Ratna Sari Dewi
Institut Kesehatan dan Teknologi Pondok Karya Pembangunan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Higienitas Genitalia Mahasiswi di Universitas Wilayah Depok Ratna Sari Dewi
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 6 No 21 (2019): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.204 KB) | DOI: 10.56014/jphi.v6i21.240

Abstract

Transmisi bakteri dari anus ke orifisium uretra dan vagina pada perempuan akibat tidak terjaganya status higienitas genitalia dengan baik dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada sistem urogenital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status higienitas genitalia pada mahasiswi di Universitas wilayah Depok. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 365 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Cluster Sampling. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa gambaran status higienitas genitalia adalah kurang baik (78,6%). Hasil penelitian ini merekomendasikan kepada mahasiswi untuk lebih memperhatikan higienitas genitalia saat kuliah dan kepada pendidikan untuk melakukan pemberian edukasi mengenai pentingnya higienitas genitalia
WEBINAR NATIONAL SPIRITUAL CARE PADA ERA PANDEMI COVID-19 BAGI PERAWAT DAN MAHASISWA KEPERAWATAN Murtiningsih; Sri Rahayu; Melati Fajarini; Andriati Reny Harwati; Siti Awa Abu Bakar; Turiman; Anik Sugiyanti; Nedra Wati Zaly; Muzamil; Teti Rahmawati; Ratna Sari Dewi; Dwi Agustina; Eddy Rosfiati; Nadirahillah; Suwarni Asman; Lia Rosita; Ade Kurniawan; Iis Safitri; Reza Rahmat
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.19310

Abstract

Patients suffering from Covid 19 will experience problems not only in the physical aspect but also psychologically, where the patient feels anxiety about the threat of death. Nursing care needs to be comprehensively bio-psycho-socio-spiritual, but not all nurses provide care from the spiritual aspect. Knowledge of patients and health workers about how to fulfill spiritual care needs still needs to be improved. Thus, there is a need for health information about the fulfillment of spiritual care in hospitals. Based on the problems experienced by Covid patients it is not only physical, so it is also necessary to provide spiritual nursing care to provide comprehensive nursing care. This activity aims to improve the knowledge and skills of nurses and nursing students in providing spiritual nursing care to patients. In this activity, lectures and discussions were held about virtual spiritual nursing care via Zoom and accompanied by demonstrations of examples of facilitating patient worship through videos created and uploaded on YouTube. This activity was carried out in collaboration between the STIKes Jayakarta institution, DPK PPNI STIKes Jayakarta, and DPD PPNI East Jakarta. This activity was attended by 354 participants with backgrounds from students, nurses, lecturers, and the general public from various provinces in Indonesia. The results of this community service activity were obtained after a lecture; participants had good knowledge about spiritual care during the COVID-19 pandemic, as much as 86.4%. ---  Pasien yang menderita Covid 19 akan mengalami masalah tidak hanya pada aspek fisik saja, tetapi juga mempengaruhi psikologis dimana pasien merasa cemas dengan ancaman kematian.  Asuhan keperawatan perlu diberikan secara komprehensif bio psiko sosio spiritual, akan tetapi belum semua perawat memberikan asuhan dari aspek spiritual. Pengetahuan pasien dan petugas kesehatan tentang cara pemenuhan kebutuhan spiritual care masih belum memadai. Sehingga, perlu adanya informasi kesehatan tentang pemenuhan spiritual care di rumah sakit. Berdasarkan permasalahan yang dialami pasien Covid tidak hanya fisik saja, sehingga perlu juga memberikan asuhan keperawatan spiritual agar asuhan keperawatan yang diberikan komprehensif. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat dan mahasiswa keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan spiritual kepada pasien. Pada kegiatan ini dilakukan ceramah dan diskusi tentang asuhan keperawatan spiritual secara virtual melalui zoom dan disertai juga dengan demonstrasi contoh memfasilitasi ibadah pasien melalui video yang telah dibuat dan diunggah pada YouTube. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama antara institusi STIKes Jayakarta, DPK PPNI STIKes Jayakarta, dan DPD PPNI Jakarta Timur. Kegiatan ini diikuti oleh 354 orang peserta yang berlatar belakang mahasiswa, perawat, dosen, dan juga masyarakat umum dari berbagai provinsi di Indonesia. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didapatkan setelah diberikan ceramah, peserta mempunyai pengetahuan yang baik tentang spiritual care selama pandemik COVID-19 sebanyak 86,4 %.
RELATIONSHIP BETWEEN GENITAL HYGIENE BEHAVIOR WITH SIGNS AND SYMPTOMS OF UTI IN YOUNG WOMEN Ratna Sari Dewi; Farah Donna
NURSE: Journal of Nursing and Health Science Vol 2, No 1 (2023): NURSE: Journal of Nursing and Health Sciences
Publisher : Prodi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/nurse.v2i1.30959

Abstract

Latar belakang: Perilaku genital hygiene yang tidak baik dapat mengakibatkan berbagai macam infeksi salahsatunya adalah infeksi saluran kemih (ISK). Tujuan dari peneitian ini adalah untuk menganalisa hubungan perilaku genital hygiene dengan tanda dan gejala ISK pada remaja putri. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah literature review. Pengumpulan data dilakukan dengan melalui google scholar menggunakan kata kunci (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) yaitu perilaku kebersihan genitalia (genital hygiene), infeksi saluran kemih (urinary tract infection), remaja putri (girl) dengan kriteria inklusi artikel penelitian dari tahun 2015-2020, artikel primer dan full text. Dari 803 artikel penelitian didapatkan enam artikel yang di review yang memenuhi semua kriteria inklusi dan tujuan. Hasil: Hasil telaah ditemukan bahwa perilaku remaja termasuk ke dalam kategori cukup baik, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku genital hygiene diantaranya pengetahuan, sikap, dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan, tanda dan gejala ISK yang paling umum adalah mengeluh rasa terbakar selama berkemih, rasa sakit ketika berkemih dan terdapat hubungan perilaku genital hygiene dengan gejala mirip ISK. Kesimpulan: Berdasarkan hasil review artikel ini, remaja putri diharapkan menerapkan perilaku genital hygiene dengan baik dengan cara membersihkan area genitalia menggunakan air mengalir dari arah depan ke belakarang, tidak menahan keinginan berkemih dan mengganti pakaian dalam setelah berolah raga. 
DETERMINAN HASIL SKRINING INFEKSI SALURAN KEMIH MENGGUNAKAN DIPSTIK URIN PADA MAHASISWI Ratna Sari Dewi; Fitriyani, Lia; Asla, Laila Amalia; Utami, Salwa Nisrina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49423

Abstract

ABSTRAK Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah masalah kesehatan umum pada wanita, sering kali dipicu oleh kebiasaan yang kurang baik. Tanpa penanganan yang tepat, ISK dapat menyebabkan komplikasi serius, sehingga upaya pencegahan sangatlah penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil skrining ISK menggunakan dipstik urin pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di kampus swasta di Jakarta. Populasi penelitian ini adalah mahasiswi dan sampel dipilih melalui teknik purposive sampling dengan jumlah 53 orang. Variabel independen yang diteliti adalah gaya hidup sedentari dan kebersihan genital (genital hygiene), sedangkan variabel dependennya adalah hasil skrining ISK. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan tes dipstik urin, kemudian dianalisis menggunakan uji Regresi Logistik pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswi memiliki hasil skrining nitrit negatif. Namun, hasil uji leukosit esterase menunjukkan trace dan positif. Analisis lebih lanjut tidak menunjukkan hubungan signifikan antara perilaku kebersihan genital maupun gaya hidup sedentari dengan hasil skrining ISK, baik untuk uji leukosit esterase maupun nitrit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun dipstik urin dapat digunakan sebagai alat skrining awal, hasilnya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, gold standard untuk diagnosis ISK tetaplah melalui uji kultur urin. ABSTRACT Urinary Tract Infection (UTI) is a common health problem in women, often triggered by poor habits. Without proper management, UTIs can lead to serious complications, making preventive efforts crucial. This study aimed to identify the factors influencing the results of UTI screening using a urine dipstick on female students. This descriptive analytical study used a cross-sectional approach and was conducted at a private university in Jakarta. The study population was female students, and a sample of 53 people was selected using a purposive sampling technique. The independent variables examined were sedentary lifestyle and genital hygiene, while the dependent variable was the result of the UTI screening. Data were collected using questionnaires and urine dipstick tests, then analyzed using a Logistic Regression test at a 5% significance level. The results showed that the majority of the students had negative nitrite screening results. However, the leukocyte esterase test showed trace and positive results. Further analysis found no significant relationship between genital hygiene behavior or sedentary lifestyle and the UTI screening results, for either the leukocyte esterase or nitrite tests. This study concludes that although a urine dipstick can be used as a preliminary screening tool, the results can be influenced by various factors. Therefore, the gold standard for UTI diagnosis remains a urine culture test.