Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KINERJA BUMD PT HALUT MANDIRI DALAM PENINGKATAN PENYEDIAAN AIR MINUM DALAM KEMASAN BAGI MASYARAKAT KABUPATEN HALMAHERA UTARA Margreath Iriyanti Tarangi; Ngadisah Ngadisah; Doddy Hermiyono
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 5 No 3 (2020): Agustus
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai konsekuensi diberlakukannya Undang-undang otonomi daerah adalah daerah harus mampu secara mandiri mengelola rumah tangganya sendiri termasuk pengelolaan keuangan daerah, dengan terus aktif meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu bentuk instrument yang dapat digunakan untuk menambah pendapatan daerah adalah melalui Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). PT Halut Mandiri Sebagai BUMD juga berkewajiban membantu Kas Daerah melalui produknya yaitu Air Minum Dalam Kemasan O’Ake. Namun sebagai BUMD baru di butuhkan Strategi yang tepat untuk pengembangan BUMD demi Menghasilkan Keuntungan yang maksimal. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dimana yang digunakan sebagai instrument utama adalah melalui Teknik wawancara dan observasi langsung pada objek penelitian. Data primer yang digunakan adalah informan kunci yang berjimlah 15 orang sedangkan data sekunder bersuber dari dokumen-dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi kinerja perusahaaan, ditemukan bahwa Kinerja PT Halut Mandiri sudah cukup baik karena telah mampu memaksimalkan keterbatasan sumberdaya yang ada untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin. Namun, dalam jangka Panjang dibutuhkan strategi yang lebih komprehensif yaitu dengan strategi jangka pendek yang harus di implementasikan segera serta strategi jangka Panjang yang diproyeksikan untuk menjaga kelangsungan perusahaan.
Efektivitas Kinerja Pegawai Pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tolikara Temura, Kogoya; Ngadisah Ngadisah; Renida Jozelina Torobi
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Maret - April 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i4.4439

Abstract

Kinerja pelayanan publik BKD Tolikara diatur pemenuhannya berdasarkan regulasi yang dibuat oleh pemerintah dengan tujuan utamanya untuk memenuhi kebutuhan dasar dan kesejahteraan masyarakat, kinerja yang tinggi dari BKD Tolikara akan berdampak pada kepuasan masyarakat Tolikara. Kinerja BKD Tolikara yang rendah pada tahun 2023, dimana tidak dikeluarkannya SK Pemberhentian sementara sebagai PNS yang menjadi anggota KPU dan Bawaslu Tolikara. Akibatnya, keempat pegawai tersebut masih menerima gaji selama mengikuti kegiatan politik. Selain itu, saat ini Tolikara hanya memiliki 12 dokter sehingga sebanyak 30 distrik di Tolikara terpaksa tidak menjalankan pelayanan kesehatan sebagaimana mestinya yang kemudian kinerja rendah ini berdampak pada  IKM BKD Tolikara masuk dalam  kriteria “Kurang Baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui sistem kinerja pegawai dan efektivitas kinerja pegawai pada BKD Tolikara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara di BKD Tolikara. Narasumber yang dipilih sebanyak 20 orang. Data wawancara dianalisis dengan menggunakan teori sistem Gibson. Hasilnya, Sistem yang digunakan dalam tujuan kinerja yakni SKP dan ter digitalisasi melalui e-kinerja. b) Sistem yang digunakan dalam menganalisis kondisi internal dan eksternal organisasi adalah analisis SWOT. c) Sistem analisis dan perumusan kebijaksanaan menggunakan model rasional. d) Sistem perencanaan yang digunakan adalah model rasional komprehensif. e) Sistem pengendalian dan pengawasan menggunakan sistem SOP serta pengawasan pemimpin. Efektivitas kinerja PNS Kabupaten Tolikara. a) Kejelasan tujuan kinerja telah efektif . b) Kejelasan strategi pencapaian tujuan tidak efektif c) Proses analisis dan perumusan kebijaksanaan tidak efektif. d) Perencanaan di BKD tidak efektif. e) Pengawasan dan pengendalian tidak efektif.