Latif Adam
Pusat Penelitian Ekonomi LIPI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMBANGUN DAYA SAING TENAGA KERJA INDONESIA MELALUI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS Latif Adam
Jurnal Kependudukan Indonesia Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Research Centre for Population, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jki.v11i2.205

Abstract

This paper analyzes current status of the Indonesian labor competitiveness in its ASEAN labor competitiveness context. Labor competitiveness is a key factor that could facilitate and accelerate an economy’s competitiveness. This plays an important role as the main engine of economic growth. Data used is secondary data from the Asian Productivity Organization (APO), ILO, UNDP, and Badan Pusat Statistik, Indonesia. By using descriptive analysis and harnessing labor productivity as a proxy for labor competitiveness, it was found that the position and acceleration of the Indonesian labor competitiveness lag behind those in its several ASEAN neighbors. Main policy challenge that need to be addresed is to reform human resource development strategy with a long-term gradually and simultaneously with efforts to find solutions to the problems of labor competitiveness in the short-medium term. In addition to improving the educational system and resolve skills improvement programs, the government needs to strengthen the integration of its national economy into the global economy as the driving force of skilled labor mobility and channel for knowledge and skills transfers.
ISU KELEMBAGAAN DALAM PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN: PEMBELAJARAN DARI KABUPATEN KLATEN, JAWA TENGAH Latif Adam; Inne Dwiastuti
Jurnal Kependudukan Indonesia Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Research Centre for Population, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jki.v7i2.24

Abstract

Tulisan ini melakukan analisis kelembagaan dalam pembangunan ketahanan pangan. Mengacu kepada pengalaman Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan dengan mengandalkan data primer dan sekunder, tulisan ini menunjukkan masih lemahnya kerangka kelembagaan untuk mendukung pembangunan ketahanan pangan. Akibatnya,Dewan Ketahanan Pangan (DKP) sebagai lembaga formal di bidang pembangunan ketahanan pangan gagal menjalankan perannya dalam menyusun langkah-langkah yang sistematis untuk membangun ketahanan pangan secara berkelanjutan. DKP juga memiliki kapasitas yang tidak terlalu baik untuk mengoordinasikan, mengevaluasi, danmemberikan umpan balik terhadap pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan ketahanan pangan. Kelemahan-kelemahan dalam kerangka kelembagaan itu menghambat Klaten mempertahankan dan meningkatkan ketahanan pangannya. Berdasarkan temuan itu, tulisan ini memberikan beberapa rekomendasi penting sebagai berikut. Pertama, DKP perlu dilengkapi dengan institutional framework yang jelas dan tegas sehinggabisa mengatur mekanisme peran dan tanggungjawab tiap institusi yang terlibat. Kedua, DKP juga perlu dibangun dengan konsensus yangjelas agar bisa mengembangkan sistem koordinasi berdasarkan blue print yang memuat perencanaan jangka pendek, jangkamenengah, maupun jangka panjang dalam pembangunan ketahanan pangan. Ketiga, DKP perlu memiliki kelompok kerja yang bisa meningkatkan mekanisme sinkronisasi dan sinergi program pembangunan ketahanan pangan.