Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMEROLEHAN PRAGMATIK PADA ANAK USIA 3 TAHUN (Studi Pada Asysyifa Ibrahim Warga Kendari Barat) Laode Abdul Wahab
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan No 2 (2013): VOL 6. NO. 2 JULI-DESEMBER 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.303

Abstract

Penelitian mengenai pemerolehan pragmatik pada anak usia tigatahun menarik. Penelitian ini telah dilakukan pada nara sumberAssyifa Ibrahim dipanggil Syifa seorang anak perempuan usia tigatahun tinggal di Kendari Barat pada tanggal 27 Mei 2013 denganteknik rekam, simak, dan catat. Nara sumber sehari-harinyamenggunakan bahasa Indonesia untuk berinteraksi dengan keluargadan teman sepermainannya. Hasil penyimakan, pencatatan dantranskrip perekaman dijadikan data dialog. Data yang tersediamenunjukan bahwa pada setiap konteks dialog terdapat pelanggaranterhadap maksim-maksim dengan frekuensi tertentu. Sebagianjawaban nara sumber bersifat lugas dan sangat informatif atau sudahmematuhi maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara.Pelanggaran maksim lebih disebabkan tidak memadainyapengetahuan nara sumber.Kata Kunci: Pemerolehan Pragmatik, Anak 3 Tahun, Syifa, KendariBarat
MOTIVASI BELAJAR BAHASA ARAB MAHASISWA STAIN KENDARI (Analisis Problem dan Solusinya) Laode Abdul Wahab
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 2013: Vol. 6 No. 1 Januari - Juli 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.291

Abstract

Tulisan ini mencoba melakukan analisis kritis permasalahanrendahnya motivasi belajar bahasa Arab mahasiswa STAIN Kendaridan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Permasalahan diungkapsecara gamblang dan dianalisis dengan menggunakan kerangkakonseptual motivasi belajar bahasa. Permasalahan rendahnyamotivasi belajar bahasa Arab diketahui melalui penelitian danberdasarkan hasil refleksi penulis selama menjadi dosen bahasaArab di STAIN. Penulis menawarkan solusi bahwa untukmeningkatkan motivasi belajar bahasa Arab mahasiswa, dapatdilakukan langkah-langkah strategis dan terintegrasi dalam semuaaspek pembelajaran mulai dari input (mahasiswa), tahap prosessampai pada outcomes dan output. Semuanya dibangun dalamkerangka kebijakan pengembangan pembelajaran bahasa Arab yangmotivasional bagi mahasiswa STAIN Kendari.Kata Kunci: Motivasi Belajar, Bahasa Arab, dan Mahasiswa STAIN.
Pengembangan Bahan Ajar Qawaid Bahasa Arab Berbasis Mind Map untuk STAIN Kendari Laode Abdul Wahab
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol. 9, No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.942 KB) | DOI: 10.31332/ai.v9i2.157

Abstract

Penelitian Pengembangan Bahan Ajar Qawaid Bahasa Arab BerbasisMind Map untuk STAIN Kendari ini telah dilakukan. Pengembanganbahan ajar ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu tahap 1. Analisis, 2.Perancangan, 3. Pengembangan, 4. Evaluasi (Tes), dan 5. Revisi dandihasilkan pengembangan bahan ajar qawaid bahasa Arab berbasis mindmap untuk STAIN Kendari yaitu bahan ajar yang disajikan dalam bentukpola peta dengan berbagai ilustrasi bentuk dan warna yang mempunyaitema besar (utama) yang terhubung dengan tema turunan dan terhubungantara satu dengan yang lainnya yang disertai contoh. Penggunaan bahanajar ini menunjukkan bahwa bahan ajar qawaid bahasa Arab berbasismind map dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa dengan rerata78,59/B+, dan meningkatkan motivasi belajar qawaid. Bagi teman sejawat, agar dapat mengembangkan bahan ajar untuk setiap matakuliahbinaanya dengan menerapkan 5 tahapan pengembangan dengan modelbahan ajar berbasis mind map karena terbukti dapat meningkatkanmotivasi belajar dan hasil belajar mahasiswa. Kegiatan penelitian inibermanfaat dan dirasakan lebih mudah oleh para mahasiswa. Penelitian inimenyarankan pentingnya penelitian yang berproduk buku ajar yang lebihlengkap. Penelitian ini juga merekomendasikan agar dilanjutkan dengenpenelitian mind map sebagai strategi pembelajaran atau strategi belajarmahasiswa untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar.Kata Kunci: Pengembangan Bahan Ajar, Qawaid, Mind Map, STAINKendari
Perilaku Berbahasa Santri Pondok Modern Gontor Pudahoa Laode Abdul Wahab
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 9, No. 1, Mei 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.007 KB) | DOI: 10.31332/ai.v9i1.176

Abstract

AbstrakPerilaku Berbahasa Santri Gontor Pudahoa menarik dan unik. Spirit yang inginditelusuri penulis adalah kesadaran, kesetiaan dan tanggung jawab santri dalammemelihara bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan bahasa daerah.Pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan, wawancara mendalam, danpenelusuran dokumen. Penelitian menghasilkan temuan, di Gontor Pudahoapenggunaan bahasa disesuaikan dengan kehendak kurikulum berdasarkan tingkatkepentingannya. Penonjolan ciri khas Gontor terlihat sangat kentara padapenggunaan bahasa Arab dan Inggris dalam berbagai ranah. Pemilihan bahasadipengaruhi factor santri, guru dan lingkungan, kendati dalam banyak peristiwakebahasaan santri cenderung mentransfer unsur bahasa pertamanya. Penelitian inimenemukan pengaruh pandangan keagamaan santri terhadap perilaku bahasanya.Penggunaan bahasa Arab untuk memuliakan Al-Qur’an, meninggikan agama danmembangun peradaban Islam, bahasa Inggris untuk komunikasi internasional danpengembangan ilmu pengetahuan umum, pilihan bahasa Indonesia sebagai wujudpengabdian kepada Negara, dan bahasa daerah sebagai bentuk bakti dan rasahormat kepada orang tua/keluarga. Muncul kesadaran dan pandangan positifsantri juga terhadap bahasa Jepang, Mandarin dan Korea.Kata Kunci: Perilaku Berbahasa Santri, Pesantren Gontor, Pudahoa
Fenomena Diglosia dalam Masyarakat Keturunan Arab Empang Laode Abdul Wahab
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 8, No. 2 November 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.132 KB) | DOI: 10.31332/ai.v8i2.172

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena diglosia padaMasyarakat Keturunan Arab (MKA) Empang Bogor. Penelitian telahdilakukan dan akar permasalahan diungkap dengan pendekatansosiolinguistik. Objek penelitian adalah tuturan MKA. Pengumpulan datamenggunakan metode pengamatan, wawancara mendalam, dandokumentasi, disertai alat bantu perekaman dan pengkartuan data lingual.Analisis data melalui teknik opadan referensial dan translasional. Adapunpenentuan maknanya menggunakan metode kontekstual. Penelitianmenemukan bahwa MKA di Empang memakai dua variasi bahasa Arabyakni bahasa Arab fusha (BAF) atau bahasa Arab ragam tinggi (H:high)dan bahasa Arab amiyah (BAA) atau bahasa Arab ragam rendah (L:low).Kedua variasi bahasa Arab ini hidup berdampingan dan masing-masingmempunyai peranan tertentu. MKA juga mengenal lapis-lapis penggunaanbahasa, ditinjau dari segi latar belakang penutur, budaya, tingkatpendidikan, dan situasi-kondisi bahasa Arab ketika dituturkan. Merekamemakai dua ragam baku bahasa Arab yang sama-sama diakui dandihormati. Hanya saja fungsi dan pemakaiannya berbeda. Selain keduavariasi bahasa Arab, MKA juga memakai variasi bahasa Sunda Halus(BSH) dan bahasa Sunda Kasar (BSK). MKA di Empang tidak hanyamenggunakan dua bahasa atau dua ragam atau dua dialek secara biner,melainkan bisa lebih dari dua bahasa atau dua dialek itu. Karenanya MKAEmpang membentuk masyarakat yang diglosik. Mereka juga mengalamidouble overlapping diglosia atau situasi pembedaan derajat dan fungsibahasa secara berganda dan double-nested diglosia atau keadaan dalammasyarakat multilingual, terdapat dua bahasa yang diperbedakan satusebagai bahasa T, dan yang lain sebagai bahasa R. Baik bahasa T maupunbahasa R itu masing-masing mempunyai ragam atau dialek yang masingmasingjuga diberi status sebagai ragam T dan ragam R baik terhadapbahasa Arab, bahasa Sunda maupun bahasa Indonesia.Kata Kunci: Diglosia, Bahasa Arab, Masyarakat Keturunan Arab