Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISA STANDAR WAKTU PELAYANAN PENYEDIAAN DOKUMEN BERKAS REKAM MEDIK DI RSUD AWET MUDA NARMADA LOMBOK BARAT TAHUN 2019 Murtiana Ningsih; Endang Purnomo
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. `1 (2020): Maret 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data rekam medik di RSUD Awet Muda Narmada Lombok Barat dalam 3 bulan terakhir yakni dari bulan Agustus sampai dengan Oktober tahun 2018 terdapat berkas rekam medik pasien di poli rawat jalan sebanyak 3.432 berkas, dan 565 diantaranya terdapat berkas yang tidak lengkap. Kondisi ini mengakibatkan sistem pelayanan medis yang dilaksanakan akan terganggu terutama waktu menunggu sejak memasukkan kartu sampai pada diserahkannya berkas rekam medik pasien di poli. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisa standar waktu pelayanan penyediaan dokumen berkas rekam medik di RSUD Awet Muda Narmada Lombok Barat Tahun 2019.Penelitian ini merupakan penelitian Survei Analitik, yaitu survei atau penelitian yang mencoba menggali tentang hubungan ketersediaan dan kelengkapan berkas rekam medik pasien dengan standar waktu pelayanan penyediaan dokumen berkas rekam medik di Rumah Sakit Awet Muda Narmada. Berdasarkan hasil uji SPSS dengan menggunakan uji koefisien kontigensi C diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0,318 artinya tingkat kekuatan hubungan antara variabel ketersediaan berkas dengan standar waktu pelayanan penyediaan dokumen berkas rekam medik adalah 0,318 atau hubungan cukup artinya korelasi bernilai signifikan pada angka signifikasi sebesar 0,001. Angka koefisien korelasi pada hasil diatas, bernilai positif, yaitu 0,318, sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat searah (jenis hubungan searah). Berdasarkan hasil uji SPSS diketahui nilai signifikasi sebesar 0,001 karena nilai sig < dari 0,005 atau 0,001 maka artinya ada hubungan yang signifikan (berarti) antara variabel ketersediaan berkas dengan standar waktu pelayanan penyediaan dokumen berkas rekam medik di Rumah Sakit Umum Daerah Awet Muda Narmada Lombok Barat. Saran untuk pihak rumah sakit khususnya kepada Kepala Komite Medik agar menugaskan staf terkait untuk mematuhi SOP mengenai alur kelengkapan berkas rekam medis.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP IDENTITAS PASIEN COVID 19 Farida Ariany; Murtiana Ningsih
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. 2 (2020): Juni 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran Covid 19 telah menjadi salah satu kekhawatiran masyarakat meskipun pada saat awal keberadaan virus ini, berbagai upaya yang berbentuk himbauan dari pemerintah belum benar-benar dipatuhi oleh masyarakat. Bahkan sebagian besar masyarakat menganggap bahwa virus tersebut tidak akan menyebar luas sebagaimana di negara tempat awal penyebarannya. Penyediaan fasilitas rekam medis merupakan alat bukti dalam proses pelayanan kesehatan yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis merupakan milik rumah sakit yang harus dipelihara karena sangat besar manfaatnya bagi pasien, bagi dokter, dan bagi rumah sakit. Dengan metode normatif jurnal ini akan membahas mengenai sejauh mana tanggung jawab rumah sakit terhadap kerahasiaan rekam medis yang diketahui oleh umum, serta untuk mengetahui bentuk tanggung jawab yang diberikan oleh rumah sakit terhadap rahasia rekam medis. Rumah sakit bertanggung jawab menjaga dan melindungi segala informasi terkait kerahasiaan rekam medis pasien. Bentuk pertanggungjawaban yang diberikan oleh rumah sakit berupa tanggung jawab hukum perdata, tanggung jawab hukum administrasi, serta tanggung jawab hukum pidana. untuk mengetahui bentuk tanggung jawab yang diberikan oleh rumah sakit terhadap rahasia rekam medis. Rumah sakit bertanggung jawab menjaga dan melindungi segala informasi terkait kerahasiaan rekam medis pasien. Bentuk pertanggungjawaban yang diberikan oleh rumah sakit berupa tanggung jawab hukum perdata, tanggung jawab hukum administrasi, serta tanggung jawab hukum pidana. Unsur penting yang mempengaruhi dinamika hukum bidang kesehatan salah satunya adalah informed consent. Meskipun tindakan dokter dilindungi, tetapi dalam praktik masih banyak terjadi penyimpangan terhadap hak-hak pasien. Penelitian ini fokus pada perlindungan terhadap identitas pasien.
KEAJAIBAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) Murtiana Ningsih
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan proses membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah dilahirkan dan disusui selama satu jam atau lebih. Prinsipnya, IMD merupakan kontak langsung antara kulit ibu dan kulit bayi, bayi ditengkurapkan di dada atau di perut ibu selekas mungkin setelah seluruh badan dikeringkan. IMD memeberikan keajaiban yang luar biasa baik bagi bayi mupun ibu. Bagi ibu keajaiban yang langsung dirasakan yaitu ibu merasa rileks hal ini akan mengurasi rasa nyeri pada saat pengeluaran plasenta keajaiban yang lain yaitu peningkatan kontraksi uterus sehingga mencegah terjadinya perdarahan pada ibu. Bagi bayi refleks hisapan dan latihan menelan pada satu jam pertama akan sangat membantu untuk pengeluaran colostrum yang sangat bermanfaat untuk kekebalan bayi. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey analitik dengan pendekatan desain Cross sectional, Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Harapan Keluarga karena capaian pelaksaan IMD masih rendah dimana pada satu tahun terakhir yaitu pada tahun 2019 tercatat capaian IMD hanya 52% masih jauh dari target yang ditetapkan, variabel pada penelitian ini yaitu riwayat paritas, pengetahuan ibu dan pelaksanaan IMD. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder dimana populasi pada penelitian ini yaitu ibu yang melahirkan dengan persalinan normal sedangkan sampel penelitian menggunakan sampel jenuh. Hasil penelitian didapatkan bahwa bahwa terdapat 36 ibu dengan pengetahuan baik melakukan IMD dengan nilai P-Value sebesar 0,006 pada CI 95% dimana dari 36 ibu tersebut mempunyai riwayat paritas rendah yaitu memiliki anak kurang atau sama dengan 2. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu mempunyai peranan penting terlihat dari nilai Ratio Prevalensi sebesar 1,615 yang berarti bahwa ibu yang mempunyai pengetahuan baik tentang IMD cenderung akan melakukan IMD sebesar 1, 615 dibandingkan dengan ibu yang mempunyai pengetahuan kurang dan rendah, demikian pula dengan riwayat paritas, ibu dengan paritas rendah lebih termotivasi untuk melakukan hal hal yang bermanfaat untuk bayinya sedangkan ibu dengan paritas tinggi cenderung kurang termotivasi dan merasa kelelahan setelah selesai persalinan terlebih jika ada penyulit persalinan. Saran yang bisa diberikan yaitu meningkatkan edukasi dan motivasi kepada ibu sejak dari kehamilan tentang pentingnya pelaksanaan IMD, tehnis dan manfaat IMD baik bagi ibu maupun bayi.
ANALISA KEPATUHAN PERAWAT DALAM PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI DI UNIT ISOLASI COVID 19 RSUD KOTA MATARAM Murtiana Ningsih; M Karjono
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja khususnya dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan keharusan bagi para tenaga medis khususnya tenaga perawat yang paling berisiko selama pemberian perawatan pasien covid 19. Penelitian ini khusus dilaksanakan di unit isolasi Rumah Sakit Kota Mataram dengan tujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepatuhan tenaga perawat dalam pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) baik itu menyangkut prosedur sebelum dan sesudah memberikan asuhan keperawatan. Observasi dilakukan kepada 38 orang perawat yang bertugas di unit isolasi tidak termasuk perawat yang terkonfirmasi positif covid 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kepatuhan yang tinggi dalam pemakaian Alat Pelindung Diri sesuai prosedur yaitu sebanyak 94,7% hanya 5,3% responden yang kurang patuh. Hal tersebut menunjukkan bahwa upaya keselamatan kerja di unit isolasi RSUD Kota Mataram sangat tinggi dalam penanganan Covid 19. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini yaitu sebagian besar perawat di unit Isolasi RSUD Kota Mataram patuh dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sehingga saran yang dapat diberikan yaitu mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan dalam pemakaian Alat Pelindung Diri (APD), patuh terhadap prosedur yang dikeluarkan rumah sakit baik sebelum maupun setelah memberikan asuhan keperawatan pada pasien covid 19.
CITRA TUBUH BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI DI DESA KURANJI DALANG KECAMATAN LABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT Murtiana Ningsih; Baiq Fathin Ayu Rahmawati
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 9 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 mencatat Prevalensi kurus pada remaja putri di Propinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 12,0% dan prevalensi gemuk sebesar 7,2%. Berdasarkan hasil wawancara kepada 10 remaja putri di Desa Kuranji Dalang diketahui bahwa 7 remaja putri memiliki ket idakpuasan atau citra tubuh negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan citra tubuh dengan status gizi remaja putri di Desa Kuranji Dalang Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan Observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang diteliti sebanyak 66 remaja putri. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan citra tubuh dengan status gizi remaja putri di Desa Kuranji Dalang dengan p value 0.000 < 0.05 (α). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan citra tubuh dengan status gizi remaja putri di Desa Kuranji Dalang. Disarankan kepada pihak Puskesmas Parampuan agar dapat meningkatkan pemahaman remaja akan citra tubuh.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PENDUDUK LAKI-LAKI USIA ≥ 18 TAHUN DI KELURAHAN BINTARO KECAMATAN AMPENANTAHUN 2022 Murtiana Ningsih; Much. Alviyan Rosyadi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 9 No. 4 (2022): Desember 2022
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian hipertensi pada dua tahun terakhir di wilayah kerja Puskesmas Ampenan sebanyak 5402 kasus. Hasil survei awal yang dilakukan di Lingkungan Bugis Kelurahan Bintaro, didapatkan sebanyak 6 orang yang mengalami hipertensi, 5 diantaranya merokok sedangkan 1 orang lainnya tidak merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi pada penduduk laki-laki usia ≥ 18 tahun di Kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan Tahun 2022.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Observasional Analitik dengan pendekatan case-control dengan populasi sebanyak 58 orang, 29 orang sebagai kelompok kasus dan 29 orang lainnya sebagai kelompok kontrol. Tehnik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh sedangkan analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa variabel kebiasaan merokok menunjukkan tidak adanya hubungan dengan kejadian hipertensi (p = 0,070). Kesimpulan dari penelitian ini yatu variabel kebiasaan merokok bukan merupakan faktor risiko kejadian hipertensi pada penduduk laki-laki usia ≥ 18 tahun di kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan. Disarankan bagi tenaga kesehatan yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Ampenan untuk terus melaksanakan upaya pengendalian hipertensi di wilayah kerjanya.