Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERUBAHAN KEKUATAN TARIK BAJA (St. 42) DENGAN PERLAKUAN PANAS 800◦C I Ketut Rimpung; I Gede Oka Pujihadi
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 2 (2017): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.128 KB) | DOI: 10.31940/logic.v17i2.543

Abstract

Tegangan tarik baja terjadi karena adanya beban tarik pada luas permukaannya dan kekuatan baja ditentukan oleh tegangan tarik maksimal yang dapat diterimanya. Baja (St.42) adalah baja yang mempunyai kekuatan atau tegangan tarik maksimum lebih kurang 42 N/mm2.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan perubahan kekuatan baja (St.42) yang dipanaskan sampai temperatur 8000C dengan pedinginan cepat menggunakan air tawar dan dengan metode pendinginan lambat, dibandingkan dengan baja (St.42) standar.Hasil penelitian menunjukan: kekuatan baja St.42Standar = 41,41 N/mm2, kekuatan St.42 Hardening = 21,86 N/mm2, dan kekuatan St.42 Anaeling =16,89 N/mm2. Baja yang dikeraskan melalui pemanasan 800◦C dan didinginkan cepat menggunakan air tawar, ternyata menjadi lebih lunak dibandingkan dengan baja (St.42standar). Jadi, ada ketidak sesuaian antara teori dibandingkan fakta hasil pengujian kekuatan baja dengan pendinginan cepat, yaitu terjadi penurunan kekuatan baja sebesar 47,21%. Sedangkan, kekuatan baja yang dilunakkan terjadi penurunan kekuatan sebesar 59,213% ini sesuai dengan teori.
Influence of Workplace Environment and Ergonomic Posture on Musculoskeletal Disorders in Traditional Gamelan Craft Workers in Bali Juli Suarbawa I Ketut Gde; Muhammad Yusuf; I Made Suarta; I Gede Oka Pujihadi
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol. 25 No. 3 (2025): November
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/logic.v25i3.186-193

Abstract

This study investigates the effect of work posture and workplace environmental conditions on musculoskeletal disorders (MSDs) and fatigue among traditional gamelan craftsmen in Bali, Indonesia. Using a pre-experimental one-group pretest–posttest design, fifty-one male workers were assessed using the Nordic Body Map (NBM), the EORTC QLQ-C30 fatigue scale, and the Rapid Upper Limb Assessment (RULA). The results showed a significant increase in MSD scores from 29.72 to 48.90 and fatigue scores from 31.06 to 44.26 after a single four-hour work session (p < 0.001). RULA analysis indicated that 100% of workers performed tasks in moderate- to high-risk postures, with 36.8% requiring immediate ergonomic intervention. The most affected anatomical regions included the lower back, upper back, neck, and thighs. These findings suggest that prolonged static postures, floor-level working positions, and suboptimal workplace environmental conditions substantially contribute to physical strain. The results highlight the urgent need for ergonomic interventions tailored to traditional craft industries to reduce cumulative trauma risks and improve worker well-being.