Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal MIPA

Uji Toksisitas dan Uji Fitokimia Ekstrak Etanol Petroleum Eter Etil Asetat dan Air Tepung Gabah Pelepah Aren (Arenga pinnata) Sangi, Meiske; Pontoh, Julius
Jurnal MIPA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.1.2020.26956

Abstract

Tujuan penelitian adalah menguji toksisitas tepung pelepah aren yang diawali dengan maserasi dengan pelarut etanol kemudian difraksinasi dengan petroleum eter, etil asetat dan air. Masing-masing ekstrak dilakukan uji toksisitas dan uji fitokimia. Metode yang digunakan untuk pengujian toksisitas adalah Brine Shrimpt Lethality Test (BSLT) dengan menggunakan larva udang jenis Artemia salina Leach sebagai bioindikator dan uji fitokimia. Hasil uji toksisitas ekstrak etil asetat tepung pelepah aren adalah bersifat sangat toksik dengan nilai LC50 < 1000 ppm (7,76 ppm) yang diikuti oleh ekstrak petroleum eter 10,69 ppm kemudian ekstrak etanol 15,81 ppm dan terakhir ekstrak air 26,92 ppm. Hasil uji fitokimia tepung pelepah aren mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid pada ekstrak etanol, petroleum eter, etil asetat dan air, triterpenoid hanya pada ekstrak etanol, petroleum eter dan etil asetat sedangkan ekstrak air negatif. Selanjutnya tanin yang positif adalah ekstrak etanol, etil asetat dan air sedangkan petroleum eter negatif. Kesimpulan tepung pelepah aren toksik terhadap larva udang artemia salina Leach dan mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, triterpenoid dan taninThe purpose of this study was to examine the toxicity of Aren’s midrib flour that was preceded by maceration with ethanol solvent then concentrated and fractionated with petroleum ether, ethyl acetate and water. Each extract was tested for toxicity and phytochemical testing. The method used for toxicity testing is the Brine Shrimpt Lethality Test (BSLT) by using artemia salina Leach shrimp larvae as bioindicators and phytochemical tests. The results of the toxicity test of the ethyl acetate extract of aren’s midrib flour are very toxic with LC50 value <1000 ppm (7.76 ppm) followed by petroleum ether extract 10.69 ppm then ethanol extract 15.81 ppm and finally water extract 26.92 ppm. The results of phytochemical tests of aren’s midrib flour contain several secondary metabolites, namely alkaloids in ethanol extract, petroleum ether, ethyl acetate and water, triterpenoids only in ethanol extract, petroleum ether and ethyl acetate while negative water extracts. Furthermore, for tannins that are positive are ethanol, ethyl acetate and water extracts while petroleum ether is negative. Conclusion Aren’s midrib flour is toxic to the larvae of shrimp artemia salina Leach and contains secondary metabolites of alkaloids, triterpenoids and tannins 
Penentuan Kandungan Tanin dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.) Malangngi, Liberty; Sangi, Meiske; Paendong, Jessy
Jurnal MIPA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.1.1.2012.423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan tanin serta menguji aktivitas antioksidan ekstrak biji alpukat segar dan kering. Penentuan kandungan total tanin dilakukan dengan metode Folin Ciocalteau, sedangkan penentuan tanin terkondensasi dilakukan dengan metode Vanilin-HCl dan aktivitas antioksidan diukur dengan metode DPPH. Hasil yang diperoleh menunjukkan kandungan total tanin biji alpukat biasa kering, biji alpukat mentega kering, biji alpukat biasa segar, biji alpukat mentega segar berturut-turut yaitu 117 mg/kg, 112 mg/kg , 41,3335 mg/kg dan 41 mg/kg. Kandungan tanin terkondensasi biji alpukat biasa kering, biji alpukat mentega kering, biji alpukat biasa segar, biji alpukat mentega segar berturut-turut yaitu 20,855 mg/kg, 16,966 mg/kg, 5,411 mg/kg dan 4,411 mg/kg. Aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak biji alpukat biasa kering (93,045%), diikuti dengan biji alpukat mentega kering (92,970%), biji alpukat biasa segar (85,870%) dan biji alpukat mentega segar (67,645%). Biji alpukat memiliki persen aktivitas antioksidan yang tinggi sehingga dapat dipertimbangkan sebagai salah satu sumber antioksidan alami.
Skrining Fitokimia Dan Uji Toksisitas Ekstrak Biji Aren (Arenga pinnata MERR.) Arief, Dhea Amelia; Sangi, Meiske; Kamu, Vanda S.
Jurnal MIPA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.2.2017.16928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining fitokimia dari Biji Aren (Arenga pinnata Merr.) dan menentukan toksisitas dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak etanol dari biji aren mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, triterpenoid, saponin dan tanin sebagai hasil uji fitokimia. Uji toksisitas terhadap indikator larva udang Artemia salina Leach. Menunjukkan nilai LC50 bersifat toksik. Nilai LC50 yang diperoleh sebesar 50, 64 ppm yang ditentukan dengan analisis regresi menggunakan MS Office Excel 2007The research aimed to recognize the phytochemical screening and to determine the toxicity on sugar palm (Arenga pinnata Merr.) seed using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) . Ethanol extract of palm sugar seed contained some compounds secondary metabolites such as flavonoid, triterpenoid, saponin, and tannin as a result of phytochemical test. The toxicity test against animal indicator shrimp Artemia salina Leach showed LC50 values were obtained at 50,64 ppm determined by regression analysis using MS Office Excel 2007.