Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Kesiapan Dan Pendayagunaan Data Profil Desa: Studi Kasus Desa Sungai Buluh Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan Balkis Ananta; Rijalul Fikri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4728

Abstract

Penyusunan Buku Profil Desa merupakan instrumen penting dalam perencanaan pembangunan berbasis data di tingkat desa. Berdasarkan Permendagri Nomor 12 Tahun 2007, Buku Profil Desa berfungsi sebagai sumber informasi yang menggambarkan kondisi demografis, sosial, ekonomi, dan potensi wilayah secara menyeluruh. Penelitian atau kegiatan evaluasi ini dilaksanakan di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Bunut, dengan tujuan menilai kesesuaian penyusunan dan pendayagunaan Buku Profil Desa terhadap ketentuan yang tercantum dalam Permendagri tersebut. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui telaah isi dokumen dan observasi lapangan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Desa Sungai Buluh telah melaksanakan sebagian besar ketentuan yang diatur, baik dalam hal struktur dan sistematika penyusunan, kelengkapan data, maupun mekanisme pendayagunaan informasi desa. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki, seperti pembaruan data sektoral, penyelarasan format laporan dengan pedoman terbaru, dan peningkatan pemanfaatan data sebagai dasar perencanaan pembangunan desa. Secara umum, penerapan pedoman penyusunan dan pendayagunaan data profil di Desa Sungai Buluh sudah berjalan cukup baik, meskipun diperlukan penguatan kapasitas aparatur desa dan optimalisasi koordinasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas data dan efektivitas penggunaannya dalam perencanaan pembangunan.
Model Pengawasan Berbasis Risiko dalam Menjamin Keselamatan Penumpang AKDP oleh Dinas Perhubungan Provinsi Riau Winda Oktavia; Rijalul Fikri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5120

Abstract

Jaminan keselamatan adalah segala kegiatan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan serta menjamin kondisi bagi penumpang. Namun di Indonesia sistem pengawasan angkutan jalan masih bersifat konvensional,terutama di Provinsi Riau dengan tingginya angka kecelakaan yang terjadi setiap tahunnya. kurangnya pengawasan terhadap para pengguna jasa, dimana masih banyak ditemukan para pengendara yang tidak memenuhi standart keselamatan yang berlaku serta kurangnya pemantauan terhadap kelayakan kendaraan yang di gunakan para pengguna jasa angkutan umum. Sumber daya pengawasan yang tidak efesien dengan melakukan pemeriksaan merata tanpa memprioritaskan risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengawasan yang dilakukan oleh dinas Perhubungan Provinsi Riau dalam menangani risiko jaminan keselamatan penumpang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengawasan konvensional saat ini masih bersifat seragam dan belum memperhitungkan tingkat risiko yang berbeda pada setiap operator atau trayek. Model pengawasan berbasis risiko yang diusulkan mencakup tahap identifikasi risiko, penilaian tingkat risiko, komunikasi risiko, serta penerapan mekanisme pengendalian yang terstruktur sesuai dengan prinsip risk governance framework yang dikemukkan oleh Ren (2008). Penerapan model ini diharapkan dapat membuat penggunaan sumber daya pengawasan lebih efisien, memusatkan perhatian pada armada dan operator yang memiliki risiko tinggi, serta secara signifikan mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan maupun pelanggaran operasional. Temuan penelitian ini mendukung penerapan strategi pengawasan transportasi darat yang lebih adaptif, berbasis data, dan berfokus pada keselamatan penumpang.
Difusi Inovasi Layanan “Lapak Ocu” Dalam Penerbitan Nib: Studi Tentang Proses Adopsi Inovasi Di DPMPTSP Kabupaten Kampar Habibul Fijar Dirgantara; Rijalul Fikri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5148

Abstract

Pelayanan publik merupakan cerminan utama dari kinerja birokrasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satu aspek strategisnya adalah pelayanan perizinan usaha yang menjadi pintu legalitas ekonomi masyarakat. Dalam konteks pemerataan pelayanan di daerah pedesaan, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) meluncurkan inovasi Layanan Perizinan Keliling Online Cepat untuk Semua (LAPAK OCU) sebagai bentuk transformasi pelayanan berbasis digital dengan pendekatan jemput bola. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi inovasi LAPAK OCU dalam penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta menilai efektivitasnya melalui teori Difusi Inovasi Everett M. Rogers (2003) dengan lima indikator utama: relative advantage, compatibility, complexity, trialability dan observability. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LAPAK OCU berhasil meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas pelayanan perizinan di wilayah rural Kabupaten Kampar. Program ini memberikan keuntungan relatif melalui efisiensi waktu dan biaya, memiliki kesesuaian sosial dengan budaya masyarakat, menurunkan kompleksitas sistem digital, serta mempercepat adopsi inovasi melalui keterlibatan langsung masyarakat. Secara konseptual, inovasi ini memperkuat teori Rogers bahwa adopsi inovasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh interaksi sosial dan konteks budaya lokal. Inovasi LAPAK OCU menjadi model pelayanan publik inklusif yang mampu menjembatani kesenjangan digital serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi daerah.