Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

THE DIFFERENCE OF PAIN SCALE USING NUMERIC RATING SCALE AND VISUAL ANALOG SCALE IN POST-OPERATIVE PATIENTS Natya Ayu Paluwih; Riama Marlyn Sihombing; Kinanthi Lebdawicaksaputri
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 7, No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v7i1.2224

Abstract

Post-operative pain is acute and subjective therefore the perceived pain intensity will be different. In one of the western Indonesia Hospitals in measuring the pain threshold using 2 tools namely Numeric Rating Scale and Wong Baker Face. Measurement of the pain intensity can be done with NRS and VAS scale. The objective of this research was to identify the difference of pain scale using the NRS and VAS scale in post-operative patients. The research method was descriptive quantitative using comparative approach. The study was conducted on 1 November 2017 – 12 December 2017.The population of the study are the post-operative patients at the In-Patient wards in a private hospital in Western Part of Indonesia. The samples were obtained using purposive sampling with n = 41. Research instrument consists of observation sheet using NRS and VAS scale. The results showed most respondents during the first eight hours using NRS scale had mild pain (80.5%); first 16 hours had light pain (63.4%); and had mild pain in the first 24 hours (85.4%). Using VAS scale, most of the respondents on the first eight hours has mild pain (87.8%); first 16 hours has mild pain (68.3%); and has mild pain in the first 24 hours (87.8%). The conclusion of this study is there is no difference in pain scale of post-operative patients using VAS scale and NRS scale. So, hospitals can also use the VAS scale to assess pain scale in post-operative patients.
A DESCRIPTIVE STUDY ON DETERMINANTS OF PREOPERATIVE PATIENT’S COMPLIANCE USING CHLORHEXIDINE 2% [STUDI DESKRIPTIF TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN PASIEN PRE-OPERASI MENGGUNAKAN CHLORHEXIDINE 2%] Inggrid Claudine; Riama Marlyn Sihombing; Kinanthi Lebdawicaksaputri
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 7, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v7i2.2316

Abstract

Chlorhexidine 2% used as an antiseptic soap in preparation before surgery at a central Indonesian hospital. But there were preoperative patients who are not compliant using Chlorhexidine 2%. The purpose of this study was to identify the determinants of patient compliance in using Chlorhexidine 2% before undergoing surgery. This research used descriptive quantitative design with cross sectional approach. The population was all preoperative patients who used Chlorhexidine 2% with a sample of 53 patients who were determined using purposive sampling technique. This instrument was a questionnaire that was adapted from previous studies and had tested the reliability validity of 30 respondents with r tables between 0.363 - 0.880 and Cronbach's alpha value 0.695. The results showed that more than half (62.3%) of respondents were not eligible to used Chlorhexidine 2%. Respondents with secondary education are 54.7% and more than half (51%) have low knowledge, more than half (67.9%) patients' attitudes are good while most (69.8%) attitudes of health workers are not good, the majority (96.2%)) respondents showed high motivation and almost half (66.1%) had high family support. Future research needs to identify the relationship between health care worker attitudes and compliance using Chlorhexidine 2% as a preoperative preparation.BAHASA INDONESIA Chlorhexidine 2% digunakan sebagai sabun mandi antiseptik dalam persiapan pre operasi di satu rumah sakit swasta Indonesia tengah. Namun masih ada pasien pre operasi yang tidak patuh menggunakan Chlorhexidine 2%. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien dalam menggunakan Chlorhexidine 2% sebelum menjalani operasi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua pasien pre operasi yang menggunakan Chlorhexidine 2% dengan sampel sebanyak 53 pasien yang ditetapkan menggunakan tehnik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya dan telah dilakukan uji validitas reliabilitas kepada 30 responden dengan r tabel antara 0,363 – 0,880 dan nilai Cronbach’s alpha 0,695. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah (62,3%) responden tidak patuh menggunakan Chlorhexidine 2%. Responden dengan pendidikan menengah sebanyak 54,7% dan lebih dari setengah (51%) memiliki pengetahuan rendah, lebih dari setengah (67,9%) sikap pasien baik sedangkan sebagian besar (69,8%) sikap petugas kesehatan tidak baik, mayoritas (96,2%) responden menunjukkan motivasi tinggi dan hampir dari setengah (66,1%) memiliki dukungan keluarga yang tinggi. Penelitian selanjutnya perlu mengidentifikasi hubungan sikap petugas kesehatan dengan kepatuhan dalam menggunakan Chlorhexidine 2% sebagai persiapan sebelum operasi.
Kajian Literatur: Implementasi Advanced Care Directives Di Asia Claudia Adreina Refo; Dinda Kartianty Harefa; Widya Lestari Ralendesang; Yenni Ferawati Sitanggang; Kinanthi Lebdawicaksaputri
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1815.888 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i6.6490

Abstract

ABSTRACT Advance Care Directives (ACD) is a plan made by individuals regarding future care services. ACD can guide care, improve the quality of communication and patient life and reduce unwanted care in the hospital. The purpose of this literature review is to see an overview of how nurses implement ACD in Asian countries. This literature review uses the method of thematic analysis: a simplified approach which is described simply. Data search use three databases such as PMC, EBSCO, and ScienceDirect with the use of Boolean operators AND and OR. Using PRISMA flow diagrams for the article selection process. The article/data analysis carried out using the Critical Appraisal Checklist tools developed by the Joanna Briggs Institute (JBI). The implementation of ACD in Asia has been carried out in countries such as China, Hong Kong, Taiwan, Japan, Singapore and Korea. In the article analysis, ACD implementation can be described in three themes: the implementation of ACD by nurses, the benefits of ACD that are felt by patients, families and nurses and factors that influence nurse implementation. ACD was seen to be crucial for patients in facilitate their wish and needs. Even though physician was the one who initiate the ACD implementation, nurses still play their role as an educator, advocate and also facilitator in the process of ACD implementation. Keyword: Advance Care Directives, Advance Care Planning, Nurses, Asia, Implementation  ABSTRAK Advance Care Directives (ACD) adalah sebuah rencana berisi tentang pelayanan perawatan dimasa depan yang dibuat oleh individu. ACD bertujuan untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan hidup pasien serta mengurangi perawatan yang tidak diinginkan di rumah sakit, serta menjadi petunjuk dalam menjalankan perawatan. Studi literatur ini bertujuan untuk menggambarkan tentang pelaksanaan ACD di negara-negara Asia.  Kajian literatur ini menggunakan metode thematic analysis: a simplified approach. Tiga database digunakan dalam pencarian artikel antara lain; PMC, EBSCO, dan ScienceDirect. Penulis menggunakan Boolean operator AND and OR dalam pencarian. Diagram prisma digunakan untuk menjelaskan proses pencarian artikel yang selanjutnya analisis artikel/data dilakukan menggunakan Critical Appraisal Checklist tools yang dikembangkan oleh Joanna Briggs Institute (JBI). Pelaksanaan ACD di Asia dilakukan di beberapa negara seperti Cina, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Singapura, dan Korea. Dalam analisis artikel ditemukan bahwa pelaksanaan ACD Implementasi tersebut digambarkan dalam bentuk inisiasi pelaksanaan ACD, manfaat ACD yang dirasakan oleh pasien, keluarga serta perawat dan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan ACD. ACD dinilai sangat penting untuk memfasilitasi keinginan dan harapan pasien. Meskipun pelaksanaan ACD di inisiasi oleh dokter, perawat tetap berperan sebagai edukator, advokat dan fasilitator selama proses pelaksanaan ACD. Kata Kunci: Advance Care Directives, Advance Care Planning, Nurses, Asia, Implementation
Religiositas dan Perilaku Caring Perawat dan Bidan di Wilayah Indonesia Tengah Dayning Tyas Pratiwi; Ester Collin Marbun; Octavinny Christiani Zai; Juniarta Juniarta; Kinanthi Lebdawicaksaputri
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.341 KB) | DOI: 10.55644/jkc.v3i1.64

Abstract

Religiositas perawat dan bidan dapat membentuk perilaku caring mereka. Perilaku caring dapat terlihat saat memberikan perhatian melalui sikap, rasa peduli, hormat dan menghargai kepada seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiositas dengan perilaku caring perawat dan bidan. Metode yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan populasi berjumlah 127 orang yaitu perawat dan bidan dengan latar belakang agama Kristen dan Katolik yang bekerja di satu rumah sakit swasta di Indonesia tengah. Teknik convinience sampling digunakan dengan jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 89 orang. Dua kuesioner versi bahasa Indonesia digunakan yaitu The Four Basic Dimensions of Religiousness Scale (4BDRS) untuk mengukur religiositas (Cronbach’s Alpha 0,89) dan kuesioner penelitian mengenai perilaku caring mengacu pada Teori Swanson (Cronbach’s Alpha 0,891). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara religiositas dan perilaku caring perawat dan bidan di Indonesia Tengah (p value=0.47). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan berbagai lokasi dan karakteristik responden penelitian sehingga dapat tergambar hubungan antara religiositas dan perilaku caring perawat dan bidan di Indonesia.
Edukasi Pencegahan Tindakan Bullying Pada Anak Usia Sekolah Dasar Veronica Paula; Renova Oktarini br Sibuea; Kinanthi Lebdawicaksaputri; Edson Kasenda
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v2i2.204

Abstract

Tindakan bullying masalah yang umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja dengan bervariasi kejadian yang terjadi, yang tindakan menggunakan kekuatan untuk menyakiti seseorang melalui perkataan dan perlakuan. Dampak dari tindakan bullying akan membuat depresi hingga bunuh diri, sehingga tindakan bullying ini akan membuat anak lebih beresiko menjadi korban. Tujuan edukasi ini dilakukan untuk dapat mempersiapkan siswa kelas 4 dan kelas 5 SD menghadapi pendidikan ke jenjang lebih tinggi sehingga siswa diharapkan mampu mengenali bullying, menyikapi bullying dengan baik, dan mencegah terjadinya bullying. Metode yang diawali dengan wawancara dengan kepala sekolah kemudian melalui media zoom untuk pertemuan tatap muka. Kegiatan ini terbagi menjadi tiga sesi yakni pre-test, pembelajaran, komitmen dan post-test. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini tingkat pengetahuan dari siswa kelas 4 dan 5 SD semakin baik yang ditunjukan dari hasil pre test dan post test meningkat mampu menjawab pertanyaan setelah pemberian materi tindakan pencegahan bullying. Kesimpulan dari PkM ini menambahkan pengetahuan kepada siswa tentang perilaku tindakan bullying, serta meningkatkan harga diri siswa menjadi seorang yang berharga dihadapan sesama dan Tuhan. Kata kunci: bullying, siswa sekolah dasar, pencegahan, tindakan
Pengingkatan Pengetahuan Warga tentang COVID-19 dengan Webinar: Update Informasi dan Dampak Psikologis Pandemi COVID-19 Dora Irene Purimahua; Riama Marlyn Sihombing; Veronica Paula; Kinanthi Lebdawicaksaputri; Anthina Dorthea Luturmas
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1462

Abstract

Pandemi COVID-19 sontak mengagetkan seluruh dunia termasuk Indonesia. Dalam situasi ini, kebutuhan akan informasi terkini terkait perkembangan penyakit, langkah pencegahan penyebaran, bahkan dampak psikologis pandemi COVID-19 menjadi kebutuhan yang dicari oleh masyarakat di Indonesia. Akses informasi secara online mulai dilakukan dimana-dimana demi tercapainya kebutuhan akan informasi terkini. Berbagai penyuluhan kesehatan secara online mulai dilakukan oleh intitusi pendidikan maupun kesehatan sebagai wujud partisipasi dalam program pemerintah untuk pengingkatan pengetahuan masyarakat tentang COVID-19 serta dampak psikologis yang berpotensi untuk dialami masyarakat. Kegiatan webinar dengan tema update informasi dan dampak psikologis COVID-19 dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait kedua topik tersebut. Webinar melalui zoom meeting dihadiri oleh 145 peserta dari seluruh daerah di Indonesia. Uji Wilcoxon dilakukan untuk menilai perbedaan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelaksanaan webinar. Hasil yang didapatkan adalah, terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan setelah kegiatan webinar (p 0.001). Kegiatan berupa webinar disarankan untuk terus-menerus dilakukan sebagai upaya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pandemi COVID-19.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih Sehat pada Anak Usia Dini dan Orang tua Siswa Riama Marlyn Sihombing; Veronica Paula; Kinanthi Lebdawicaksaputri; Dora Irene Purimahua; Anthina Dorthea Luturmas
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1472

Abstract

Latar belakang: Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan perlu diterapkan di lingkungan sekolah dan dibentuk sejak masa anak-anak. Namun anak usia dini belum memiliki kemampuan untuk menerapkan dan memahami pentingnya kebersihan diri yang layak. Orang tua dan guru berperan untuk meningkatkan kesadaran hidup yang sehat bagi anak usia dini di sekolah maupun rumah. Edukasi PHBS ini suatu tindakan promotif dan preventif pemeliharaan kesehatan masyarakat terhadap penyakit menular yang diharapkan menumbuhkan kepekaan dan kesadaran warga sekolah terhadap hidup sehat. Metode: Kegiatan edukasi PHBS dilakukan dalam dua kelas. Kelas pertama penyampaian materi PHBS kepada siswa menggunakan metode panggung boneka sedangkan kelas yang lain edukasi kepada orang tua siswa dengan metode ceramah dan diskusi. Pada akhir kegiatan peserta mempraktekkan mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir. Evaluasi kegiatan edukasi dilakukan dengan memberikan pre dan post-test kepada orang tua siswa. Hasil: Pengetahuan peserta tentang PHBS mengalami peningkatan dari rata-rata pengetahuan sebelum edukasi sebesar 96,88 menjadi 98,75 setelah edukasi. Siswa dan orang tua dapat mempraktekkan enam langkah mencuci tangan dengan benar. Kesimpulan: Pengetahuan orang tua meningkat setelah dilakukan edukasi PHBS. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki implikasi bagi orang tua dan siswa untuk mempromosikan PHBS baik di sekolah maupun di rumah.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG HIV AIDS DI DESA OEFAFI MELALUI PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT Febtian Cendradevi Nugroho; Roswita Victoria Rambu Roku; Kinanthi Lebdawicaksaputri; Antonia Helena Hamu; Maria Agustina Making; Sabinus Bungaama Kedang; Meyeriance Kapitan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) adalah permasalahan kesehatan dunia yang mengalami peningkatan kasus setiap tahunnya, termasuk di Indonesia. Upaya promotif dan preventif seperti penyuluhan kesehatan berbasis masyarakat menjadi strategi penting dalam mengurangi penyebaran dan stigma terhadap penderita HIV/AIDS. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai HIV/AIDS serta menurunkan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS. Kegiatan dilaksanakan di Desa Oefafi. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan pemanfaatan media edukatif seperti leaflet dan standing banner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai konsep penyakit HIV/AIDS, cara penularan, pencegahan, serta deteksi dini. Selain itu, kegiatan ini turut membentuk sikap masyarakat yang lebih terbuka terhadap orang dengan HIV/AIDS. Media edukasi yang digunakan dinilai efektif karena mudah dipahami dan dapat dibagikan kepada anggota keluarga lainnya. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan berbasis komunitas mampu meningkatkan kesadaran, menurunkan stigma, dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan HIV/AIDS
A Cross-Sectional Study on Knowledge and Attitudes about Sexual Harassment among Nursing Students Lase, Dwi Shinta; Sari, Windi Luvita; Putri, Gabriell Aquera; Cathryne, Joice; Lebdawicaksaputri, Kinanthi
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v13i1.9713

Abstract

Sexual harassment against women is a growing problem that remains unresolved globally. Sexual harassment can cause trauma and even depression in victims. It can lead to psychological trauma and even depression in victims. Based on an initial survey of 20 female nursing students, 85% reported experiencing sexual harassment through words, stares, and whistles. Nurses are one of the health workers who are vulnerable to sexual harassment. The purpose of this study is to investigate the relationship between knowledge and attitudes of nursing students toward sexual harassment. This study employs univariate and bivariate analysis, using a quantitative correlational approach with a cross-sectional design, and the statistical test used is the chi-square test. The sample in this study consists of 199 first-year nursing students selected using purposive sampling. The study was conducted from January to March 2024. The results showed that 147 (73.9%) nursing students had good knowledge and 108 (54.3%) had a positive attitude toward sexual harassment, with a p-value of 0.014, indicating a significant relationship between knowledge and attitude toward sexual harassment. Good knowledge shapes students' attitudes toward sexual harassment. Students must continue to improve their knowledge about sexual harassment. Further research is encouraged to explore factors related to attitudes toward sexual harassment.
HUBUNGAN LAMA MENDERITA PENYAKIT DAN SELF CARE PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II Febtian Cendradevi Nugroho; Kinanthi Lebdawicaksaputri
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus tipe II merupakan penyakit tidak menular bersifat kronis dengan prevalensi yang meningkat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Self-care merupakan bagian penting dalam pengelolaan diabetes untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama menderita penyakit dan tingkat self-care pasien diabetes mellitus tipe II. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 100 responden di Puskesmas Oesapa, Kota Kupang, yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner demografi dan Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia >60 tahun (43%), berpendidikan sarjana (29%), dan memiliki self-care dalam kategori buruk (49%). Analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara lama menderita diabetes dan tingkat self-care (p = 0,122). Disimpulkan bahwa self-care pasien diabetes mellitus tipe II tidak semata ditentukan oleh durasi penyakit. Diperlukan pendekatan holistik dalam mendukung manajemen diri pasien diabetes