Achmad Mauludiyanto
Seminar Nasional Teknologi Informasi Politeknik Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUKURAN DAN ANALISA SINYAL RF PADA PENERIMA SELULER DI AREA SURABAYA (RF SIGNAL MEASUREMENT AND ANALYSIS ON CELLULAR RECEIVER IN SURABAYA) Moh Oky Sadam Basri; Achmad Mauludiyanto
SENTIA 2016 Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : SENTIA 2016

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.701 KB)

Abstract

In 2006, 3G tech was first introduced to public. It become new technology that has been used by a lot of people because this technology gives them fast access and better quality. A lot of new technolocy based on 3G occur, from 4G until the latest technology called 5G. Continous maintain and surveilance are needed to keep cellular network quality good. A lot of nework operator and service provider still use drive test to measure signal quality on certain area. That way of planning sure take alot of time and resources. In this final project, writer do cellular signal measuring on 3G technology in dense urban, urban, and sub urban area. The writer also do some link budget calculating and signal quality modelling. In this modelling, writer use ARIMA method as a way. Cellular signal quality on Surabaya have RSL value beetwen -50 dBm and -80 dBm. And based on parameters in the modelling test, writer choose ARIMA (2,0,1) as a way to predict and calculate cellular signal quality in those area. This ARIMA (2,0,1) has accuracy above 90%.
Komunikasi Kooperatif HF Dengan Relay AF Untuk Daerah Lintang Rendah Laroma Larumbia; Achmad Mauludiyanto; Gamantyo Hendrantoro
SENTIA 2015 Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : SENTIA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.264 KB)

Abstract

Indonesia  merupakan  negara  kepulauan,  sehingga  jaringan  telekomunikasi  tidak  merata  di  seluruh  pelosok nusantara. Sebagai alternatifnya yaitu menggunakan komunikasi HF (3-30 MHz) yang merupakan salah satu pilihan untuk mengatasi ketiadaan infrastruktur telekomunikasi modern di daerah yang terisolir. Gelombang permukaan (ground wave) mencapai jarak 100-150 Km, selanjutnya, untuk propagasi gelombang langit (sky- wave) mengandalkan lapisan ionosfer untuk komunikasi jarak jauh, namun kendala yang terjadi yaitu lapisan ionosfer yang dapat berubah-ubah terhadap waktu. Akibatnya sinyal yang diterima bervariasi bahkan tidak dapat diterima sama sekali. Untuk mengurangi gangguan-gangguan seperti itu, diajukan komunikasi HF kooperatif di daerah lintang rendah. Dimana komunikasi yang terjadi antara sumber dan tujuan mengalami kendala, relay menjadi  alternatif  untuk  menjaga  komunikasi  terjadi  secara  terus-menerus.  Makalah  ini  melaporkan  hasil simulasi  sistem  komunikasi  kooperatif  HF  pada  3  node  di  wilayah  Indonesia  dengan  menggunakan  data ketinggian lapisan ionosfer yang diukur dengan ionosonde. Hasil simulasi menunjukan potensi penerapan sistem komunikasi kooperatif HF di wilayah Indonesia dan daerah lintang rendah pada umumnya.