Husnul Khatimah
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK CINEMATHERAPHY UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI KELAS VII C SMP NEGERI 31 BANJARMASIN Husnul Khatimah; Farial Farial; Eka Sri Handayani
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.285 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v5i2.2180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kedisiplinan siswa sebelum dilaksanakan konseling kelompok dengan teknik cinematheraphy serta untuk mengetahui tingkat kedisiplinan siswa setelah melaksanakan konseling kelompok dengan teknik cinematheraphy dan untuk mengetahui apakah kedisiplinan siswa dapat ditingkatkan melalui konseling kelompok teknik cinematheraphy pada siswa. Penelitian menggunakan pre-eksperimental design yaitu one-group pretest dan posttest design. Prosedur penelitian pretest-treatment-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel 8 responden dari 28 populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala pengukuran melalui angket. Validitas angket menggunakan Pearson Correlation dan reliabilitas menggunakan alpha cronbach. Teknik analisis data menggunakan hitungan statistik deskriptif, dan uji wilcoxon dengan aplikasi IBM SPSS Statistik 25. Hasil pretest siswa ditemukan 8 siswa dengan skor terendah. Hasil posttest siswa ada peningkatan skor dari 8 siswa. Perhitungan uji wilcoxon pada data keseluruhan diperoleh nilai signifikansi (Sig). Sebesar 0,005 kurang dari 0,05. Hal ini berarti ada pengaruh  konseling kelompok dengan teknik cinematheraphy. _________________________________________________________ This study aims to determine the level of student discipline before group counseling with cinematheraphy techniques and to determine the level of student discipline after conducting group counseling with cinematheraphy techniques and to find out whether student discipline can be improved through group counseling cinematheraphy techniques to students. The study used a pre-experimental design namely one-group pretest and posttest design. Pretest-treatment-posttest research procedure. The sampling technique uses purposive sampling. Sample 8 respondents from 28 populations. Data collection techniques using a measurement scale through a questionnaire. The validity of the questionnaire using Pearson Correlation and reliability using alpha cronbach. Data analysis techniques using descriptive statistical calculations, and Wilcoxon test with the application of IBM SPSS Statistics 25. The results of student pretest found 8 students with the lowest score. The students' posttest results increased scores from 8 students. Wilcoxon test calculations on the overall data obtained significance value (Sig). For 0.005 is less than 0.05. This means there is an influence of group counseling with cinematherapy techniques.
URGENSI PENEMUAN HUKUM DALAM PUTUSAN EKONOMI SYARI’AH Husnul Khatimah
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 1 (2024): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v3i1.2171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya penemuan hukum khususnya untuk kasus yang relatif baru dan terus berkembang seperti sengketa ekonomi syari’ah, disertakan contoh Putusan Mahkamah Agung Nomor 669/K/Ag/2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif melalui dokumen-dokumen. Hasil penelitian menjelaskan, pertama: beberapa alasan urgensi penemuan hukum oleh hakim dalam sengketa ekonomi syari’ah yang relative baru bervariasi dan berkembang pesat sehingga dapat menimbulkan sebuah sengketa, yang merupaka persoalan baru dan belum pernah ada aturan, hakim dengan kewenanganya harus menemukan hukum atas perkara yang ditangani nya. Kedua, Putusan Mahkamah Agung memuat penemuan hukum, dengan metode interpretasi penafsiran sosiologis dan metode hukum Islam Ijtihad.
Tanggung Jawab Hukum Direksi Dalam Menyeimbangkan Kepentingan Pemegang Saham Mayoritas Dan Minoritas Husnul Khatimah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i2.2049

Abstract

Perseroan Terbatas merupakan bentuk badan usaha yang memiliki struktur kepemilikan saham yang memungkinkan terjadinya perbedaan kekuatan antara pemegang saham mayoritas dan pemegang saham minoritas. Dominasi pemegang saham mayoritas dalam pengambilan keputusan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada satu sisi merupakan konsekuensi dari prinsip majority rule, tetapi pada sisi lain dapat menimbulkan risiko penyalahgunaan kekuasaan yang merugikan pemegang saham minoritas. Dalam kondisi tersebut, Direksi memiliki posisi strategis karena berkewajiban mengurus perseroan berdasarkan kepentingan perseroan dan tidak semata-mata berdasarkan kepentingan kelompok pemegang saham tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab hukum Direksi dalam menyeimbangkan kepentingan pemegang saham mayoritas dan minoritas serta menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi pemegang saham minoritas dan batas pertanggungjawaban Direksi. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer dan sekunder yang dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab Direksi berlandaskan fiduciary duty, khususnya duty of care dan duty of loyalty, yang mengharuskan Direksi bertindak dengan itikad baik, penuh tanggung jawab, serta mengutamakan kepentingan perseroan. Prinsip Good Corporate Governance, terutama fairness, memperkuat kewajiban tersebut dengan menuntut adanya perlakuan yang wajar terhadap seluruh pemegang saham. Perlindungan terhadap pemegang saham minoritas diwujudkan melalui berbagai hak hukum, termasuk hak menggugat, hak meminta penyelenggaraan RUPS, hak mengajukan gugatan derivatif, dan hak meminta pemeriksaan terhadap perseroan. Business Judgment Rule dapat memberikan perlindungan kepada Direksi terhadap risiko keputusan bisnis, tetapi tidak dapat digunakan untuk melindungi tindakan yang dilakukan dengan itikad buruk, kelalaian, benturan kepentingan, atau penyalahgunaan kekuasaan yang merugikan perseroan dan pemegang saham.