Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KARAKTERISTIK SENSOR PADA ENGINE BENSIN MELALUI MODEL KERJA KELOMPOK DENGAN TEKNIK JIGSAW PADA PESERTA DIDIK KELAS XI OTOTRONIK DI SMK NEGERI 6 MALANG IRFAN HAMDANI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v1i3.402

Abstract

Mata Pelajaran Perawatan Perbaikan Engine Mananagement System dan Motor Listrik yang diberikan pada peserta didik sekolah menengah kejuruan (SMK) terdiri dari pengajaran teori dan praktek, yqng mempunyai tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan yang konvensional. Hal ini terbukti dengan tingkat ketercapaian kompetensi minimal pada mata pelajaran ini, khususnya pada kompetensi dasar memahami karakteristik sensor pada engine bensin dan mengukur besaran listrik sensor pada engine bensin, menunjukkan hasil belajar yng rendah (30% dari jumlah peserta didik yang mencapai KKM). Salah satu aspek yang berpengaruh terhadap rendahnya hasil ketercapaian belajar peserta didik adalah kekurangaktifan dalam proses belajar mengajar. Dan dengan pendekatan pembelajaran yang berorientasi konstruktivistik akan memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan memberi peluang kepada peserta didik untuk mengaktualisasikan diri. Sehingga peserta didik akan lebih aktif dalam belajar dan memaksimalkan hasil belajar. Adapun model pembelajaran yang sesuai untuk tujuan tersebut adalah model kerja kelompok dengan teknik Jigsaw. Kegiatan yang dilakukan pada model pembelajaran ini adalah sebagai berikut: 1. kegiatan membaca untuk menggali informasi, 2) diskusi kelompok ahli, 3) laporan kelompok, 4) kuis dilakukan mencakup semua topik permasalahan yang dibicarakan, 5) perhitungan sekor kelompok dan menetukan penghargaan kelompok. Hal ini terbukti dari adanya peningkatan hasil belajar dari sebelum dilakukan tindakan dan tiap siklusnya, yaitu (1)sebelum dilakukan tindakan persentase kelulusan 30 %, (2) pada siklus I persentase kelulusan 60 %, dan (3) pada siklus II persentase kelulusan 75 %. Selain itu, tingkat pemahaman peserta didik secara individu semakin baik dilihat dari semakin mengecilnya angka deviasi antara nilai bawah dan atas pada setiap periode penilaian, yaitu sebelum tindakan sebesar 43, siklus I sebesar 40, dan siklus II sebesar 25.
Project-Based Learning Is Associated with Consistent Gains in Workplace Tools and Equipment Competence among Automotive Vocational Students: A Pre-Post Study Indra Priamianda; Erwin Komara Mindarta; Irfan Hamdani; Supardi Supardi; Gugat Hadi Prakoso
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 6 No. 5 (2026): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v6i5.3008

Abstract

Project-Based Learning (PjBL) is widely used in vocational education to connect disciplinary knowledge with meaningful tasks, yet learning outcomes are often reported only as class averages. This study examined the magnitude, consistency, and distribution of change in workplace tools and equipment competence among 31 Grade X automotive vocational students following a project-based learning sequence. Paired pre-test and post-test scores were analyzed using descriptive statistics, individual gain analysis, the Shapiro-Wilk test, the Wilcoxon signed-rank test as the primary inferential procedure, a paired-samples t test as sensitivity analysis, standardized effect indices, and correlations. Mean scores increased from 48.39 (SD = 9.43) to 72.77 (SD = 10.19), yielding a mean gain of 24.39 points (95% CI 23.36-25.41). All 31 students improved, with individual gains ranging from 20 to 28 points. The Wilcoxon test confirmed a marked pre-post shift (W+ = 496, p < .001), and the paired t test produced the same conclusion, t(30) = 48.48, p < .001. Baseline score was not associated with gain magnitude (r = .135, p = .467). The findings indicate a large and unusually consistent increase in test-based competence, although the one-group design does not establish causality or superiority over alternative instruction.