Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK MELALUI ANALISIS RASIO KEUANGAN TAHUN Marsheline A.P; Sindi S.D Manalu; Filipus Teguh S; M.L Denny Tewu
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 3 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v3i2.5034

Abstract

Abstrak Mengukur kinerja keuangan perusahaan adalah hal yang penting yang perlu dilakukan manajemen perusahaan. Buat melaksanakan penilaian fundamental terhadap performa perusahaan serta perancangan tujuan di masa yang akan datang, hal ini berkaitan menggunakan penilaian kinerja keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Topik dalam penulisan jurnal ini ialah Analisis Kinerja Keuangan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sesuai rasio keuangan yaitu rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio solvabilitas, serta rasio aktivitas tahun 2020 hingga dengan tahun 2022. Teknik pengumpulan data memakai penelitian lapangan melalui website BEI serta website resmi Telkom Indonesia. Penelitian ini memperoleh hasil rasio likuiditas yang memperlihatkan kenaikan sehingga menunjukkan bahwa perusahaan pada kondisi likuid, rasio solvabilitas mengalami penurunan menandakan kalau perusahaan dalam kondisi aman, sedangkan rasio profitabilitas dan rasio aktivitas menunjukkan bahwa perusahaan dalam syarat yang kurang menguntungkan sebab mengalami penurunan sehingga perlu ditingkatkan lagi. Kata Kunci : Analisis, Kinerja, Laporan, Rasio Keuangan. Abstrak Mengukur kinerja keuangan perusahaan adalah hal yang penting yang perlu dilakukan manajemen perusahaan. Buat melaksanakan penilaian fundamental terhadap performa perusahaan serta perancangan tujuan di masa yang akan datang, hal ini berkaitan menggunakan penilaian kinerja keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Topik dalam penulisan jurnal ini ialah Analisis Kinerja Keuangan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sesuai rasio keuangan yaitu rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio solvabilitas, serta rasio aktivitas tahun 2020 hingga dengan tahun 2022. Teknik pengumpulan data memakai penelitian lapangan melalui website BEI serta website resmi Telkom Indonesia. Penelitian ini memperoleh hasil rasio likuiditas yang memperlihatkan kenaikan sehingga menunjukkan bahwa perusahaan pada kondisi likuid, rasio solvabilitas mengalami penurunan menandakan kalau perusahaan dalam kondisi aman, sedangkan rasio profitabilitas dan rasio aktivitas menunjukkan bahwa perusahaan dalam syarat yang kurang menguntungkan sebab mengalami penurunan sehingga perlu ditingkatkan lagi. Keywords : Analysis, Performance, Reports, Financial Ratios.
Resiko Sistem Manajemen Kinerja yang Buruk Terhadap Perusahaan Start Up di Indonesia. Helen Febrina; M.L. Denny Tewu
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 3 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v3i2.5051

Abstract

ABSTRACT This research aims to evaluate the effect of poor performance management on the failure of start-up companies in Indonesia. Start-ups are businesses engaged in developing new technology-based products or services. HR performance management is an important factor in maintaining the survival of start-ups. However, poor performance management can lead to various risks and impact start-up failure. This research uses a risk analysis method with a risk analysis matrix as a tool to identify the risks and impacts of poor performance management on start-up failure. This study involved several respondents from start-up companies (51.7%), conventional private (27.6%), contractors (12.1%) and other workforce (8.6%) in Indonesia. Data was collected through questionnaires and literature and analyzed using regression analysis. The results showed that poor performance management has a significant impact on start-up failure in Indonesia. A total of 84.5% of respondents agreed that a performance management system is very important in a company. The questionnaire results also show some of the reasons start-ups fail in Indonesia, namely: lack of capital / investors (17.2%), losing the competition (5.3%), poor performance management system (58.6%), legality policy (3.4%), products that do not fit the market (13.8%) and poor product quality (1.7%). Analysis on the matrix shows that human resource risk falls into the unacceptable (red) category, which means that mitigation is necessary because it greatly affects the failure or success of a company. Capital and competitor risks are in the Issue category (orange) so that mitigation needs to be done to reduce or minimize the occurrence of risk. Meanwhile, legality and operational risks are considered to be in the negligible risk category (green) so that mitigation is not really needed for this risk behavior. This is because legality and operational risks are considered not to interfere with the success of the company so they can still be ignored. Keywords: HR Risk, Performance Management, Risk Analysis Matrix, Start Up, Questionnaire ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh manajemen kinerja yang buruk terhadap gagalnya perusahaan start up di Indonesia. Start up merupakan bisnis yang bergerak dalam pengembangan produk atau jasa baru yang berbasis teknologi. Manajemen kinerja SDM menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan hidup start up. Namun, manajemen kinerja yang buruk dapat menyebabkan berbagai risiko dan berdampak pada kegagalan start up. Penelitian ini menggunakan metode analisis risiko dengan matriks analisis risiko sebagai alat untuk mengidentifikasi risiko dan dampak dari manajemen kinerja yang buruk terhadap gagalnya start up. Penelitian ini melibatkan beberapa responden dari perusahaan start up (51,7%), swasta konvensional (27,6%), kontraktor (12,1%) dan tenaga kerja lainnya (8,6%) di Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan kepustakaan serta dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kinerja yang buruk berdampak signifikan pada kegagalan start up di Indonesia. Sebanyak 84,5% responden setuju bahwa sistem manajemen kinerja sangat penting dalam suatu perusahaan. Hasil kuisioner juga menunjukkan beberapa alasan start up gagal di Indonesia yakni : kurang modal/ investor (17,2%), b. kalah dalam kompetisi (5,3%), sistem manajemen kinerja yang buruk (58,6%), kebijakan legalitas (3,4%), produk yang tidak sesuai dengan pasar (13,8%) dan kualitas produk yang buruk (1,7%). Analisis pada matriks menunjukkan bahwa risiko sdm masuk ke dalam kategori unacceptable (merah) yang artinya perlu dilakukan mitigasi karena sangat mempengaruhi gagal atau berhasilnya suatu perusahaan. Risiko modal dan kompetitor merupakan kategori Issue (orange) sehingga perlu dilakukan mitigasi untuk mengurangi atau meminimalis terjadinya risiko. Sedangkan risiko legalitas dan operasional dianggap ke dalam kategori risiko yang bisa diabaikan (hijau) sehingga tidak terlalu dibutuhkan mitigasi untuk perilaku risiko ini. Hal ini dikarenakan risiko legalitas dan operasional dianggap tidak mengganggu keberhasilan perusahaan sehingga masih dapat diabaikan. Kata kunci : Kuisioner, Manajemen Kinerja, Risiko SDM, Matriks Analisis Risiko,Start Up
SUSTAINABILITY REPORT DAN ENVIRONMENTAL AUDIT BESERTA RISIKONYA PADA PERUSAHAAN TERBUKA (STUDI KASUS: PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK) Natalia Jeffa Simanjuntak; Olivia Yunita Arifin; Angel Samaria; M.L. Denny Tewu
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 3 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v3i2.5052

Abstract

ABSTRAK Sustainability report adalah laporan penting yang harus diumumkan kepada masyarakat yang berisi kinerja ekonomi, keuangan, sosial, dan lingkungan hidup perusahaan dalam menjalankan bisnisnya secara berkelanjutan yang berguna untuk meningkatkan kualitas hidup dan lingkungan yang bermanfaat. Environmental audit adalah salah satu cara pengelolaan lingkungan untuk mengevaluasi kinerja suatu perusahaan dan selanjutnya digunakan untuk merencanakan perbaikan pengelolaan lingkungan di masa mendatang. Program ini dilakukan pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang memiliki empat kelompok usaha yang terdiri dari Produk Konsumen Bermerek, Bogasari, Agribisnis, dan Distribusi. Evaluasi program keberlanjutan yang dilakukan perusahaan sudah disampaikan dalam laporan keberlanjutan dan cukup efektif karena perusahaan mendeteksi adanya risiko lingkungan dan sudah melakukan mitigasi terhadap risiko tersebut. Kata kunci: Sustainability Report, Environmental Audit, Sustainable Development Goals. ABSTRACT Sustainability report is an important report that must be announced to the public which contains the company’s economic, financial, social, and environmental performance in running its business in a sustainable manner which is useful for improving the quality of life and a beneficial environment. Environmental audit is a way of environmental management to evaluate the performance of a company and is the used to plan improvements in environmental management in the future. This research was conducted at PT Indofood Sukses Makmur Tbk which is has four business groups consisting of Branded Consumer Products, Bogasari, Agribusiness, and Distribution. Evaluation of the sustainability program carried put by the company has been presented in their sustainability report dan is quite effective because the company detected environmental risks and has mitigated these risks. Keyword : Sustainability Report, Environmental Audit, Sustainable Development Goals.
Analisis Risiko Credit Union dalam Manajemen Perekrutan Anggota: Studi Kasus Credit Union Pancur Kasih Kota Pontianak: Credit Union Risk Analysis in Member Recruitment Management: Case Study of Pancur Kasih Credit Union, Pontianak City Srilinus Lino; Denny Tewu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i7.3892

Abstract

Credit Union Pancur Kasih Kota Pontianak merupakan sebuah lembaga keuangan yang didirikan dengan tujuan memberikan layanan perbankan kepada anggotanya. Credit Union ini beroperasi dengan prinsip keanggotaan terbuka, yang berarti siapa pun dapat menjadi anggota asalkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis risiko dalam manajemen perekrutan anggota pada Credit Union (CU) Pancur Kasih di Kota Pontianak. Studi kasus ini dilakukan untuk memahami sejauh mana CU Pancur Kasih memperhatikan indikator-indikator penerapan manajemen rekrutmen anggota dan dampak buruk yang ditimbulkan akibat minimnya penerapan indikator tersebut terhadap kondisi organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CU Pancur Kasih perlu memperhatikan dan meningkatkan penerapan indikator-indikator manajemen rekrutmen anggota, mengingat minimnya penerapan tersebut memberikan dampak buruk pada kondisi organisasi, terutama dalam peningkatan jumlah anggota. Selain itu, risiko tertinggi pada KTD dapat dikurangi dengan tindakan mitigasi penerapan indikator manajemen rekrutmen yang tepat.
Analisis Risiko Implementasi Digital Gold Pada Transaksi Emas Retail Johan Bramanto; Adolf B Heatubun; M. L. Denny Tewu; Yoel Triyanto
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 14 No. 5 (2023): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/covalue.v14i5.3820

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi PT XYZ Tbk., perusahaan pertambangan yang juga memasarkan produk logam mulia seperti emas dan perak. Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data dan mengukur risiko dengan rumus R = P × D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko meliputi kesalahan input data oleh konsumen, kesalahan input oleh Customer Service, dan risiko hilangnya barang saat pengiriman oleh pihak ketiga. Perusahaan berkomitmen untuk mendigitalisasi proses penjualan emas dengan implementasi "Digital Gold," namun mereka juga harus memitigasi risiko yang mungkin muncul seiring dengan digitalisasi, terutama terkait dengan keamanan data dan layanan online. Penelitian ini memberikan wawasan berharga dalam mengelola risiko transaksi online dalam bisnis penjualan emas retail dan menyoroti pentingnya keamanan data dalam lingkungan bisnis yang semakin digital.
Key Performance Indicator (KPI) Pengelolaan Sampah Kabupaten Minahasa Utara Oleh Dinas Lingkungan Hidup Brenda Iin Andries; M. L. Denny Tewu
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 4 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i4.462

Abstract

Studi ini mempelajari mengenai key performance indicator (KPI) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Utara secara khusus tentang Pengelolaan Sampah. Topik ini dipilih karena Permasalahan Sampah telah menjadi permasalahan utama dimasyarakat dan sangat berdampak bagi lingkungan. Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat (Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2008). Sampah juga dapat didefinisikan sebagai limbah yang bersifat padat terdiri dari zat organik dan zat anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan. Setiap pemerintah daerah memiliki tugas melaksanakan pengelolaan sampah dan memfasilitasi penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan sampah (Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2008). Kabupaten Minahasa Utara saat ini menjadi sorotan Pemerintah karna Satu dari 5 Destinasi Unggulan itu, dalam hal ini Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, masuk ke 5 Destinasi Super Prioritas bersama Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Komodo Labuan Bajo. Untuk menjaring masyarakat dan wisatawan sebanyak mungkin, setiap kawasan wisata harus menjaga kelstarian, keindahan dan tentu kebersihannya. Semakin banyak kunjungan wisatawan, maka aktivitas di kawasan tersebut akan meningkat, baik aktivitas sosial maupun ekonomi. Setiap aktivitas yang dilakukan, akan menghasilkan manfaat ekonomi bagi kawasan tersebut. Namun kita harus ingat, Semakin di kenalnya suatu daerah tentunya juga harus seimbang dengan pengelolaan sampahnya agar tidak terjadi permasalahan di lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Utara adalah Perpanjangan tangan Pemerintah Daerah dalam hal Ini Bupati dan Wakil Bupati yang melaksanakan tugas Pengelolaan Sampah. Sebagai suatu daerah yang sedan berkembang saat ini, sangat penting untuk kita melihat sepeti apa Tujuan dari Pemerintah Daerah untuk kemajuan Daerah kedepan. Tujuan dari studi ini adalah untuk melihat bagaimana Key Performance Indicator dalam mengukur Kinerja dari Dinas Lingkungan Hidup dalam Pengelolaan sampah di Kabupaten Minahasa Utara.
The Effect of the Implementation of Good Corporate Governance (GCG) Principles on Pastor Performance Maria Sahutala; Denny Tewu
ProBisnis : Jurnal Manajemen Vol. 14 No. 5 (2023): October: Management Science
Publisher : Lembaga Riset, Publikasi dan Konsultasi JONHARIONO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62398/probis.v14i5.331

Abstract

The church in its existence cannot be seen as limited to the implementation of the preaching of God's word in every ritual of worship. Therefore, if structuring and governance must be a link in structuring services, then in principle the church must also be viewed from an organisational perspective. On 25 May 1985, GPI Papua was institutionally formed. Its service area is spread over the two administrative regions of Papua and West Papua. As an institution that has 470 Pastors and is spread over 20 chapters, it indicates that the problem of the vastness of the GPI Papua service area, the topographical context and the socio-cultural context have an impact on the service and performance of Pastors as organic employees of GPI Papua who have binding institutional rules. In its findings, the performance of the Pastors is difficult to measure the level of success. By establishing the principles of Good Corporate Governance (GCG), the writing of this article wants to assert that the level of success of the Pastor can be seen from the perspective of the local community. On the other hand, methodologically, the writing of this article uses a qualitative approach by looking at case studies in the congregation.
Analisis risiko operasional di PT asuransi umum x ML Denny Tewu; Timothy Victory T
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 9, No 1 (2023): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020221809

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko operasional yang terjadi di management perusahaan. Secara spesifik tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi kejadian-kejadian yang tidak diharapkan (KTD) yang diakibatkan oleh tata kelola yang terjadi di perusahaan; (2) menganalisis seberapa besar risiko dari kejadian-kejadian yang tidak dikehendaki; dan (3) melakukan mitigasi untuk menghilangkan atau mengurangi peluang dan dampak risiko. Metode penelitian yang digunakan dalam adalah metode kuantitatif dan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi dokumen dan angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu, pertama digunakan teknik analisis data dan tahap kedua rumus perhitungan risiko Dari hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan bagi perusahaan didalam menjalankan operasional perusahaan dengan tata kelola yang baik khususnya dibidang operasional, disamping itu penelitian ini juga selain sebagai kajian akademis juga tentunya untuk masyarakat banyak  sebagai penambahan wawasan apabila menemukan persoalan yang sama dengan ini didalam melakukan proses dalam manajemen risiko perusahaan. Hasil penelitian berdasarkan pendekatan atas 5 pilar dalam Good Corporate Governance (GCG) menunjukkan bahwa ada 5 kejadian yang tidak diharapkan, yaitu: Karyawan tidak paham SOP dan target perusahaan (Transparency), Tidak adanya sistem pengendalian internal yang effective (Accountability), Tidak mengikuti aturan yang ada (Responsibility), Tidak adanya diversifikasi bisnis  (Independency), Belum jelasnya karier path untuk pegawai dengan kinerja bagus (Fairness)
ANALISIS PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA PT. BANK PAPUA Wanane , Yosina Ivon; Sangkek , Dewiyanti; Tewu , Denny
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 4 No. 1 (2023): DESEMBER
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v4i1.6151

Abstract

Penerapan good corporate governance (GCG) telah menjadi isu sentral dalam mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi. Seiring dengan perkembangan ekonomi global, perusahaan dituntut untuk mengadopsi sistem pengelolaan dan pengendalian manajerial yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip GCG dan manajemen risiko pada PT. Bank Papua serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GCG di PT. Bank Papua sudah cukup baik, namun masih terdapat beberapa kendala, seperti pengetatan kredit, efisiensi produk yang belum optimal, standar SDM yang tinggi, dan kasus internal fraud. Dengan adanya GCG yang efektif, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif baik bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan.
Key Performance Indicator (KPI) Pengelolaan Sampah Kabupaten Minahasa Utara Oleh Dinas Lingkungan Hidup Brenda Iin Andries; M. L. Denny Tewu
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 4 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i4.462

Abstract

Studi ini mempelajari mengenai key performance indicator (KPI) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Utara secara khusus tentang Pengelolaan Sampah. Topik ini dipilih karena Permasalahan Sampah telah menjadi permasalahan utama dimasyarakat dan sangat berdampak bagi lingkungan. Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat (Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2008). Sampah juga dapat didefinisikan sebagai limbah yang bersifat padat terdiri dari zat organik dan zat anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan. Setiap pemerintah daerah memiliki tugas melaksanakan pengelolaan sampah dan memfasilitasi penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan sampah (Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2008). Kabupaten Minahasa Utara saat ini menjadi sorotan Pemerintah karna Satu dari 5 Destinasi Unggulan itu, dalam hal ini Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, masuk ke 5 Destinasi Super Prioritas bersama Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Komodo Labuan Bajo. Untuk menjaring masyarakat dan wisatawan sebanyak mungkin, setiap kawasan wisata harus menjaga kelstarian, keindahan dan tentu kebersihannya. Semakin banyak kunjungan wisatawan, maka aktivitas di kawasan tersebut akan meningkat, baik aktivitas sosial maupun ekonomi. Setiap aktivitas yang dilakukan, akan menghasilkan manfaat ekonomi bagi kawasan tersebut. Namun kita harus ingat, Semakin di kenalnya suatu daerah tentunya juga harus seimbang dengan pengelolaan sampahnya agar tidak terjadi permasalahan di lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Utara adalah Perpanjangan tangan Pemerintah Daerah dalam hal Ini Bupati dan Wakil Bupati yang melaksanakan tugas Pengelolaan Sampah. Sebagai suatu daerah yang sedan berkembang saat ini, sangat penting untuk kita melihat sepeti apa Tujuan dari Pemerintah Daerah untuk kemajuan Daerah kedepan. Tujuan dari studi ini adalah untuk melihat bagaimana Key Performance Indicator dalam mengukur Kinerja dari Dinas Lingkungan Hidup dalam Pengelolaan sampah di Kabupaten Minahasa Utara.