Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pembelajaran IPA dengan Pendekatan Computational Thinking Berbantuan Scratch Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Arina Novia Dewi; Eko Juliyanto; Rina Rahayu
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 4, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/nse.v4i2.2023

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah (KPM) merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang penting dikuasai peserta didik. Pentingnya KPM bertolak belakang dengan kondisi yang ada. Salah satu pembelajaran yang mampu melatihkan KPM adalah pembelajaran dengan pendekatan computational thinking berbantuan scratch, yaitu melatihkan peserta didik berpikir komputasi. Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui ada tidaknya serta ukuran pengaruh dan (2) besar peningkatan KPM oleh pembelajaran IPA dengan pendekatan computational thinking berbantuan scratch. Desain penelitian dengan pendekatan kuantitatif metode quasi experimental tipe non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas VIII SMP IT Ihsanul Fikri Kota Magelang, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Instrument yang digunakan berupa tes berbentuk essay yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat, uji beda dan uji hipotesis yang terdiri dari uji Theil, uji effect size dan uji N-Gain. Hasil analisis uji Theil dan uji effect size menyatakan adanya pengaruh yang besar terhadap hasil KPM dan pada hasil uji N-Gain kelas eksperimen terjadi peningkatan dengan kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol terjadi peningkatan dengan kategori sedang. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh besar dan (2) terdapat peningkatan tinggi terhadap kemampuan pemecahan masalah melalui pembelajaran IPA dengan pendekatan computational thinking berbantuan scratch.
Pengaruh Pencemaran Air Terhadap Gerakan Operkulum Ikan Nila Rina Rahayu; Riva Ismawati
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2025): Maret
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v8i1.28850

Abstract

Abstract:  Water is very important for fish biota and fish need to get water quality that is maintained clean without any toxic substances in it. Water pollution due to toxic substances inhibits metabolic processes in fish. The purpose of the research is to determine the effect of water pollution on the operculum movement of tilapia. The research method used was an experiment using 3 fish in each treatment. The results showed that clean water and river water had levels in accordance with Indonesian national standards. Sewer water and tofu waste water do not comply with Indonesian national standards for fish survival. Toxic substances contained in sewer water and tofu waste water cause fish operculum movement very quickly and fish experience death. Tilapia in clean water and river water did not experience death and operculum movement was normal. This research can be used as an illustration that water pollution will damage aquatic biota and cause death.Abstrak: Air sangat berperan penting untuk biota ikan dan ikan perlu mendapatkan kualitas air yang kualitas airnya terjaga bersih tanpa adanya zat toksik di dalamnya. Pencemaran air akibat zat toksik menghambat proses metabolisme pada ikan. Tujuan peneelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pencemaran air terhadap gerakan operkulum ikan nila. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan menggunakan 3 ikan dalam setiap perlakuannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air bersih dan air sungai mempunyai kadar sesuai dengan standar nasional Indonesia. Air selokan dan air limbah tahu tidak sesuai dengan standar nasional Indonesia untuk kelangsungan hidup ikan. Zat toksik yang terdapat dalam air selokan dan air limbah tahu menyebabkan gerakan operkulum ikan sangat cepat dan ikan mengalami kematian. Ikan nila yang berada di air bersih dan air sungai tidak mengalami kematian dan gerakan operkulum berjalan secara normal. Penelitian ini bisa dijadikan sebagai gambaran bahwa pencemaran air akan merusak biota air dan menyebabkan kematian