Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERBEDAAN TITER ANTIBODI PASCA VAKSINASI AVIAN INFLUENZA (AI) SUB TIPE H5N1 ANTARA AYAM ARAB DAN AYAM KAMPUNG UNGGUL BALITNAK (KUB) UMUR 50 HARI Maratun Janah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 2 (2019): Juni 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Avian Influenza (AI) yang disebabkan oleh virus AI subtipe H5N1 masih menjadi penyakit viral penting pada unggas yang berdampak kerugian ekonomi cukup besar berupa mortalitas tinggi dan penurunan produksi telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan titer antibodi pascavaksinasi AI subtype H5N1 pada Ayam Arab dan Ayam KUB (Kampung Unggul Balitnak) umur 50 hari. Sampel penelitian yang digunakan yaitu serum Ayam Arab dan Ayam KUB sebelum dan pascavaksinasi AI. Sebanyak masing-masing 10 ekor ayam divaksin AI subtipe H5N1 inaktif. Koleksi serum dilakukan sebelum vaksinasi dan tiga minggu pascavaksinasi untuk mengukur titer antibodi AI melalui uji Hemaglutination Inhibiton (HI). Hasil uji HI menunjukkan ada perbedaan titer antibodi pasca vaksinasi AI sub tipe H5N1 antara ayam Arab dan ayam KUB umur 50 hari. Hasil perhitungan GMT menunjukkan bahwa titer antibodi yang terbentuk pada ayam KUB lebih protektif (17,14825) dibandingkan dengan ayam Arab (5,30326). Maka perlu dilakukan booster lebih dari dua kali terhadap ayam KUB dan ayam Arab untuk memperoleh titer antibodi diatas ambang protektif.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN DEDAK HALUS KAMPUNG DAN PAKAN BIJI-BIJIAN TERHADAP JUMLAH SEL DARAH PUTIH (LEUKOSIT) PADA AYAM KAMPUNG UNGGUL BALITNAK (KUB) UMUR 35 HARI Maratun Janah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 2 (2019): Juni 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pemberian pakan dedak halus kampung dan pakan biji-bijian terhadap jumlah sel darah (leukosit) pada ayam kampung unggul BALITNAK ayam (KUB) umur 35 hari post perlakuanpakan yang di kelompokan menjadi dua kelompok dengan perlakuan yang berbeda. Pengambilan darah dilakukaan 15 hari post pemberian kedua jenis pakan tersebut. Pengambilan darah melalui daerah sayap (vena brachialis) sebanyak 1ml per tabung EDTA (ethylin dhyamin tetra acid) untuk dilakukan penghitungan jumlah sel darah putih (leukosit).Data yang didapatkan diuji dengan ujit-test bebas (independent t-test). Hasil penelitian dengan t test menunjukkan tedapat perbedaan yang nyata antara pemberian pakan biji-bijian (P1) (11.972200/mm3±1,1138025/mm3) dan pakan dedak halus kampung (P0) (9.512,000/mm3±0,7146070/mm3) p< 0,05.
PENGARUH LAMA PEYIMPANAN TELUR AYAM ARAB(Gallus turcicus) TERHADAP DAYA TETAS Maratun Janah; Supriadi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 2 (2016): Juni 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk pengaruh lama penyimpanana telur ayam arab (Gallus turcicus) terhadapa daya tetas telur. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juni 2015didaerah Majeluk Kota Mataram. Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi seperangkat mesin tetas, pengukur suhu, box ayam DOC, bak air, bak pembrsih, telur ayam, bola lampu, desinfektan, egg tray, egg candler (lampu teropong), hygrometer(pengukur kelembapan mesin tetas). Metode penelitian meliputi (1) Persiapan MesinTetas, (2) Peletakan telur dalam mesin tetas (3) Penetasan telur. Telur ayam Arab dibersihkan dan diberi tanda sesuai dengan berat telur kemudian disusun kedalam rak telur yang telah diberi sekat pemisah antar setiap perlakuan dimana telur yang ringan berada di sisi kiri mesin tetas, telur sedang berada ditengah dan telur berat berada dibagian sisi kanan mesin tetas dengan posisi bagian ujung yang tumpul berada diatas dengan kemiringan 45 O . Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu penyimpanantelur, maka semakin rendah daya tetasnya.