Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENELITIAN SEBAGAI INSTRUMEN PERBAIKAN KUALITAS KINERJA ORGANISASI PENDIDIKAN SECARA BERKELANJUTAN (CONTINUOUS IMPROVEMENT) Syahrul Syahrul
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 2013: Vol. 6 No. 1 Januari - Juli 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.297

Abstract

Organisasi pendidikan memiliki fungsi strategis dalampencapaian tujuan-tujuan pendidikan, sehingga tata kelola yangbaik menjadi kunci dalam pemberian layanan pendidikan yangbaik. Dengan pendekatan sistem dapat dilihat bahwa layananpendidikan yang diberikan oleh sebuah organisasi pendidikanmencakup: input, proses, dan output. Ketiga aspek tersebutmerupakan satu kesatuan sehingga memerlukan perhatian secaramenyeluruh dan serius.Faktor manusia menjadi kunci sukses dalam pemberianlayanan pendidikan yang berkualitas. Output maupun proses yangberkualitas akan menjadi kenyataan jika ditunjang oleh input yangberkualitas tinggi. Salah satu yang selalu menjadi sorotan dalamkonteks ini adalah bagaimana menciptakan kualitas kinerja yangtinggi bagi para penyelenggara organisasi (termasuk organisasipendidikan). Di dalam organisasi pendidikan setidaknya mencakup4 (empat) komponen, yakni pimpinan, guru/dosen, karyawan/stafadministrasi, dan siswa/mahasiswa. Tiga komponen terdahulubekerja bahu membahu (sinergis) dalam menjawab kebutuhansiswa/mahasiswa. Pertanyaannya adalah bagaimana menjawabkebutuhan internal customer itu? Bagaimana mengetahuikebutuhan mereka? Layanan pembelajaran apa yang cocok bagimereka? Bagaimana seharusnya peran pimpinan? Apakah merekabutuh layanan tambahan selain layanan pokok (pembelajaran),bagaimana hubungan dengan masyarakat? Bagaimana persaingandengan lembaga lain? Dan mungkin banyak lagi deretanpertanyaan yang dapat diajukan.Penelitian (riset) memberi jalan bagi insan lembagapendidikan untuk menemukan masalah dan memberi jalan keluarsecara ilmiah terhadap problem-problem keorganisasian.Pengambilan keputusan-keputusan strategis organisasi sejatinya berdasarkan fakta dan data-data empiris, bukan asumsi/praduga,ataupun rekaan. Kualitas kinerja yang baik dan berkelanjutandapat diraih jika kita bekerja berdasarkan kebutuhan riil pemangkukepentingan (stakeholder), dimana kebutuhan tersebut bersifattidak tetap (dinamis) dari waktu ke waktu.Kata Kunci: riset, internal customer, kualitas kinerja, perbaikanberkelanjutan, dan lembaga pendidikan.
DINAMIKA PEMBELAJARAN METODOLOGI PENELITIAN PADA MAHASISWA JURUSAN TARBIYAH STAIN KENDARI Syahrul Syahrul
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 8, No. 1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.108 KB) | DOI: 10.31332/ai.v8i1.95

Abstract

Secara faktual, pemahaman dan kemampuan meneliti kebanyakanmahasiswa jurusan Tarbiyah STAIN Kendari belum mencapai standarminimal. Hal ini dapat dilihat pada saat seminar proposal dan ujian skripsi,dimana mahasiswa mengalami kesulitan menjawab pertanyaan seperti:“apa masalahnya”, “apa faktanya”, “jelaskan kerangka pikir”, danseterusnya. Sehingga penelitian ini mencoba menelisik dari aspek interaksidosen dengan mahasiswa dalam pembelajaran penelitian di kelas,memahami konsep diri mereka, gaya belajar, dan motivasi berprestasi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif,dimana peneliti terlibat secara aktif di dalam proses pembelajaran sebagaimitra belajar dalam rangka mencapai tujuan-tujuan pembelajaran. Datadatadiperloleh dari hasil pengamatan, wawancara, dan dokumentasi.Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yakni melaluitahapan: reduksi, display, dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: perilaku belajar mahasiswajurusan tarbiyah dapat dilihat manajemen belajar dan strategi belajar yanglemah. Cara pandang terhadap mata kuliah metodologi penelitian baiksebagai “mata kuliah strategis” maupun sebagai “mata kuliah puncak”belum terbangun. Temuan menunjukkan mahasiswa memiliki motivasiberprestasi yang rendah, serta memiliki budaya belajar yang rendah pula.Simpul dari semua temuan itu adalah pada konsep diri yang lemah, yaitutidak peduli terhadap figur ideal yang menjadi contoh dalam belajarmaupun melihat diri sendiri secara ideal (self ideal), rendah kepedulian diridalam kaitannya dengan penilaian orang lain (self image), dan jati diri (selfesteem) yang tidak menunjukkan perilaku committed terhadap kualitas diri.Kata Kunci: Pembelajaran Penelitian, Konsep Diri, Gaya Belajar, MotivasiBerprestasi