidayatullah
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 4 No. 1 (2024): Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58572/hkm.v4i1.85

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana gerakan tasawuf falsafi di Ngesrep Balong mengadaptasi dan menerapkan upaya pelestarian mata air Sendang Medhini sebagai tanggapan terhadap eskalasi krisis air yang tengah terjadi. Dengan menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dan memanfaatkan metode Depth Analysis, serta melakukan wawancara langsung dengan para tokoh kunci di lokasi riset, penelitian ini berhasil menggali pemahaman yang mendalam tentang bagaimana gerakan tersebut berfungsi dan mengintegrasikan nilai-nilai tasawuf dan falsafi dalam konteks pelestarian alam. Hasil temuan mengungkap bahwa iriban, sebagai suatu tradisi yang turun-temurun, tak hanya menjadi langkah konkret dalam menjaga kelestarian alam, tetapi juga menjadi perwujudan dari pengabdian dan rasa hormat kepada Sang Pencipta serta nilai-nilai leluhur yang berharga. Melalui keterkaitan antara spiritualitas dan filsafat tasawuf, gerakan ini memberikan pandangan yang penting dan berharga dalam menghadapi tantangan-tantangan lingkungan yang kompleks pada era modern ini. Implikasi dari penelitian ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan dimensi spiritual dalam upaya menjaga lingkungan, serta mempertegas relevansi nilai-nilai tradisional dalam menjawab tantangan-tantangan global saat ini.