Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Peletakan dan Kebutuhan Proteksi Katodik Pada Mooring Buoy di Pertamina Fuel Terminal Luwuk Windi Widianingrum; Juswan Sade; Habibi Palippui
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 2, Edisi Juli 2021
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/zl.v2i2.14081

Abstract

Corrosion is one of the most common causes of damage to mooring buoys due to oxidation on the surface of the steel plate. The purpose of this study was to determine the need and placement of cathodic protection as well as the costs involved in providing cathodic protection for mooring buoys using the rules of BKI (Indonesian Classification Bureau) and DNV (Det Norske Veritas Industry Norway). In the cathodic protection system, there are two methods of cathodic protection, namely Sacrificial Anode Cathodic Protection (SACP) and Impressed Current Cathodic Protection (ICCP). In this study, the Sacrificial Anode method was used because the installation is simpler so that it does not require special skills and the anode connector is cathodically protected. Mooring buoy 2.380 meters high, 3.200 meters in diameter with a cathodic protection design life of 5 years. The anode used in this study was a Longated flush-mounted Z9.0H1 (Welded Type) anode with dimensions of 355 x 85 x 45 mm. From the results of this study, the total anode mass needed to protect the mooring buoy is 48 kg with the distance between the anodes on the topside hull plate is 2.000 m and the hull bottom swim plate is 3.000 m and the estimated cost required in providing mooring buoy cathodic protection is Rp. 7,487,075.
STRATEGI MANAJEMEN RISIKO DALAM PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR MARITIM UNTUK KESELAMATAN DAN PRODUKTIVITAS: Keselamatan pelabuhan, manajemen risiko, pemeliharaan infrastruktur maritim, produktivitas operasional, strategi mitigasi. Andi Khair; Juswan Sade
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 8, Number 2, Tahun 2025
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi manajemen risiko dalam pemeliharaan infrastruktur maritim guna meningkatkan keselamatan dan produktivitas operasional pelabuhan. Evaluasi difokuskan pada peran komponen infrastruktur, mencakup fasilitas, teknologi, dan prosedur operasional, terhadap efektivitas pengelolaan risiko. Pemeliharaan serta perbaikan infrastruktur maritim memiliki peran penting dalam menjamin kelancaran aktivitas pelabuhan sekaligus menjaga standar keselamatan. Namun, proses ini kerap menghadapi tantangan, seperti keterlambatan pekerjaan, kerusakan peralatan, serta faktor lingkungan yang berpotensi menurunkan produktivitas. Penelitian ini menerapkan pendekatan manajemen risiko melalui identifikasi potensi bahaya, analisis tingkat kemungkinan dan dampak, serta perumusan strategi mitigasi berdasarkan standar keselamatan maritim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko yang terstruktur mampu mengurangi potensi kecelakaan kerja, menekan biaya tak terduga, serta meningkatkan keandalan infrastruktur dan efisiensi operasional pelabuhan. Strategi ini menunjukkan efektivitas dalam menyeimbangkan keselamatan dengan produktivitas melalui optimalisasi pengelolaan pemeliharaan infrastruktur. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa manajemen risiko bukan hanya instrumen penting dalam pemeliharaan infrastruktur maritim, melainkan juga pendekatan strategis untuk memastikan keberlanjutan produktivitas pelabuhan. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pemeliharaan yang adaptif, berorientasi pada keselamatan, serta responsif terhadap dinamika lingkungan operasional maritim.