Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ISLAM DAN TRADISI LOKAL DI NUSANTARA (Telaah Kritis Terhadap Tradisi Pelet Betteng Pada Masyarakat Madura dalam Perspektif Hukum Islam) Buhori Buhori
Al-Maslahah : Jurnal Ilmu Syariah Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Syariah (Syari'ah Faculty )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.297 KB) | DOI: 10.24260/almaslahah.v13i2.926

Abstract

Abstract Religion and culture are main elements in an interconnected society. When a religion enters a community, there will be a trade-off between the religion and culture e.g. when Islam is descended at Arab which has old tradition. Tradition is part of culture, for that it is not a surprise that every country has tradition including Indonesia. One of Indonesian local tradition is madurese tradition: Pelet Betteng or Pelet Kandhung or Peret Kandung or Salamenddhen Kandhungan which constitutes a pregnancy ritual. It is held by making du’a and giving alms in the fourth or seventh month of pregnancy period of a woman who is pregnant for the first time (seriyang). According to sharia perspective, Islam presents without ignoring Arabian tradition (`adah) and convention. They are even considered as sources of Islamic jurisprudence with particular limitations. Therefore, the term of `adat which has a similar meaning to `uruf, has become a basic of istinbath hukm.Keywords: Islam, Local Tradition, Islamic Law.  Abstrak Agama dan budaya merupakan dua unsur penting dalam masyarakat yang saling mempengaruhi. Ketika ajaran agama masuk dalam sebuah komunitas yang berbudaya, akan terjadi tarik menarik antara kepentingan agama di satu sisi dengan kepentingan budaya di sisi lain. Demikian juga halnya dengan agama Islam yang diturunkan di tengah-tengah masyarakat Arab yang memiliki adat-istiadat dan tradisi secara turun-temurun. Tradisi merupakan bagian dari budaya. Salah satu tradisi lokal yang melekat erat dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya suku Madura adalah Pelet Betteng,atau terkadang dikenal dengan sebutan Pelet Kandhung atau Peret Kandung atau Salameddhen Kandhungan, yangsecara sederhana diartikan sebagai pijat kandungan atau selamatan kehamilan. Tradisi ini merupakan upacara selamatan yang dilakukan dengan cara pembacaan do`a-do`a dan sedekah, ketika seorang wanita tengah mengandung pertama kalinya (Madura: seriyang) pada saat usia kehamilan mencapai empat bulanatau tujuh bulan.Dalam persepektif hukum Islam, ternyata ajaran Islam sangat memperhatikan tradisi (Arab: `adah) dan konvensi masyarakat untuk dijadikan sumber bagi jurisprudensi hukum Islam dengan penyempurnaan dan batasan-batasan tertentu.Terma `adat yang memiliki kesamaan makna dengan `uruf telahmenjadi salah satu landasan dalam istinbat hukum Islam.Kata Kunci: Islam, Tradisi Lokal, Hukum Islam.
GRAMATIKAL AL-QUR`AN: MENJAWAB TUDUHAN KESALAHAN GRAMATIKAL DALAM AL-QUR`AN Buhori Buhori
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v14i2.1821

Abstract

Al-Qur'an is a holy book that is mu'jiz in nature, not only in terms of its content but also in terms of the language's beauty and its grammatical fluency. Al-Qur'an challenges those who still doubt it to write letters such as those in the al-Qur'an. Since the time of Prophet Muhammad PBUH. There is already a group that has envy and does not accept the holiness of the Qur'an. Nowadays, non-Muslims are again trying to find weaknesses and mistakes in the Qur'an. One of the errors they accuse is an error in the grammatical aspect of the Koran. This weakness will later be used as their argument, which states that the al-Qur'an is not a holy book that is ma'shum (protected from error). It is not a revelation but merely the creation of the prophet Muhammad. Therefore, in this paper, the author will answer the accusations of grammatical errors addressed in the holy book of the Koran. Keywords: grammatical, al-Qur`an, accusations, errors Al-Qur`an merupakan kitab suci yang bersifat mu`jiz, tidak hanya dari segi kandungannya, akan tetapi juga dari segi keindahan bahasa yang digunakan dan kefasihan tata bahasanya. Al-Qur`an memberikan tantangan kepada orang-orang yang masih meragukannya untuk membuat surat semisal yang ada dalam al-Qur`an.Sejak masa nabi Muhammad saw. sudah ada kelompok yang memiliki kedengkian dan tidak menerima atas kesucian al-Qur`an. Dewasa ini, kalangan non muslim kembali mencoba mencari kelemahan dan kesalahan dalam al-Qur`an. Salah satu kesalahan yang mereka tuduhkan adalah kesalahan dalam aspek gramatikal al-Qur`an. Kelemahan ini nantinya dijadikan sebagai argumentasi mereka yang menyatakan bahwa al-Qur`an bukanlah kitab suci yang ma`shum (terjaga dari kesalahan), ia bukan wahyu, namun semata hasil kreasi dari nabi Muhammad saw. Oleh sebab itu, dalam tulisan ini, penulis akan menjawab tuduhan-tuduhan kesalahan gramatikal yang dialamatkan pada kitab suci al-Qur`an. Kata Kunci: Gramatikal, al-Qur`an, Tuduhan, Kesalahan
Bahasa Arab dan Peradaban Islam: Telaah atas Sejarah Perkembangan Bahasa Arab dalam Lintas Sejarah Peradaban Islam Buhori Buhori; Besse Wahidah
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-hikmah.v11i1.822

Abstract

Tulisan ini berusaha untuk mengungkap peran besar dari bahasa Arab terhadap kemajuan peradaban Islam.  Bahasa Arab yang disebut-sebut sebagai bahasa yang memperoleh garansi dan “proteksi ilahi” menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam sejarah perkembangan dunia Islam. Dari sekian banyak bahasa yang ada di dunia, bahasa Arab dianggap sebagai bahasa yang paling banyak menyandang atribut. Ia sering dinamai sebagai bahasa agama dan umat Islam, bahasa dhad (lughah ad-dhâd) dan bahasa warisan sosial dan budaya (lughah at-turâts). Bahasa Arab merupakan anak dari bahasa Semit, yang notabenenya merupakan kaum yang besar peranannya dalam sejarah peradaban kuno. Oleh karnanya, bahasa ini memiliki beberapa bahasa serumpun, seperti bahasa Ibrani yang dipakai dalam kitab Injil dan Taurat, dan bahasa Suryani.Dalam sejarah peradaban Islam, bahasa Arab menjadi salah satu kunci keberhasilannya, yang salah satunya ditandai dengan adanya gerakan penerjemahan besar-besaran berbagai karya filosof Yunani dan ilmuwan Persia dan India ke dalam bahasa Arab, yang kemudian menjadi titik awal kemajuan peradaban dan khazanah keilmuan umat Islam. 
BIMBINGAN KELUARGA DALAM MENERAPKAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP ANAK (Studi Pada Keluarga di Desa Parit Baru RT. 006/RW. 014 Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya) Nurul Wahidah; Sulhatul Hasanah; Hesty Nur Rahmi; Buhori Buhori
Raheema Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/raheema.v9i1.2211

Abstract

ABSTRACT Family Guidance is an effort made by parents when educating their children. The purpose of this study was to find out: (1) What Islamic educational values are applied to children through family guidance methods in Parit Baru Village, RT. 006 / RW. 014. (2) How to apply the family guidance method in applying Islamic educational values to children in the family environment in Parit Baru Village RT.006 / RW.014. This research includes field research (Field Research). The method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach with data collection techniques of observation, interviews, and documentation. The location of this research is in Parit Baru Village, RT. 006 / RW. 0014 Sungai Raya District, Kubu Raya Regency. Meanwhile, the tools used were observation guide, interview guide, and cellphone. The data validity techniques used in this study were persistent observation, triangulation, and member check techniques. Based on the results of data analysis conducted by researchers, it can be concluded that 1) Parents in Parit Baru Village, RT. 006 / RW. 014 teaches children about Islamic values which include values of faith or aqidah, values of worship, and moral values. 2) Parents in Parit Baru Village, RT. 006/ RW. 014 in guiding children when teaching the values of Islamic education using and applying family guidance methods which include: the example method, the habituation method, the advice method, the reward method and the punishment method.