Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Evaluasi Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif di Desa Sebangau Mulya Sekitar Kawasan Taman Nasional Sebangau Tito Surogo; Revi Sunaryati; Masliani
Journal of Environment and Management Vol. 1 No. 3 (2020): Journal of Environment and Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya dan (and) Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jem.v1i3.2566

Abstract

Taman Nasional Sebagau (TNS) or Sebangau National Park has been now striving to provide optimal benefits for the community surrounding its area through productive economic business development program, as it did in one buffer village, namely Sebangau Mulya. This program aims to improve community welfare, and as a form of community involvement in preserving the TNS area. However, the success of the program remains questionable. This study aims, first, to examine the development of productive economic business programs in Sebangau Mulya Village. Second, to analyze the effect of such program on the welfare of villagers. The research sample was 40 villagers who received direct assistance from the program. This figure account for 10% of the villagers. Descriptive analysis and multiple linear regression were used to study the relationship of 7 independent variables, namely facilitators (X1), institutions (X2), human resources capacity (X3), skills and knowledge of human resources (X4), type of productive economic assistance (X5), counseling and training (X6) and supervision (X7) with 1 dependent variable, i.e. community welfare. The results show that the program has been providing positive benefits, marked by the increase of cattle and goats number, compared to those provided by TNS management five years before. In addition, the program has been successfully tying villagers and TNS management in maintaining and managing the area according to the planned agenda. The factors that partially influence the beneficiaries welfare is skills and knowledge (X4), which is amounting to 26.80%. Since the community in carrying out productive economic businesses is in accordance with their skills and knowledge so that they are able to develop ideal businesses with the environmental conditions of Sebangau Mulya Village. Other six factors have no significant effect on villagers’ welfare.
Analisis Tingkat Kesuburan Tanah Lahan Bekas Penambangan Batubara PT. Senamas Energindo Mineral Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah Ermal Subhan; Salampak Salampak; Andrie Elia Embang; Masliani Masliani
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 4 No 2 (2019): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.551 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v4i2.1025

Abstract

Kesuburan tanah adalah potensi tanah untuk menyediakan unsur hara dalam jumlah yang cukup dalam bentuk yang tersedia dan seimbang untuk menjamin pertumbuhan tanaman yang maksimum. Dalam rangka meminimalisasi kerusakan tanah bekas panambangan batubara dan proses degradasi lahan yang terus berlanjut, maka upaya konservasi tanah pada lahan bekas penambangan batubara perlu didukung oleh data informasi, diantaranya status tingkat kesuburan tanahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah di lahan bekas penambangan batubara PT. Senamas Enegindo Mineral. Dari hasil penelitian ini didapatkan informasi tentang kondisi tanahnya yang diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam rangka upaya reklamasi dengan tujuan revegetasi di lahan bekas penambangan batubara. Metode yang digunakan untuk menentukan lokasi titik pengamatan ditentukan dengan cara purposive sampling. Sampel tanah terganggu diambil dari 5 titik pengamatan yang dilakukan dengan cara komposit kurang lebih sebanyak 1 kg, selanjutnya dianalisis di laboratorium. Parameter yang diamati tekstur (pasir, debu, liat), C-organik, N, P, K-dd, Ca-dd, Na-dd, Mg-dd, kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB) dan pH (H2O). Hasil penelitian menunjukkan tekstur tanah tergolong lempung berpasir dan pasir berlempung sedangkan tingkat kesuburan tanah pada lahan bekas penambangan batubara umumnya masih sangat rendah. Upaya perbaikan tingkat kesuburan tanah yaitu dengan pemberian pupuk organik dan anorganik, kompos dan jamur mikoriza.
Tingkat Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Sebelum dan Selama Pandemi Covid 19 Di Desa Gohong Kabupaten Pulang Pisau Novia Wulandari; Emmy Uthanya Antang; Betrixia Barbara; Evi Feronika; Masliani
Jurnal Kaharati Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.275 KB) | DOI: 10.52850/jptupr.v1i1.3156

Abstract

Pulang Pisau Regency has a total consumption of rice that 1.140 kcal/capita/day, less than the standard calorie intake of 2.200 kcal/capita/day. This study aimed to determine the level of household food security before and during the Covid-19 pandemic in Gohong Village, Pulang Pisau regency. This research was conducted in Gohong Village, Pulang Pisau Regency. Purposive selection of the location. Research conducted for 3 (three) months starting from October to December 2020. The number of samples was taken 20 households, the method used in determining the sample was the proportional simple random sampling technique. The data collected includes primary and secondary data. The analysis tools used is the share of food expenditure and energy adequacy. The results showed that the level of energy consumption from rice in the household was on average 888.46 calories/person/day, only reaching 44.42% of the energy adequacy of 2,000 calories/person/day. 25% of the household can achieve energy sufficiency from grains. 40% households were in the Food Expenditure Share above 60% before the Covid 19 Pandemic, and 35% households were in the Covid 19 Pandemic. 15% households were in food secure before the Pandemic it increased to 20% while Pandemic Covid 19. Increment in the number of households food secure was due to the decrease in the number of households with a Food Expenditure Share above 60%. The number of households on criteria food insecure before the pandemic was 85% consisting of 10% vulnerable, 45% lack of food, and 30% food insecurity. Meanwhile, during the pandemic, 80% of households were on the criteria food insecure, consisting of 5% vulnerable food, 45% lack of food, and 30% food insecure
Analisis Pendapatan Petani Padi Sawah Di Desa Pepas Kecamatan Montallat Kabupaten Barito Utara Izhanoor, Hajirul; Masliani, Masliani; Yamani, Ahmad Zaki
J-SEA (JOURNAL SOCIO ECONOMIC AGRICULTURAL) Vol. 20 No. 1 (2025): Februari 2025 (Journal Socio Economic Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jsea.v20i1.19548

Abstract

Pembangunan pertanian di Indonesia terus mengalami metamorphosis mencari pola yang efisien untuk mencapai tujuan utamanya, yaitu kesejahteraan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum usahatani padi sawah di Desa Pepas Kecamatan Montallat dan untuk mengetahui pendapatan usahatani padi sawah di Desa Pepas. Metode penelitian ini menggunakan metode dekstiptif kuantitatif untuk mendeskripsikan bagaimana gambaran umum usahatani padi sawah dan analisis pendapatan untuk menghitung pendapatan usahatani padi sawah di Desa Pepas Kecamatan Montallat. Data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya produksi berpengaruh terhadap pendapatan petani dalam pengelolaan usahatani. Jumlah rata-rata penerimaan yaitu sebesar Rp. 13.413.333/Ha dalam satu kali musim tanam, lebih besar dari jumlah biaya yang dikeluarkandalam satu kali musim tanam yaitu sebesar Rp.4.901.399/Ha dan rata-rata pendapatan yang diterima yaitu sebesar Rp. 8.511.934/Ha. Nilai efisiensi atau R/C Ratio sebesar 2,6 atau sama dengan R/C Ratio > 1 yang artinya usahatani padi sawah di Desa Pepas layak untuk diusahakan dan menguntungkan, jadi setiap Rp.1 yang dikeluarkan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 2,8.
Pengaruh Pengadaan, Operasi Pasar Dan Jenis Beras Oleh Perum Bulog Dalam Menjaga Stabilitas Harga Amila, Amila; Erlina, Yuni; Masliani, Masliani
J-SEA (Journal Socio Economic Agricultural) Vol. 20 No. 2 (2025): Agustus 2025 (Journal Socio Economic Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/j-sea.v20i2.20498

Abstract

Perum Bulog berkewenangan secara khusus dalam menjaga stabilitas harga beras, serta memastikan tersedianya pasokan beras di masyarakat melalui pengadaan beras serta operasi pasar dengan menyediakan beras premium dan medium. Penelitian ini dilakukan di Perum Bulog Kanwil Kalimantan Tengah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengadaan, operasi pasar, dan jenis beras secara parsial dan simultan terhadap harga beras di Kalimantan Tengah Periode 2019-2023. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dan kuantitatif. Data menggunakan data sekunder dan data time series (periode atau kurun waktu). Data di analisis dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengadaan beras berpengaruh positif serta signifikan terhadap harga beras di Kalimantan Tengah. (2) Operasi pasar terindikasi berpengaruh positif serta signifikan terhadap harga beras di Kalimantan Tengah. (3) Jenis beras berpengaruh positif serta signifikan terhadap harga beras di Kalimantan Tengah. (4) Pengadaan, operasi pasar, dan jenis beras memiliki pengaruh yang positif serta signifikan terhadap harga beras di Kalimantan Tengah.
Peranan Kelompok Tani Terhadap Kapasitas Penangkar Benih Padi Sawah Di Food Estate Kabupaten Pulang Pisau Masliani, Septina; Maleha; Taufik, Eka Nor; Mukti, Abdul
J-SEA (Journal Socio Economic Agricultural) Vol. 20 No. 2 (2025): Agustus 2025 (Journal Socio Economic Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/j-sea.v20i2.20770

Abstract

Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai penghasil beras terbesar di dunia; meskipun demikian, Indonesia terus mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhannya. Konsep Model Kawasan Mandiri Benih (MKMB) telah digagas di 24 provinsi untuk memfasilitasi produksi benih padi berkualitas tinggi, sehingga meningkatkan produktivitas dan kualitas panen padi petani. Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji variabel-variabel yang mempengaruhi kemampuan petani benih padi di Food Estate Kabupaten Pulang Pisau dan untuk mengembangkan metode guna meningkatkan kapasitas ini melalui keterlibatan kelompok tani. Penulisan ini menggunakan metodologi kuantitatif dan desain cross-sectional. Sampel penulisan, yang diperoleh dengan menggunakan metode random sampling, terdiri dari 52 petani yang dipilih dari total populasi 110 petani aktif yang merupakan anggota asosiasi petani benih di Kabupaten Pulang Pisau. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan kuesioner, diikuti dengan penggunaan matriks SWOT deskriptif untuk menyusun strategi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani benih melalui optimalisasi peran kelompok tani. Hasil penulisan memperlihatkan jika tingkat kapasitas petani penangkar benih tergolong tinggi dan terdapat tiga faktor yang memiliki pengaruh signifikan pada tingkat kapasitas petani yaitu pendidikan formal, lama pengalaman berusahatani dan peran penyuluh. Alternatif strategi yang dipilih untuk optimalisasi peran kelompok tani ialah pemanfaatan pelatihan dan pendampingan serta kolaborasi pendidikan dan pengembangan kapasitas.