Hastuti Mulang
PPs STIE Amkop Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Tata Kelola, Manajemen Mutu Terpadu dan Tanggungjawab Sosial terhadap Daya Saing dan Kinerja Operasional Perusahaan Manufaktur Hastuti Mulang
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 4, No 2 (2021): July - December
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v4i2.1181

Abstract

Abstrak Hasil penelitian menemukan tanggungjawab sosial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap daya saing. Hal ini dikarenakan tanggungjawab cenderung bersifat spirit moral perusahaan yang tidak terlalu berkaitan dengan daya saing yang ingin dicapai perusahaan, sehingga tanggungjawab sosial berupa dimensi lingkungan, sosial kemasyarakatan, ekonomi, stakeholder dan sukarela dampaknya tidak signifikan terhadap daya saing perusahaan. Tanggungjawab sosial berpengaruh positif dan tidak signifikan melalui daya saing terhadap kinerja operasional. Tanggungjawab tidak signifikan terhadap kinerja operasional perusahaan karena tanggungjawab sosial tidak bersentuhan langsung dengan kegiatan operasional perusahaan, namun tanggungjawab sosial berkaitan spirit sosial dari pekerja dan lingkungan sosial di sekitar perusahaan. Tanggungjawab sosial berpengaruh positif dan tidak signifikan melalui daya saing terhadap kinerja operasional. Hal ini disebabkan aktualisasi tanggungjawab sosial tidak berkaitan langsung dengan daya saing dan peningkatan kineraj perusahaan. Tanggungjawab cenderung berorientasi pada aspek psikologi pekerja dan kondisi lingkungan kerja, sedangkan daya saing dan kinerja operasional berorientasi pada pencapaian hasil kerja perusahaan. Kata kunci: Tata Kelola, Manajemen Mutu Terpadu, Tanggungjawab Sosial, Daya Saing dan Kinerja Operasional
Efektivitas Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Pengrajin Eceng Gondok Hastuti Mulang; Ajmal As’ad; Rahmi Razak
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 6, No 1 (2023): January - Juny
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v6i1.3872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh Bumdes pada masyarakat pengrajin eceng gondok di Desa Sunggumanai Kecamatan Patallasasang, mengetahui kendala yang dihadapi Bumdes dalam memberdayakan ekonomi masyarakat pengrajin eceng gondok dan cara mengatasinya, dan mengetahui dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat pengrajin eceng gondok setelah mengikuti pemberdayaan yang dilakukan oleh Bumdes. Materi penelitian ini adalah melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat pengrajin eceng gondok di Kabupaten Gowa. Informan utama yaitu pendiri Ketua Bumdes dan pengelola tempat kerajinan di wilayah Patallassang. Sedangkan informan pendukung yaitu 10 orang masyarakat pengrajin yang ikut dalam pemberdayaan yang dilakukan oleh Bumdes. Analisis data yang dilakukan melalui analisis validitas data dan analisis data kualitatif. Proses pemberdayaan ekonomi pada masyarakat pengrajin yang dilakukan oleh Bumdes terdiri dari beberapa cara diantaranya sosialisasi serentak, pelatihan serentak, pelatihan datang ke rumah, dan pelatihan melalui masyarakat yang sebelumnya sudah ikut dalam pemberdayaan dengan dilakukan melalui tiga tahap tersebut. Terdapat kendala dalam proses pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh Bumdes yang dihasilkan dari evaluasi. Kendala tersebut diantaranya partisipasi masyarakat yang menurun, alat yang kurang memadai yang dikarenakan Bumdes kekurangan dana serta tidak ada bantuan dari pihak lain seperti dari pemerintah, serta adanya masa new normal pasca pandemi Covid-19 yang menjadikan proses pemberdayaan dan proses produksi sementara dihentikan. Pemberdayaan ekonomi masyarakat pengrajin yang dilakukan dengan berbagai cara melalui tahap penyadaran dan pembentukan perilaku, tahap transformasi, dan tahap peningkatan intelektual merupakan tahap pemberdayaan yang tepat dan sesuai dalam proses pemberdayaan yang dilakukan oleh Bumdes, akan tetapi tahap pemberdayaan akan jauh lebih baik jika pelaksanaannya berkolaborasi dengan beberapa pihak seperti pemerintah, pelaku usaha, dan lain sebagainya yang membantu dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kata Kunci: Pemberdayaan Ekonomi, Masyarakat Desa, Tanaman Eceng Gondok.