Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Resiko Sistem Manajemen Kinerja yang Buruk Terhadap Perusahaan Start Up di Indonesia. Helen Febrina; M.L. Denny Tewu
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 3 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v3i2.5051

Abstract

ABSTRACT This research aims to evaluate the effect of poor performance management on the failure of start-up companies in Indonesia. Start-ups are businesses engaged in developing new technology-based products or services. HR performance management is an important factor in maintaining the survival of start-ups. However, poor performance management can lead to various risks and impact start-up failure. This research uses a risk analysis method with a risk analysis matrix as a tool to identify the risks and impacts of poor performance management on start-up failure. This study involved several respondents from start-up companies (51.7%), conventional private (27.6%), contractors (12.1%) and other workforce (8.6%) in Indonesia. Data was collected through questionnaires and literature and analyzed using regression analysis. The results showed that poor performance management has a significant impact on start-up failure in Indonesia. A total of 84.5% of respondents agreed that a performance management system is very important in a company. The questionnaire results also show some of the reasons start-ups fail in Indonesia, namely: lack of capital / investors (17.2%), losing the competition (5.3%), poor performance management system (58.6%), legality policy (3.4%), products that do not fit the market (13.8%) and poor product quality (1.7%). Analysis on the matrix shows that human resource risk falls into the unacceptable (red) category, which means that mitigation is necessary because it greatly affects the failure or success of a company. Capital and competitor risks are in the Issue category (orange) so that mitigation needs to be done to reduce or minimize the occurrence of risk. Meanwhile, legality and operational risks are considered to be in the negligible risk category (green) so that mitigation is not really needed for this risk behavior. This is because legality and operational risks are considered not to interfere with the success of the company so they can still be ignored. Keywords: HR Risk, Performance Management, Risk Analysis Matrix, Start Up, Questionnaire ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh manajemen kinerja yang buruk terhadap gagalnya perusahaan start up di Indonesia. Start up merupakan bisnis yang bergerak dalam pengembangan produk atau jasa baru yang berbasis teknologi. Manajemen kinerja SDM menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan hidup start up. Namun, manajemen kinerja yang buruk dapat menyebabkan berbagai risiko dan berdampak pada kegagalan start up. Penelitian ini menggunakan metode analisis risiko dengan matriks analisis risiko sebagai alat untuk mengidentifikasi risiko dan dampak dari manajemen kinerja yang buruk terhadap gagalnya start up. Penelitian ini melibatkan beberapa responden dari perusahaan start up (51,7%), swasta konvensional (27,6%), kontraktor (12,1%) dan tenaga kerja lainnya (8,6%) di Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan kepustakaan serta dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kinerja yang buruk berdampak signifikan pada kegagalan start up di Indonesia. Sebanyak 84,5% responden setuju bahwa sistem manajemen kinerja sangat penting dalam suatu perusahaan. Hasil kuisioner juga menunjukkan beberapa alasan start up gagal di Indonesia yakni : kurang modal/ investor (17,2%), b. kalah dalam kompetisi (5,3%), sistem manajemen kinerja yang buruk (58,6%), kebijakan legalitas (3,4%), produk yang tidak sesuai dengan pasar (13,8%) dan kualitas produk yang buruk (1,7%). Analisis pada matriks menunjukkan bahwa risiko sdm masuk ke dalam kategori unacceptable (merah) yang artinya perlu dilakukan mitigasi karena sangat mempengaruhi gagal atau berhasilnya suatu perusahaan. Risiko modal dan kompetitor merupakan kategori Issue (orange) sehingga perlu dilakukan mitigasi untuk mengurangi atau meminimalis terjadinya risiko. Sedangkan risiko legalitas dan operasional dianggap ke dalam kategori risiko yang bisa diabaikan (hijau) sehingga tidak terlalu dibutuhkan mitigasi untuk perilaku risiko ini. Hal ini dikarenakan risiko legalitas dan operasional dianggap tidak mengganggu keberhasilan perusahaan sehingga masih dapat diabaikan. Kata kunci : Kuisioner, Manajemen Kinerja, Risiko SDM, Matriks Analisis Risiko,Start Up
SUSTAINABILITY REPORT DAN ENVIRONMENTAL AUDIT BESERTA RISIKONYA PADA PERUSAHAAN TERBUKA (STUDI KASUS: PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK) Natalia Jeffa Simanjuntak; Olivia Yunita Arifin; Angel Samaria; M.L. Denny Tewu
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 3 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v3i2.5052

Abstract

ABSTRAK Sustainability report adalah laporan penting yang harus diumumkan kepada masyarakat yang berisi kinerja ekonomi, keuangan, sosial, dan lingkungan hidup perusahaan dalam menjalankan bisnisnya secara berkelanjutan yang berguna untuk meningkatkan kualitas hidup dan lingkungan yang bermanfaat. Environmental audit adalah salah satu cara pengelolaan lingkungan untuk mengevaluasi kinerja suatu perusahaan dan selanjutnya digunakan untuk merencanakan perbaikan pengelolaan lingkungan di masa mendatang. Program ini dilakukan pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang memiliki empat kelompok usaha yang terdiri dari Produk Konsumen Bermerek, Bogasari, Agribisnis, dan Distribusi. Evaluasi program keberlanjutan yang dilakukan perusahaan sudah disampaikan dalam laporan keberlanjutan dan cukup efektif karena perusahaan mendeteksi adanya risiko lingkungan dan sudah melakukan mitigasi terhadap risiko tersebut. Kata kunci: Sustainability Report, Environmental Audit, Sustainable Development Goals. ABSTRACT Sustainability report is an important report that must be announced to the public which contains the company’s economic, financial, social, and environmental performance in running its business in a sustainable manner which is useful for improving the quality of life and a beneficial environment. Environmental audit is a way of environmental management to evaluate the performance of a company and is the used to plan improvements in environmental management in the future. This research was conducted at PT Indofood Sukses Makmur Tbk which is has four business groups consisting of Branded Consumer Products, Bogasari, Agribusiness, and Distribution. Evaluation of the sustainability program carried put by the company has been presented in their sustainability report dan is quite effective because the company detected environmental risks and has mitigated these risks. Keyword : Sustainability Report, Environmental Audit, Sustainable Development Goals.
Analisis Risiko Implementasi Digital Gold Pada Transaksi Emas Retail Johan Bramanto; Adolf B Heatubun; M. L. Denny Tewu; Yoel Triyanto
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 14 No. 5 (2023): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/covalue.v14i5.3820

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi PT XYZ Tbk., perusahaan pertambangan yang juga memasarkan produk logam mulia seperti emas dan perak. Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data dan mengukur risiko dengan rumus R = P × D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko meliputi kesalahan input data oleh konsumen, kesalahan input oleh Customer Service, dan risiko hilangnya barang saat pengiriman oleh pihak ketiga. Perusahaan berkomitmen untuk mendigitalisasi proses penjualan emas dengan implementasi "Digital Gold," namun mereka juga harus memitigasi risiko yang mungkin muncul seiring dengan digitalisasi, terutama terkait dengan keamanan data dan layanan online. Penelitian ini memberikan wawasan berharga dalam mengelola risiko transaksi online dalam bisnis penjualan emas retail dan menyoroti pentingnya keamanan data dalam lingkungan bisnis yang semakin digital.
The Effect of the Implementation of Good Corporate Governance (GCG) Principles on Pastor Performance Maria Sahutala; Denny Tewu
ProBisnis : Jurnal Manajemen Vol. 14 No. 5 (2023): October: Management Science
Publisher : Lembaga Riset, Publikasi dan Konsultasi JONHARIONO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62398/probis.v14i5.331

Abstract

The church in its existence cannot be seen as limited to the implementation of the preaching of God's word in every ritual of worship. Therefore, if structuring and governance must be a link in structuring services, then in principle the church must also be viewed from an organisational perspective. On 25 May 1985, GPI Papua was institutionally formed. Its service area is spread over the two administrative regions of Papua and West Papua. As an institution that has 470 Pastors and is spread over 20 chapters, it indicates that the problem of the vastness of the GPI Papua service area, the topographical context and the socio-cultural context have an impact on the service and performance of Pastors as organic employees of GPI Papua who have binding institutional rules. In its findings, the performance of the Pastors is difficult to measure the level of success. By establishing the principles of Good Corporate Governance (GCG), the writing of this article wants to assert that the level of success of the Pastor can be seen from the perspective of the local community. On the other hand, methodologically, the writing of this article uses a qualitative approach by looking at case studies in the congregation.
Analisis risiko operasional di PT asuransi umum x ML Denny Tewu; Timothy Victory T
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 9, No 1 (2023): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020221809

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko operasional yang terjadi di management perusahaan. Secara spesifik tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi kejadian-kejadian yang tidak diharapkan (KTD) yang diakibatkan oleh tata kelola yang terjadi di perusahaan; (2) menganalisis seberapa besar risiko dari kejadian-kejadian yang tidak dikehendaki; dan (3) melakukan mitigasi untuk menghilangkan atau mengurangi peluang dan dampak risiko. Metode penelitian yang digunakan dalam adalah metode kuantitatif dan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi dokumen dan angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu, pertama digunakan teknik analisis data dan tahap kedua rumus perhitungan risiko Dari hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan bagi perusahaan didalam menjalankan operasional perusahaan dengan tata kelola yang baik khususnya dibidang operasional, disamping itu penelitian ini juga selain sebagai kajian akademis juga tentunya untuk masyarakat banyak  sebagai penambahan wawasan apabila menemukan persoalan yang sama dengan ini didalam melakukan proses dalam manajemen risiko perusahaan. Hasil penelitian berdasarkan pendekatan atas 5 pilar dalam Good Corporate Governance (GCG) menunjukkan bahwa ada 5 kejadian yang tidak diharapkan, yaitu: Karyawan tidak paham SOP dan target perusahaan (Transparency), Tidak adanya sistem pengendalian internal yang effective (Accountability), Tidak mengikuti aturan yang ada (Responsibility), Tidak adanya diversifikasi bisnis  (Independency), Belum jelasnya karier path untuk pegawai dengan kinerja bagus (Fairness)
Determinants of IPO Underpricing in Indonesia (2021–2024): The Roles of Offer Size, Offer Price, Underwriter Reputation, Syndicate Size, and Market Condition Denny Tewu; Martua Eliakim; Sri Bintang Elisabet
Indonesian Journal of Business Analytics Vol. 5 No. 5 (2025): October 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijba.v5i5.15593

Abstract

This study investigates the determinants of IPO underpricing in Indonesia from 2021 to 2024, emphasizing the effects of offer size, offer price, underwriter reputation, syndicate size, and market condition. Employing a quantitative descriptive–verificative design, the study analyzes secondary data from 215 IPOs listed on the Indonesia Stock Exchange using multiple linear regression (SPSS 26) after data validation and classical assumption testing. The results reveal that offer size, offer price, underwriter reputation, and syndicate size negatively influence underpricing, whereas market condition has a positive and significant impact. The model explains 61.2% of underpricing variation, reinforcing the applicability of information asymmetry and signaling theories in emerging markets.