Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENATAAN LAHAN PARKIR DI PASAR PEGANDON, KABUPATEN KENDAL Puriyadi Argo Putrato; Sri Rejeki Laku Utami; Muhammad Bagus Setiawan
Reviews in Civil Engineering Vol 5, No 1 (2021): Reviews In Civil Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rice.v5i1.3770

Abstract

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan rumus Z, analisis uji anova one way, dan mendeskripsikan kesadaran masyarakat terhadap penataan lahan parkir untuk mengetahui keadaan aktual di lapangan. Luas lahan parkir di pasar Pegandon untuk sepeda motor memiliki luas 300m² dengan satuan ruang parkir 0.75 meter x 2 meter dengan 200 petak parkir, sedangkan untuk lahan parkir mobil  seluas 300m², satuan ruang parkir 2.5 meter x 5 meter dengan 24 petak parkir. Jumlah keseluruhan lahan parkir di Pasar Pegandon 600m². Sehingga kurangnya kebutuhan lahan parkir di area pasar pegandon dalam penelitian selama satu minggu di area parkir sepeda motor yaitu sebesar  44 kendaraan, sedangkan untuk kurangnya kebutuhan lahan parkir mobil dalam penelitian di area parkir pasar Pegandon selama satu minggu di area parkir sepeda motor yaitu sebesar 10 kendaraan. Masyarakat yang menggunakan tempat parkir yang berada di Pasar Pegandon memiliki kesadaran yang kurang, karena belum mampu untuk melaksanakan kebijakan penataan area parkir di Pasar Pegandon. Faktor tersebut menjadi penghambat terealisasinya kebijakan suatu penerapan kebutuhan parkir di area pasar Pegandon, maka perlu diberikan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya penataan parkir. Dari hasil uji anova didapatkan nilai signifikan 0.035 yang lebih kecil daripada 0.05 yang berarti ada pengaruh kebutuhan lahan parkir terhadap penataan lahan parkir.
Upaya Hukum Perlindungan Batik Tegalan Sebagai Potensi Indikasi Geografis Muhammad Bagus Setiawan; Simona Bustani
Diktum: Jurnal Ilmu Hukum Vol. 14 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/gb0q5b25

Abstract

Indonesia has a cultural diversity that gives birth to various regional products, one of which is Tegalan Batik from Tegal Regency which has high economic value. This batik has the potential to obtain Geographical Indication protection based on Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications. This study aims to determine whether Tegalan Batik is worthy of being registered as a Geographical Indication Intellectual Property and obtaining legal protection. This study uses a normative method with a descriptive research nature, using secondary data supported by interviews with both parties, data collection through analyzed literature studies and drawing conclusions using deductive methods. Based on the results of the study, it is known that based on Article 1 number 6 of Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications, Tegalan Batik is worthy of obtaining Geographical Indication protection because it has sufficiently fulfilled the elements as a Geographical Indication because it has a reputation, quality, and characteristics that are influenced by geographical environmental factors, both natural and human factors. So by obtaining legal protection, it provides a sense of security needed by craftsmen and the community to enjoy their legal rights and can prevent external threats.