Ahmad Multazam
Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH BAHAN BAKAR ALTERNATIVE BIJI JARAK LAMBAH UNTUK BAHAN BAKAR ALTERNATIVE KOMPOR MASAK SKALA RUMAH TANGGA TERHADAP HASIL MASAKAN Ahmad Multazam
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. 2 (2020): Juni 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi merupakan komponen utama bagi seluruh kegiatan makhluk hidup di bumi. Sumber energi utama bagi manusia adalah sumber daya alam yang berasal dari fosil karbon. Prediksi produksi minyak Indonesia menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM ) tahun 2010, akan mengalami kelangkaan yang sangat ekstrim 5-10 tahun lagi. Salah satu komoditas pertanian yang potensial saat ini untuk dijadikan bahan bakar nabati diantaranya jarak pagar. Pengembangan tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) sebagai bahan bakar alternatif mempunyai potensi yang sangat besar, selain menghasilkan minyak dengan produktivitas tinggi, dapat juga dijadikan bahan bakar untuk memasak (Budiman dkk, 2010). Maka daripada itu dalam penelitian ini kami mencoba melakukan penelitian dengan metode experiment dengan memanfaatkan nilai/kandungan kalor yang dimiliki oleh biji jarak tersebut untuk memasak kebutuhan dapur dengan memperhatikan hasil akhir masakan (rasa, aroma dan tampilan) dan veriabel pembeda adalah bahan bakar LPG, dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa memasak dengan menggunakan bahan bakar alternative biji jarak memang tidak mempengaruhi hasil akhir masakan (bau,warna dan rasa) namun yang menjadi kendala waktu untuk mematangkan lama jika dibandingkan dengan bahan bakar LPG dan harus memiliki tungku rancangan khusus untuk supaya apinya nyala dengan konsisten.
PENGARUH KONSUMSI BAHAN BAKAR BIJI JARAK TERHADAP VOLUME TUNGKU Ahmad Multazam
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. 4 (2020): Desember 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis energi, khususnya bahan bakar minyak tanah masih menjadi masalah yang belum sepenuhnya teratasi. Pada kondisi sekarang, di banyak daerah ketersediaan minyak tanah semakin sulit, apalagi dengan adanya program nasional tentang konversi energi. Pengguna bahan bakar minyak tanah semakin mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya dengan adanya pencabutan subsidi bahan bakar termasuk minyak tanah, salah satu solusi untuk mengantisipasi sedikit mengurangi penggunaan bahan bakar posil adalah bahan bakar alternative. Bahan bakar alternatif mempunyai potensi yang sangat besar, selain menghasilkan minyak dengan produktivitas tinggi, dapat juga dijadikan bahan bakar untuk memasak (Budiman dkk, 2010). Maka daripada itu dalam penelitian ini kami mencoba melakukan penelitian dengan metode experiment dengan julul pengaruh konsumsi bahan bakar biji jarak terhadap volume tungku, percobaan dilakukan dengan tiga percobaan Kompor dengan kapasitas 250 g, konsumsi bahan bakar sebanyak 175 gram biji jarak per jam menghasilkan nyala api di dalam kompor sekitar 320Oc Kompor dengan kapasitas 600 g, konsumsi bahan bakar sebanyak 300 gram biji jarak per jam menghasilkan nyala api di dalam kompor sekitar 420Oc Kompor dengan kapasitas 1000 g, konsumsi bahan bakar sebanyak 690 gram biji jarak per jam menghasilkan nyala api di dalam kompor sekitar 520Oc, dari data yang dihasilkan semakin besar kapasitas dan volume kompor maka semakin besar pula konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan sesuai dengan percobaan yang dilakukan selama 3 kali percobaan dengan kapasitas yang berbeda.
PENGARUH KONSUMSI BAHAN BAKAR BIJI JARAK TERHADAP VARIASI GASIFIKASI Ahmad Multazam
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelangkaan bahan bakar terutama bahan bakar fosil, mengundang kekhawatiran akan konsumsi energi di masa depan. Bahan bakar minyak seperti bensin merupakan sumber energi utama yang dibutuhkan untuk transportasi. Untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari, masyarakat perkotaan umumnya sudah menggunakan bahan bakar gas (LPG), sementara masyarakat pedesaan lebih suka menggunakan minyak tanah. Jarak pagar (Jatropha curcas L.) Minyak yang terkandung dalam biji jarak pagar utuh sebesar 30–40%, sedangkan pada kernel atau biji yang telah dipisahkan kulit bijinya sebesar 40–50% (Kandpal & Madan 1995). Kandungan minyak yang cukup besar itu, menyebabkan biji jarak pagar dapat digunakan langsung sebagai bahan bakar, Maka daripada itu dalam penelitian ini kami mencoba melakukan penelitian dengan metode experiment dengan julul pengaruh konsumsi bahan bakar biji jarak terhadap variasi gasifikasi dengan kapasitas 600 g, konsumsi bahan bakar sebanyak 300 gram biji jarak per jam menghasilkan nyala api di dalam kompor sekitar 420oC , kapasitas 450 g, konsumsi bahan bakar sebanyak 170 gram biji jarak per jam menghasilkan nyala api di dalam kompor sekitar 325oC dapat menyubstitusi penggunaan LPG sebesar 20% atau mengganti penggunaan kayu bakar sebesar 35% untuk kebutuhan memasak skala rumah tangga. dari data yang dihasilkan semakin besar kapasitas dan volume kompor maka semakin besar pula konsumsi udara (gasifikasi) yang di perlukan pada stiap proses pembakaran, konsumsi bahan bakar, volume dan gasifikasi berbanding lurus dengan nyala api yang di hasilkan.
EFEKTIVITAS KULIT BIJI ASAM JAWA SEBAGAI EKSTRAKTOR MINYAK PADA PEMBUATAN MINYAK KELAPA MURNI (VIRGIN COCONUT OIL) M Ali Ilyas; Ahmad Multazam; Alpiana Hidayatulloh
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 9 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan kelapa merupakan tumbuhan tropis yang banyak tumbuh di Lombok, dan digunakan oleh masyarakat sebagai bahan baku untuk membuat minyak goreng. Namun pembuatan minyak goreng biasa dilakukan dengan cara basah yaitu pemanasan atau cara konvensional. Kelemahan cara ini adalah hilangnya bahan-bahan organik alami yang berperan sebagai antioksidan serta meninggikan kadar lemak jenuh pada minyak. Berdasarkan hal ini maka peneliti menggunakan ekstraktor alami untuk mengekstrak minyak kelapa dari parutan kelapa dalam menghasilkan minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil). Bahan alami yang digunakan sebagai ekstraktor dalam penelitian ini adalah kulit biji asam, karena kulit biji asam tidak dimanfaatkan oleh masyarakat dan berpotensi sebagai limbah. Pemilihan kulit biji asam jawa karena memiliki kandungan asam-asam organik yang dapat menghidrolisis ikatan lipoprotein pada kelapa sehingga dapat memisahkan minyak dengan protein dan karbohidrat pada kelapa. Penelitian ini dilakukan daengan mencampurkan parutan daging kelapa dengan kulit biji asam jawa yang sudah dihaluskan dengan perbandingan 4:1. Adapun minyak yang dihasilkan berwarna kuning keemasan dan hampir tidak beraroma, yang merupakan ciri khas dari VCO. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah massa jenis dan kadar air. Massa jenis dari VCO yang dihasilkan adalah 0,878 g/mL dan kadar airnyahanya 0,1712 %. Masing-masing kedua indikator ini memenuhi persyaratan SNI untuk VCO.
DAMPAK TEMPERATURE BAHAN BAKAR ALTERNATIVETERHADAP TASTE MASAKAN Ahmad Multazam
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 9 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi merupakan komponen utama bagi seluruh kegiatan makhluk hidup di bumi.Sumber energi utama bagi manusia adalah sumber daya alam yang berasal dari fosil karbon. Prediksi produksi minyak Indonesia menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM ) tahun 2010, akan mengalami kelangkaan yang sangat ekstrim 5-10 tahun lagi.Salah satu komoditas pertanian yang potensial saat ini untuk dijadikan bahan bakar nabati diantaranya jarak pagar.Pengembangan tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) sebagai bahan bakar alternatif mempunyai potensi yang sangat besar, selain menghasilkan minyak dengan produktivitas tinggi, dapat juga dijadikan bahan bakar untuk memasak (Budiman dkk, 2010). Maka daripada itu dalam penelitian ini kami mencoba melakukan penelitian dengan metode experiment dengan memanfaatkan nilai/kandungan kalor yang dimiliki oleh biji jarak tersebut untuk memasak kebutuhan dapur dengan memperhatikan hasil akhir masakan (rasa, aroma dan tampilan) dan veriabel pembeda adalah bahan bakar LPG, dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa memasak dengan menggunakan bahan bakar alternative biji jarak memang tidak mempengaruhi hasil akhir masakan (bau,warna dan rasa) namun yang menjadi kendala waktu untuk mematangkan lama jika dibandingkan dengan bahan bakar LPG dan harus memiliki tungku rancangan khusus untuk supaya apinya nyala dengan konsisten.