Sylvia Rianissa Putri
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Nilai Spirometri pada Penyandang dan Bukan Penyandang Spondyloepiphyseal Dysplasia Tarda (SEDT) di Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan Delviastri Widyana; Aceng Ruyani; Sylvia Rianissa Putri
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Kedokteran Raflesia
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v1i1.8908

Abstract

Latar Belakang: Spondyloepiphyseal Dysplasia Tarda (SEDT) merupakan kelainan genetika terpaut kromosom X yang mengakibatkan abnormalitas pertumbuhan tulang belakang. Penyandang SEDT memiliki karakteristik tinggi badan 130-155 cm, dada berbentuk tong, ukuran tangan dan kaki seukuran orang normal. Pada populasi bukan penyandang SEDT dada berbentuk tong dapat menyebabkan perubahan. Hal ini juga mungkin ditemukan antara penyandang SEDT dan orang normal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai spirometri pada penyandang dan bukan penyandang SEDT di Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain Case Control pada 30 orang penyandang SEDT sebagai kelompok kasus dan 30 orang bukan penyandang SEDT sebagai kelompok kontrol di Kecamatan Kedurang. Metode pengambilan sampel secara  non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan mengukur fungsi faal paru meliputi volume ekspirasi paksa detik pertama (VEP1) dan kapasitas vital paksa (KVP) dengan spirometer. Data dianalisis dengan independent t test untuk data berdistribusi normal dengan uji alternatif Mann-Whitney.Hasil Penelitian: Nilai rerata VEP1 penyandang SEDT 0,28±0,19 L dan orang normal 1,16±0,47 L. Uji Mann-Whitney menunjukkan p= 0,000 menunjukkanbahwaterdapat perbedaan signifikan nilai VEP1 antara penyandang dan bukan penyandang SEDT. Nilai rerata KVP penyandang SEDT 0,35 ± 0,20L dan orang normal 1,40 ± 0,48 L. Uji T Independent ttabel (11,840) > thitung (2,390) menunjukkan terdapat perbedaan sangat nyata nilai KVP. Nilai rerata perbandingan VEP1/KVPpadapenyandang SEDT yaitu 80,11±18,02% dan orang normal 81,62±11,8%. Uji Mann-Whitney p=0,853 lebih besar daripada p=0,005 menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan nilai perbandingan VEP1/KVP pada penyandang dan bukan penyandang SEDT. Simpulan: Nilai VEP1 dan KVP pada penyandang SEDT nyata lebih rendah dibandingkan dengan bukan penyandang SEDT. Nilai perbandingan VEP1/KVP menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan nilai yang signifikan antara penyandang dan bukan penyandang SEDT