Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efforts of Establishing Disaster Resilient Villages through Kuliah Kerja Nyata Tematik at Disaster Risk Reduction in Purbalingga District Sorja Koesuma; Sarjoko Lelono; Chatarina Muryani; Budi Legowo
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2020): MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v4i1.1063

Abstract

Desa tangguh bencana (Destana) is a program aimed to make a village community prepared for and resilient to disasters. The Destana program was initiated by the National Disaster Management Agency (BNPB) decreed by the Regulation of the head of BNPB No. 1/2012. A village represents the bottom line in the government system and therefore the capacity building for disaster resilience starts from the villages. The number of villages in Central Java reaches 8559 villages, while BNPB, BPBD Province, BPBD Regency/City can only launch Destana on average 30 villages each year from 2013 - 2018. As a result, it takes quite a long time to forming Destana in all villages in Central Java. Therefore, the role of universities, in particular the state universities in forming Destana, is really needed. One of the activities in the formation of Destana was in the kuliah kerja nyata tematik program (KKN PRB) conducted in Purbalingga Regency in 2 villages that were prone to landslides. Provisioning for students refers to Perka BNPB Number 1/2012 by implementing 20 Destana indicators. Gunungwuled village and Panusupan village were the two villages where the KKN PRB done by 10 students each. For 45 days students could build several indicators, i.e. making disaster risk maps calculated based on hazard maps, vulnerability maps, and capacity maps. Next, they made a Landslide Contingency Planning Document with residents and relevant stakeholders. The Village Disaster Risk Reduction Forum consisting of various community components and the BPBD of Purbalingga Regency was also formed. Afterwards, the capacity building activities to the community against disasters were conducted. Finally, an early warning system for landslides in areas with potential landslides was created and warning signs for landslide-prone areas and evacuation route signs were installed. With the help of KKN PRB, the Panusupan village and Gunungwuled village have now become disaster resilient villages.
Pemanfaatan Kotoran Ternak sebagai Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian di Desa Ngombakan Budi Legowo; Anisah Rofiatun; Fitri Nurul Hidayah; Khofifah Siti Nurwangsa; Peggi Cesillia Putri Sitohang; Sekar Melati; Siska Dwi Utami; Sonia Putri Ardana; Thalia Shalsabilla; Wisnu Prasetiyo Putro
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pelatihan  ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas sumber dayamanusia di Desa Ngombakan dalam memanfaatkan kotoran ternak menjadi pupuk organik. Kegiatanpelatihan ini dilaksanakan secara luring diikuti praktik pembuatan pupuk organik secara langsungoleh Tim Mahasiswa KKN UNS kelompok 213 dengan bimbingan dari penyuluh. Partisipasi danantusiame Bapak-bapak kelompok tani dalam kegiatan ini sangat baik, kelompok mitra berkontribusiaktif dalam pengadaan keperluan pelatihan serta aktif berbagi pengalaman dalam mengolah sampah.Dampak dari kegiatan pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok taniDesa Ngombakan dalam mengolah kotoran ternak menjadi pupuk organik dan mengaplikasikannyasecara mandiri dalam pertanian. Kata kunci: pupuk organik, kotoran ternak, kelompok tani, Ngombakan, KKN UNS
Model Laboratorium Lapangan Identifikasi Limbah Cair Menggunakan Metode Cross-Hole Geolistrik Resistivitas Reza Devianta; Budi Legowo; Hery Purwanto
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 3, No 02 (2013): October
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v3i02.1246

Abstract

It has been done a cross-hole method of field laboratory geoelectrical resistivity to identify the wastewater in Grogol, Gatak, Delanggu, Jawa Tengah. Measurements were performed using McOHM 2119C-EL OYO Resistivity meter. The Anomaly of the object that has given of this research is wastewater. The data acquisition of cross-hole model use dipole-dipole geoelectrical configuration. The distance between the two boreholes is 3 m and spaced electrodes that used are 0,1 m; 0,2 m; 0,3 m and 0,4 m. The Data will be taken from the movement of saline water anomaly that mobiles on the ground and each taking every 4 days for 5 times of the data acquisition. A description of the result of the anomaly will be reviewed using RES2DINV 3.56software. The visualization of the movement of wastewater model on day 4th is at a depth of 0,4 m – 0,6 m at a distance x = 0,5 m - 2,5 m with resistivity 10 - 10,8 Ωm. On day 8th is located at a depth x = 0,5 m – 0,8 m, x = 0,5 m – 2,5 m with resistivity 10 - 14 Ωm. And on day 12th is located at a depth of 0,8 m – 1,2 m at a distance x = 0 m – 0,5 m, x = 2,5 m - 3,0 m and x =1,5m - 2,5 m with a resistivity of 12,4 - 15 Ωm.
Pendugaan potensi cadangan volume akuifer air tanah di daerah Sragen bagian timur Darsono Darsono; Sorja Koesuma; Budi Legowo; Ahmad Marzuki; Nuryani Nuryani; Gatot Yuliyanto
Jurnal Teras Fisika: Teori, Modeling, dan Aplikasi Fisika Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Teras Fisika: Teori, Modeling, dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jtf.2026.9.1.18649

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran dan ketebalan akuifer di wilayah timur Kabupaten Sragen menggunakan metode geolistrik tahanan jenis dengan konfigurasi Schlumberger. Data hasil pengukuran di lapangan diolah menggunakan perangkat lunak untuk analisis 1D serta pemodelan 2D dan 3D guna menginterpretasi litologi bawah permukaan dan karakteristik akuifer. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa lapisan bawah permukaan tersusun atas tanah penutup (topsoil), lempung, lempung pasiran, pasir, pasir kerikilan, dan breksi. Zona akuifer umumnya diwakili oleh lapisan pasir dan pasir kerikilan. Pada kecamatan Sambirejo terdeteksi akuifer bebas pada kedalaman antara 1,17-35,7 m dengan ketebalan antara 9,56-31,36 m sedangkan akuifer tertekan pada kedalaman 26,4-90,8 m dengan ketebalan antara 35,8-56,3 m. Pada kecamatan Gondang terdeteksi akuifer bebas pada kedalaman antara 0,8-29,7 m dengan ketebalan antara 12,51-23,59 m sedangkan akuifer tertekan pada kedalaman 100-133 m dengan ketebalan antara 33 m. Pada kecamatan Sambung macan terdeteksi akuifer bebas pada ketertekanan antara 0,59-47,8 m dengan ketebalan antara 4,42-29,04 m, sedangkan akuifer tertekan pada kedalaman 20-121 m dengan ketebalan antara 33,4-93,7 m. Berdasarkan hasil pemodelan 3D, potensi airtanah terbesar terdapat pada lapisan pasir dan pasir kerikilan dengan volume masing-masing sebesar 8,735 × 10⁶ m³ dan 5,435 × 10⁶ m³. Penelitian ini menunjukkan bahwa konfigurasi geolistrik Schlumberger efektif dalam mendelineasi geometri akuifer dan menilai potensi airtanah, khususnya pada wilayah yang rentan terhadap kekeringan musiman seperti bagian timur Kabupaten Sragen. Kata kunci: airtanah, geolistrik tahanan jenis, konfigurasi Schlumberger, akuifer bebas, akuifer tertekan, Sragen.