Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

SOSIALISASI PROFESI DAN SIKAP CARING PADA MAHASISWA DI FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN Ayu Astari; Grace Solely Houghty; Renova Oktarini br. Sibuea
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 1 No 01 (2015): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v1i01.21

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Sikap caring adalah salah satu identitas profesi keperawatan yang berusaha ditanamkan oleh institusi pendidikan keperawatan melalui proses sosialisasi profesi. Namun, pada kenyataannya ditemukan sikap mahasiswa yang tidak menunjukkan sikap caring. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari tahu ada atau tidaknya hubungan antara sosialisasi profesi dengan sikap caring mahasiswa. Landasan teori yang dipakai adalah model sosialisasi profesi Hinshaw dan Theory of Caring Swanson. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 45 mahasiswa angkatan 2011 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas x. Sample diambil menggunakan teknik total sampling. Data diolah dan dianalisis menggunakan chi-square. Hasil: Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukan nilai signifikansi hubungan sosialisasi profesi dengan sikap caring sebesar 0,019. Uji korelasi sosialisasi profesi dengan setiap kategori caring Swanson menunjukkan hubungan dua sub variabel caring yaitu “knowing” (p value = 0,001) dan “being with” (p value = 0,04) sebagai dua komponen yang sangat dipengaruhi oleh proses sosialisasi profesi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sosialisasi profesi dengan sikap caring mahasiswa. Diskusi: Penelitian ini merekomendasikan agar penelitian selanjutnya dapat mengobservasi perilaku caring mahasiswa sehingga hasil yang didapatkan lebih akurat. Kata Kunci : Sosialisasi Profesi, Sikap Caring, Pendidikan Keperawatan  ABSTRACT Introduction : Caring attitude is one of the professional identity that is tried to be internalized by the nursing education institution through professional socialization process. The process begin since the students entering the faculty and improving as the time goes by. However, in reality, there are students who do not show caring attitude. The aim of this study was to find out if there is a correlation between professional socialization and caring attitude. Theoretical basis used is a model professional socialization Hinshaw and Swanson’s Caring theory. Method: The study used quantitative method with cross-sectional design. The population was 45 batch 2011 nursing students of Faculty of Nursing, University of x, using total sampling technique. The data analyzed using chi-square. Result: The significancy result of the correlation test between professional socialization and caring attitude is 0,019. The study also found that two sub variables of caring that are correlated with professional socialization are “knowing” (p value= 0,001) and “being with” (p value = 0,04). The results of this study indicate that there is significant relationship between professional socialization and sudent’s caring attitude. Discussion: This research recommends that further research can observe nursing student’s caring behavior in order to obtain more accurate results. Keyword: Professional Socialization, Caring attitude, Nursing Education  Full printable version: PDF
Edukasi Pencegahan Tindakan Bullying Pada Anak Usia Sekolah Dasar Veronica Paula; Renova Oktarini br Sibuea; Kinanthi Lebdawicaksaputri; Edson Kasenda
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v2i2.204

Abstract

Tindakan bullying masalah yang umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja dengan bervariasi kejadian yang terjadi, yang tindakan menggunakan kekuatan untuk menyakiti seseorang melalui perkataan dan perlakuan. Dampak dari tindakan bullying akan membuat depresi hingga bunuh diri, sehingga tindakan bullying ini akan membuat anak lebih beresiko menjadi korban. Tujuan edukasi ini dilakukan untuk dapat mempersiapkan siswa kelas 4 dan kelas 5 SD menghadapi pendidikan ke jenjang lebih tinggi sehingga siswa diharapkan mampu mengenali bullying, menyikapi bullying dengan baik, dan mencegah terjadinya bullying. Metode yang diawali dengan wawancara dengan kepala sekolah kemudian melalui media zoom untuk pertemuan tatap muka. Kegiatan ini terbagi menjadi tiga sesi yakni pre-test, pembelajaran, komitmen dan post-test. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini tingkat pengetahuan dari siswa kelas 4 dan 5 SD semakin baik yang ditunjukan dari hasil pre test dan post test meningkat mampu menjawab pertanyaan setelah pemberian materi tindakan pencegahan bullying. Kesimpulan dari PkM ini menambahkan pengetahuan kepada siswa tentang perilaku tindakan bullying, serta meningkatkan harga diri siswa menjadi seorang yang berharga dihadapan sesama dan Tuhan. Kata kunci: bullying, siswa sekolah dasar, pencegahan, tindakan
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Untuk Masyarakat Marisa Junianti Manik; Siska Natalia; Renova Sibuea; Theresia Theresia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.286 KB)

Abstract

Banyak orang yang mengalami henti jantung di rumah, tempat bekerja atau tempat umum tidak tertolong jiwanya karena tidak mendapatkan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dari seseorang. Henti jantung merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia, oleh karena itu kelangsungan hidup tergantung pada adanya RJP yang segera dari siapapun. Jika dilakukan dalam beberap menit pertama, dapat dua atau tiga kali meningkatkan angka kelangsungan hidup seseorang. Studi oleh American Heart Association (AHA) tahun 2010 melaporkan bahwa orang dewasa yang menerima RJP dengan jenis kompresi saja dari seseorang, lebih bertahan daripada yang tidak menerima RJP jenis apapun. Studi lainnya juga memperlihatkan bahwa angka keselamatan dari orang dewasa yang henti jantung dan ditolong oleh seseorang yang bukan tenaga kesehatan hasilnya mirip, baik yang jenis Hands-Only CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation) maupun CPR konvensional. Oleh karena itu, masyarakat perlu diajarkan bagaimana mengenali seseorang henti jantung dan bagaimana melakukan pertolongan Hands-Only CPR, sehingga akan banyak jiwa manusia yang tertolong. Fakultas Keperawatan UPH melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pengenalan dan pembelajaran mengenai pertolongan pada korban henti nafas dan jantung di masyarakat melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar atau RJP dengan jenis kompresi saja. Kegiatan ini sudah dilakukan dengan melatih 367 orang di area sekitar Karawaci dan Tangerang Selatan. Peserta merasakan manfaat dari kegiatan PKM ini dan mengharapkan kegiatan ini diadakan secara periodik sehingga materi dan tehnik RJP tetap dimiliki oleh peserta.
PELATIHAN FIRST AID DAN BANTUAN HIDUP DASAR PADA MAHASISWA Arkianti, Maria Maxmila Yoche; Octaria, Martha; Sibuea, Renova Oktarini br.; Olang, Janwar; Rumerung, Christie Lidya; Matheus, Lae Juan Anbert; Silitonga, Sergio Filishak
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2338

Abstract

Kecelakaan dapat terjadi dimanapun. Dalam perjalanan, sekolah, ruang kelas, ruang olahraga, atau perpustakaan maupun lingkungan kampus. Pertolongan pertama yang cepat dan tepat akan mengurangi kesakitan dan cedera. Selain, ketrampilan dalam memberikan pertolongan pertama, pertolongan pertama pada henti jantung nafas perlu diberikan kepada masyarakat dalam hal ini di lingkungan kampus. Kondisi henti jantung dan nafas dapat terjadi dimanapun dan kapanpun yang bisa disebabkan dari berbagai kondisi dan lingkungan. Dalam serangan jantung, setiap detik berarti. Setiap menit bantuan hidup dasar (BHD) tertunda, peluang korban untuk bertahan hidup menurun sebesar 10%. Salah kegiatan yang dilakukan mahasiswa adalah kegiatan New Student Orientation (NSO). Tujuan kegiatan ini untuk membekali panitia penyambutan mahasiswa baru dengan pengetahuan dasar terkait dengan keterampilan pertolongan pertama serta bantuan hidup dasar. Metode yang digunakan ceramah dan praktek. Kegiatan dilakukan dalam dua sesi. Hasil pre-post kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebanyak 23 poin di sesi pertama dan 39 poin pada sesi kedua. Evaluasi kegiatan, peserta mengatakan pengetahuan meningkat dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Pelatihan Hands-Only Cpr: Meningkatkan Kesiapan Komunitas Dalam Menolong Korban Henti Jantung Manik, Marisa; Siregar, Deborah; Gultom, Eva; Sibuea, Renova; Saputra, Bima Adi; Rumambi, Magda; Lumbantoruan, Septa; Pailak, Heman; Suntoro, Suntoro
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.20100

Abstract

ABSTRAKHenti jantung mendadak merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Salah satu metode yang terbukti efektif adalah Resusitasi Jantung Paru (Cardiopulmonary Resuscitation, CPR), khususnya teknik hands-only CPR yang dapat dilakukan oleh masyarakat umum tanpa pelatihan formal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan hands-only CPR, guna meningkatkan peluang bertahan hidup korban henti jantung mendadak. Kegiatan dilaksanakan di Gereja Katolik Santa Helena Lippo Karawaci pada 12 Januari 2025 dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi, dan return demonstration. Sebanyak 57 peserta yang terdiri dari laki-laki (37%) dan perempuan (63%) mengikuti kegiatan ini. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 6.03 pada pre-test menjadi 9,.14 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 3.11 poin. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta mengenai henti jantung mendadak dan keterampilan melakukan hands-only CPR. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada korban henti jantung mendadak, yang pada akhirnya diharapkan dapat menurunkan angka kematian akibat kondisi tersebut. Kata Kunci: Henti Jantung Mendadak, Hands-Only CPR, Pendidikan Kesehatan, Pengabdian kepada Masyarakat.  ABSTRACT Sudden cardiac arrest is a medical emergency that requires prompt and appropriate treatment. One of the proven effective methods is Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), particularly the hands-only CPR technique, which can be performed by the general public without formal training. This Community Service Activity (PkM) aims to enhance the knowledge and skills of the community in performing hands-only CPR to increase the survival chances of sudden cardiac arrest victims. The activity was conducted at the Santa Helena Catholic Church in Lippo Karawaci on January 12, 2025, using methods such as lectures, discussions, demonstrations, and return demonstrations. A total of 57 participants, consisting of 37% males and 63% females, attended this event. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure the increase in knowledge. The results showed an average increase in knowledge scores from 6.03 on the pre-test to 9.14 on the post-test, with an increase of 3.11 points. This training has proven effective in enhancing participants' knowledge about sudden cardiac arrest and their skills in performing hands-only CPR. This activity also demonstrates that health education can increase community awareness and ability to provide first aid to sudden cardiac arrest victims, ultimately aiming to reduce mortality rates due to this condition. Keywords: Community Service, Hands-Only CPR, Health Education, Sudden Cardiac Arrest
Workshop Perawatan Paliatif Sitanggang, Yenni Ferawati; Fangidae, Erniyati; Juniarta, Juniarta; Sibuea, Renova
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1ab33423

Abstract

Secara global, penyakit kronis atau yang biasa disebut non-communicable diseases mengalami peningkatan. Paling tidak setiap tahunnya menyebabkan kematian. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa penyakit-penyakit kronis ini memerlukan perawatan komprehensif yaitu perawatan paliatif. Akan tetapi, masih banyak layanan fasilitas kesehatan yang tidak memiliki pelayanan paliati fdan bahkan masih banyak perawat yang bahkan belum mengetahui tentang perawatan paliatif. Hal ini menjadi kebutuhan yang sangat penting dan perlu diatasi. Salah satu RS di Bekasi memiliki angka kunjungan pasien dengan penyakit-penyakit kronis. Sedangkan penyakit kronis sebagaimana disebutkan oleh WHO memerlukan perawatan yang komprehensif atau perawatan paliatif. Masih banyak perawat di RS tersebut belum mengetahui dan memahami perawatan paliatif. Sehingga, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para perawat, workshop ini dibuat dan dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Metode pengabdian ini diberikan melalui penyuluhan, diskusi kelompok, pendampingan, demonstrasi dan role play. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa ada nya pelaksanaan workshop diikuti secara antusias oleh peserta, terkhusus saat diskusi kelompok melalui studi kasus, peserta dibagi dalam kelompok dan diberikan pendampingan. 90% peserta menyatakan bahwa mereka berani dan percaya diri untuk mengaplikasikan penyampaian berita buruk kepada pasien di masa mendatang. Saran kepada seluruh perawat adalah untuk terus meningkatkan pengetahuan nya untuk perawatan paliatif lanjutan, sehingga pelayanan yang diberikan kepada pasien dapat meningkat.  
EDUKASI KESEHATAN DAN DETEKSI DINI PENYAKIT PADA KOMUNITAS JEMAAT IHOP JAKARTA Barus, Novita Susilawati; Manik, Marisa Junianti; Gultom, Eva Chris Veronica; Ingrit, Belet Lydia; Sibuea, Renova; Marulianna Sitorus, Fiolenty Bertina; Putri Sihaloho, Shinta Marina Josephina; Suntoro, Suntoro
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2663

Abstract

Pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat dilakukan diberbagai lini, salah satunya melalui kegiatan di gereja. Kegiatan pemberian edukasi dan deteksi pada komunitas Jemaat IHOP Jakarta ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Tujuan dari kegiatan ini untuk deteksi dini risiko atau masalah kesehatan masyarakat sekitar IHOP dan pemberian edukasi kepada orangtua, remaja, dan anak-anak jalanan. Kegiatan yang diperlukan adalah deteksi dini dengan melakukan pengecekan gula darah, kolesterol, asam urat, pengukuran tekanan darah, berat badan dan tinggi badan dan pemberian edukasi kesehatan oleh tim Kesehatan yang terlibat. Kegiatan dilakukan pada hari Sabtu, 23 November 2024 pukul 09.00 WIB di Gereja IHOP Jalan Mangga Besar Raya Jakarta Barat, dengan target peserta yakni jemaat gereja IHOP dan warga disekitar gereja. Peserta yang hadir sebanyak 95 orang, namun 4 orang tidak mengikuti pengecekan, peserta yang hadir berusia 23 – 79 tahun. Hasil menunjukkan IMT peserta normal, mayoritas tekanan darah peserta tinggi pada rentang usia >45 tahun, nilai gula darah peserta normal, nilai kolestrol pada peserta mayoritas tinggi dan nilai asam urat pada perempuan cenderung tinggi dibandingkan laki-laki. Peserta yang memiliki risiko masalah kesehatan diharapkan dapat mengatur pola makan, aktivitas dan rutin pengobatan serta membutuhkan pemantauan dan penanganan secara berkelanjutan.