This Author published in this journals
All Journal Humaniora
Gandarsih Mulyowati Retno Santoso
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SEKTOR INFORMAL SEBAGAI ALTERNATIF PELUANG KERJA BAGI WANITA DI PEDESAAN Gandarsih Mulyowati Retno Santoso
Humaniora No 1 (1994)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.484 KB) | DOI: 10.22146/jh.2023

Abstract

Salah satu tujuaan khusus Peningkatan Peranan Wanita Dalam Pembangunan Bangsa (P2W) yaitu wanita sebagai ibu rumah tangga atau kepala rumah tangga bersama-sama dengan suaminya sebagai kepala keluarga bertanggung jawab atas terpenuhinya segala keperluan rumah tangga dan keluarga, baik berupa jasa maupun barang, serta kebutuhan mental spiritual. Keterlibatan wanita dan pria dalam pekerjaan mempunyai motif dan tujuan yang berbeda. Bagi pria  bekerja merupakan kewajiban yang harus dijalani karena tanggungjawabnya sebagai pencari nafkah. Bagi wanita tidak mampu (miskin), bekerja berartimencari nafkah atau memberi sumbangan kepada rumah tangga yang belum mencapai tingkat hidup yang layak, sedangkan bagi wanita yang mampu (kaya) bekerja berarti memberikan tambahan modal bagi rumah tangganya (BPS, 1989:29-30). Menurut Stoler (1982:114) dalam keadaan di mana warga-warga masyarakat desa yang miskin banyak memiliki kemungkinan yang terbatas untuk memperoleh sumber-sumber strategis utama berupa tanah dan modal, maka kesempaten-kesempatan kerja bagi wanita merupakan sumber yang penting bagi rumah tangga-rumah tangga yang tidak memiliki tanah. Kegiatan itu menyebabkan wanita memperoleh kebebasan ekonomi tetapi tidak memberi kekuasaan sosial.
WANITA DAN PEMBANGUNAN Gandarsih Mulyowati Retno Santoso
Humaniora No 2 (1991)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.64 KB) | DOI: 10.22146/jh.2092

Abstract

Program pembangunan di berbagai aspek kehidupan secara efektif telah dimulai oleh pemerintah orde baru sejak tahun 1969. Program tersebut banyak melibatkan wanita baik sebagai subyek maupun obyek pembangunan (Surbakti, 1987:1). Menurut Alfian (1986:11) pembangunan adalah perubahan dan pertumbuhan. Secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha-usaha yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat dengan berencana memperbaiki keadaan menjadi lebih baik. Suatu proses pembangunan yang berhasil biasanya disertai pula dengan lahirnya persoalan-persoalan baru yang memima pemecahan. Disadari bahwa jumlah wanita dalam struktur penduduk Indonesia merupakan mayoritas, merupakan potensi  pembangunan yang harus dikembangkan secara terencana dan berkesinambungan Surniyeri, 1987:2).
Peluang Kerja dan Berusaha sebagai Sumber Nafkah Wanita Pedesaan Gandarsih Mulyowati Retno Santoso
Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.943 KB) | DOI: 10.22146/jh.2369

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat bagi Indonesia menimbulkan masalah penting dalam pengembangan peluang bekerja untuk angkatan mudanya, pria dan wanita. data survai penduduk antarsensus pada tahun 1985 menunjukkan bahwa 50.23% penduduk Indonesia adalah wanita. Dengan demikian, bukanlah sekedar kewajiban moral kalau ada upaya melibatkan kaum wanita dalam proses pembangunan, tetapi juga merupakan tindakan yang tepat untuk memanfaatkan sumber daya manusia yang tidak kecil jumlahnya, sehingga hal ini dapat mempercepat proses pertumbuhan sosial ekonomi. Tulisan ini mengungkapkan hasil pengamatan pada 3 wanita atau istri dari 8 wanita rumahtangga di desa Plembutan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan yang dilakukan yaitu membuat tempe, krupuk karak dan emping mlinjo, krupuk legendar dan rangginang.