Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Impact Of Supply Chain Management On Food Quality In Culinary Msmes In Jakarta Herman Ruslim; Joyce A. Turangan; Andi Wijaya
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 5, No 1 (2022): January - Juny
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v5i1.1613

Abstract

Abstrak Sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan sektor industri yang dapat diandalkan sebagai indikator dalam stabilitas perekenomian baik di tingkat lokal ataupun daerah. Fungsi UMKM sendiri selain sebagai roda bisnis, akan tetapi juga sebagai pemberdayaan masyarakat pada umumnya. Pemerintah berupaya memotivasi melalui kebijakan-kebijakannya serta dorongan kepada pada pengusaha kecil dan menengah, agar selalu dapat mengembangkan dan memperluas kegiatan usahanya. Pelatihan-pelatihan yang dilakukan kepada para pengusaha kecil dan menengah ini diharapkan dapat dijadikan penambahan nilai pada produk yang mereka buat, seperti halnya pembuatan kemasan maupun kualitas makanan. Akan tetapi kontribusi UMKM masih kecil dikarenakan kurangnya lemahnya daya saing produk UMKM. Daya saing dan performa UMKM yang lemah dapat ditingkatkan oleh supply chain management (manajemen rantai pasokan). Penelitian ini difokuskan pada manajemen rantai pasokan dalam kaitannya dengan kualitas makanan (food quality). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh manajemen rantai pasokan yang dilihat dari kepercayaan (trust), komunikasi (communication), dan adaptasi (adaptation) terhadap kerja sama yang implikasinya terhadap kualitas makanan (food quality). Sampel yang digunakan sebanyak 75 UMKM kuliner di Jakarta. Untuk menguji model penelitian maka dilakukan pengujian secara empirik menggunakan partial least square (PLS). Kata Kunci: manajemen rantai, kerja sama, kualitas makanan
IMPLEMENTASI PELATIHAN DIGITAL UNTUK WARUNG PINGGIR JALAN: INTEGRASI QRIS, MEDIA SOSIAL, DAN AI DALAM PENINGKATAN DAYA SAING UMKM Joyce A. Turangan
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.37018

Abstract

This community service program aims to enhance the competitiveness of roadside stalls (warung) in the Kwitang area of Central Jakarta through the strengthening of digital competencies and the introduction of artificial intelligence (AI) technology. The partners' main challenges include low adoption of digital payment systems, limited digital marketing strategies, and weak financial management practices. The program was implemented through initial surveys, hands-on training, and on-site mentoring, focusing on three key areas: transaction digitalization, digital marketing, and digital financial management. The results show a significant increase in the use of QRIS/e-wallets, social media engagement for promotion, and financial record-keeping using free applications such as BukuKas and Teman Bisnis. In addition, initial awareness of AI for micro-business operations began to emerge among participants. This program demonstrates that practical, participatory, and context-sensitive approaches can effectively support the digital transformation of micro-enterprises and strengthen local economic resilience in the digital business era. ABSTRAK Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing warung pinggir jalan di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, melalui penguatan kompetensi digital dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Permasalahan mitra mencakup rendahnya adopsi pembayaran digital, minimnya strategi pemasaran online, serta lemahnya pencatatan dan pengelolaan keuangan usaha. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan survei awal, pelatihan berbasis praktik, dan pendampingan lapangan yang fokus pada tiga aspek utama: digitalisasi transaksi, pemasaran digital, dan manajemen keuangan digital. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam adopsi QRIS/e-wallet, penggunaan media sosial untuk promosi, serta pencatatan keuangan menggunakan aplikasi seperti BukuKas dan Teman Bisnis. Selain itu, kesadaran awal terhadap pemanfaatan AI dalam usaha mikro mulai tumbuh di kalangan mitra. Program ini membuktikan bahwa pendekatan praktis, partisipatif, dan kontekstual mampu mendorong transformasi digital UMKM secara berkelanjutan dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal di era bisnis digital.