Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Pendidikan Islam dan Penyiapan Bonus Demografi Indonesia Tahun 2045 Ahmad Khoiron Minan
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4, No 01 (2021): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v4i01.833

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang terus mengalami berubahan perlu adanya upaya dalam menyiapkan sumber daya manusia. Penyiapan ini dibutuhan agara mampu bersaing di era bonus demografi. Dalam tulisan ini akan menyinggung tentang penjelasan bonus demografi, manajemen pendidikan Islam dan upaya penyiapan sumber daya manusia di era bonus demografi. Bonus demografi merupakan ledakan penduduk usia produktif sehingga angka ketergantungan usia non produktif yang berakibat peluang peningkatan laju pertumbuhan ekonomi. Manajemen pendidikan Islam adalah kegaiatan pengelolaan pendidikan yang dilakukan secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Upaya manajemen pendidikan Islam dalam penyiapan sumber daya manusia yaitu mengkosep kembali proses pendidikan Islam dalam rangka menghasilkan manusia-manusia produktif yang siap berkompetisi dalam era bonus demografi, dengan melaksanakan fungsi-fungsi manajemen.   
Peran Media Sosial dalam Pengembangan Literasi Islam dikalangan Mahasiswa Universitas Qomaruddin Nur Alfiyah Uktafiyani; M. Nawawi; Ahmad Khoiron Minan
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengeksplorasi dinamika pemanfaatan media sosial untuk pengembangan literasi keislaman, mengidentifikasi pola konsumsi, dan merumuskan strategi optimalisasi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, FGD, observasi partisipatif, dan analisis dokumen terhadap 40 mahasiswa. Hasil menunjukkan 82% mahasiswa mengakses konten keislaman setidaknya 5 kali seminggu dengan preferensi pada format audiovisual pendek (68%). Media sosial berperan paradoksal—memperluas wawasan namun cenderung menyederhanakan ajaran Islam. Mahasiswa berlatar belakang pesantren memiliki kemampuan lebih baik dalam menyaring konten. Diperlukan pengembangan kurikulum terintegrasi, pelatihan literasi digital keislaman, dan pembentukan komunitas belajar untuk mengoptimalkan peran media sosial dalam pengembangan literasi keislaman yang komprehensif.