Rifka Khoirun Nada
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Analisis Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Siswa Berkesulitan Menulis (Dysgraphia) di SD Intis School Yogyakarta Aninditya Sri Nugraheni; Rifka Khoirun Nada
LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.967 KB) | DOI: 10.21927/literasi.2016.7(1).1-10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kesulitan guru kelas dalam pengajaran Bahasa Indonesia pada siswa berkesulitan menulis (dysgraphia) di SD Inklusi yang berlokasi di SD Intis School Yogyakarta. Adapun siswa yang diambil sebagai sampel penelitian untuk mengetahui karakteristik siswa dysgraphia ini adalah siswa kelas III yang berjumlah 4 anak. Adapun subjek penelitian ini adalah guru kelas L3 Abu Hanifah dan L3 Abu Hurairah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dan desain studi analisis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang dialami guru dalam mengajar siswa dysgraphia yaitu dalam proses pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Kesulitan dalam proses pembelajaran antara lain: (a) guru belum mengetahui batasan kosakata yang sesuai dengan daya tangkap siswa yang berkesulitan menulis (dysgraphia); (b) penggunaan metode dan strategi dirasa masih kurang tepat; (c) kurangnya layanan pendukung bagi siswa dysgraphia. Kesulitan dalam evaluasi pembelajaran diantaranya: (a) sulitnya mencari indikator yang tepat bagi siswa dysgraphia;(b) sulitnya membuat soal yang berbeda yang sesuai dengan kemampuan siswa dysgraphia; (c) evaluasi pekerjaan siswa yang berkesulitan menulis (dysgraphia). Dengan persiapan yang matang proses pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran dapat lebih terencana dan meminimalkan kendala-kendala yang selama ini dihadapi oleh guru.
Studi Analisis Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Siswa Berkesulitan Menulis (Dysgraphia) di SD Intis School Yogyakarta Aninditya Sri Nugraheni; Rifka Khoirun Nada
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2016.7(1).1-10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kesulitan guru kelas dalam pengajaran Bahasa Indonesia pada siswa berkesulitan menulis (dysgraphia) di SD Inklusi yang berlokasi di SD Intis School Yogyakarta. Adapun siswa yang diambil sebagai sampel penelitian untuk mengetahui karakteristik siswa dysgraphia ini adalah siswa kelas III yang berjumlah 4 anak. Adapun subjek penelitian ini adalah guru kelas L3 Abu Hanifah dan L3 Abu Hurairah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dan desain studi analisis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang dialami guru dalam mengajar siswa dysgraphia yaitu dalam proses pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Kesulitan dalam proses pembelajaran antara lain: (a) guru belum mengetahui batasan kosakata yang sesuai dengan daya tangkap siswa yang berkesulitan menulis (dysgraphia); (b) penggunaan metode dan strategi dirasa masih kurang tepat; (c) kurangnya layanan pendukung bagi siswa dysgraphia. Kesulitan dalam evaluasi pembelajaran diantaranya: (a) sulitnya mencari indikator yang tepat bagi siswa dysgraphia;(b) sulitnya membuat soal yang berbeda yang sesuai dengan kemampuan siswa dysgraphia; (c) evaluasi pekerjaan siswa yang berkesulitan menulis (dysgraphia). Dengan persiapan yang matang proses pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran dapat lebih terencana dan meminimalkan kendala-kendala yang selama ini dihadapi oleh guru.
FATHERLESSNESS AND CHILDREN'S VULNERABILITY TO CHILD GROOMING: AN ANALYSIS FROM DEVELOPMENTAL PSYCHOLOGY AND ISLAMIC PARENTING PERSPECTIVES Rifka Khoirun Nada; Mustolikh Khabibul Umam
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63358

Abstract

The phenomenon of "fatherlessness" the absence of a father figure, whether physically or psychologically is an issue that impacts child development and increases vulnerability to child grooming. This study aims to analyze the relationship between fatherlessness and a child's vulnerability to becoming a victim of child grooming, while also examining the role of the father from an Islamic perspective as a preventive measure. A qualitative approach was employed using a literature review method, analyzing scholarly works, developmental psychology theories, attachment theory, and Islamic studies on parenting. The findings indicate that fatherlessness contributes to an increased risk of child grooming through five key factors: (1) the emergence of "father hunger" (a lack of paternal affection), making children susceptible to trusting others who offer attention; (2) the absence of a protective figure, which weakens supervision and the child's sense of security; (3) low self-esteem, leading children to seek validation outside the family; (4) emotional and social vulnerability resulting from a weak emotional bond with the father, making it difficult for the child to distinguish between genuine care and a perpetrator's manipulation; and (5) an increased risk of engaging in risky sexual behaviors due to a lack of supervision, communication, and the instilling of moral values ​​and boundaries. Fatherlessness also affects the child's overall social, emotional, academic, and psychological development. From an Islamic perspective, the father holds a strategic position as a leader (imam), educator, protector, and role model within the family. Efforts to prevent child grooming can be achieved through the father's active involvement in fostering open communication, providing emotional protection, monitoring the child's digital activities, educating the child on body boundaries and privacy, and remaining attentive to changes in the child's behavior. Thus, strengthening the father's role in parenting is a crucial strategy for building family resilience while minimizing the risk of children falling victim to child grooming.