Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG DEMAM TIFOID DENGAN KEBIASAAN JAJAN PADA ANAK DI WILAYAH KERJA RSUD MALA KECAMATAN MELONGUANE KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Maarisit, Christanti Lidya; Sarimin, Sisfiani; Babakal, Abram
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5666

Abstract

Abstrack : Typhoid fever is a bacterial infection in humans caused by salmonella thypi disorder characterized by prolonged fever, abdominal pain, diarrhea, delirium, spenomegali, and sometimes accompanied by complications of bleeding and bowel perforation. The emergence of typhoid fever is a lack of parental attention on the bad habits that snack at random in children. The purpose of this study is to analyze the relationship of parental knowledge about the habit of eating snacks typhoid fever in children in the working area of the General Hospital of the District Mala Melonguane Talaud Islands. This Study Methods used a survey method with the analytic cross sectional design. The samples in this research uses purposive sampling technique to sample as many as 30 people. Results of analysis using Fisher's Exact test statistic chi-square that matches the value of ρ = 0.047 <0.05. The conclusion of this study is that there is a relationship parents knowledge about the habit of eating snacks typhoid fever in children in the region of the Regional Public Hospital District of Mala Melonguane Talaud Islands.Keywords: Knowledge, Typhoid Fever, Snack Habits In Children.Abstrak : Demam tifoid merupakan suatu infeksi bakterial pada manusia yang disebabkan oleh salmonella thypi gangguan ditandai dengan demam berkepanjangan, nyeri perut, diare, delirium, spenomegali, serta kadang – kadang disertai komplikasi perdarahan dan perforasi usus. Munculnya penyakit demam tifoid yaitu kurangnya perhatian orang tua mengenai kebiasaan buruk yaitu jajan sembarangan pada anak. Tujuan Penelitian ini ialah menganalisa hubungan pengetahuan orang tua tentang demam tifoid dengan kebiasaan jajan pada anak di wilayah kerja Rumah Sakit Umum Daerah Mala Kecamatan Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitan ini menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel penelitian sebanyak 30 orang. Hasil Penelitian menggunakan analisis uji statistik Fisher's Exact chi-square yang mendapatkan hasil nilai ρ = 0,047 < 0,05. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan pengetahauan orang tua tentang demam tifoid dengan kebiasaan jajan pada anak di wilayah kerja Rumah Sakit Umum Daerah Mala Kecamatan Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud.Kata Kunci : Pengetahuan, Demam Tifoid, Kebiasaan Jajan Pada Anak
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS PADA ANAK USIA SEKOLAH DI DESA TABANG BARAT KECAMATAN RAINIS KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Lawita, Andrep Jusak; Sarimin, Sisfiani; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.9592

Abstract

ABSTRACT:Dermatitis is derived from the word derm/o-(skin) and and itis (inflammation),so that dermatitis can be translated as a condition in which the skin is inflamed. Thisresearch purpose is to know whether there is a relationship to environmental factors withdermatitis incident in children of school age in the village of West Tabang, Rainis District ofTalaud Island. The research design is descriptive analytic with a cross sectional approach.Engineering samples of data collection is done by sampling the total number of 35 children.The results of this study using the chi-square test, of 35 respondents (100%) found thatelementary school-age children have a good environment (LBA) with acute dermatitis asmany as 11 respondents (31.4%), and chronic dermatitis as one respondent (2.9 %). Whileelementary school children who have a bad neighborhood (LKB) with acute dermatitis is asmuch as 4 respondents (11.7%) and chronic dermatitis 19 respondents (54.3%). So that thevalue is p = 0.00 smaller than á = 0.005. Conclusions from the research that has beenconducted in the village of West tabang Rainis District of Talaud Islands is there arelationship between environmental factors with dermatitis incident in children of school age.Constructive suggestions are expected to be a scientific contribution and information forfurther research on the relationship of environmental factors with dermatitis incident inchildren of school age.Keyword : Dermatitis, Environmental FactorsABSTRAK:Dermatitis berasal dari kata derm/o- (kulit) dan itis (Radang/inflamasi), sehinggadermatitis dapat diterjemahkan sebagai suatu keadaan di mana kulit mengalami inflamasi.Tujuan Penelitian Untuk mengetahui apakah ada hubungan faktor lingkungan dengankejadian dermatitis pada anak usia sekolah di Desa Tabang Barat Kecamatan RainisKabupaten Talaud. Desain Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif analitikdengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel Teknik pengambilan datadilakukan dengan total sampling dengan jumlah 35 Anak. Hasil Penelitian denganmenggunakan uji chi-square dari 35 responden (100%) didapatkan,bahwa anak usia sekolahdasar memiliki lingkungan baik (LBA) dengan dermatitis akut sebanyak 11 responden(31,4%), dermatitis kronik sebanyak 1 responden (2,9%). Sedangkan anak sekolah dasar yangmemiliki lingkungan kurang baik (LKB) dengan dermatitis akut sebanyak 4 responden(11,7%) dan dermatitis kronik 19 responden (54,3%). diperoleh nilai yaitu p=0,00 yang lebihkecil dari á = 0,005. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa TabangBarat Kecamatan Kecamatan Rainis Kabupaten Kepulauan Talaud, terdapat hubungan antarafaktor lingkungan dengan kejadian dermatitis pada anak usia sekolah. Saran diharapkanmenjadi sumbangan ilmiah dan informasi untuk peneliti selanjutnya tentang hubungan faktorlingkungan dengan kejadian dermatitis pada anak usia sekolah.Kata Kunci : Dermatitis, Faktor Lingkungan
Pemberdayaan Masyarakat Tentang Air Susu Ibu Dan ASI Perah Melalui Edukasi Dalam Upaya Pencegahan Stunting Sarimin, Sisfiani; Ponidjan, Taty Setyawati; Syahrir, Syenni
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4184

Abstract

Faktor resiko stanting sendiri antara lain status gizi, lingkungan juga ASI eklusif, makanan pendamping ASI, berat badan lahir rendah,Pendidikan orang tua, pendapatan orang tua, penyakit infeksi diare, dan pola pemberian makanan. Seorang anak yang minum ASI eksklusif mempunyai tumbuh kembang yang baik, hal ini dikarenakan di dalam ASI terdapat antibodi yang baik sehingga membuat anak tidak mudah sakit, selain itu ASI juga mengandung beberapa enzim dan hormon. Kondisi masyarakat yang menjadi penyebab rendahnya cakupan pemberian ASI adalah minimnya pemahaman dan kesadaran seorang ibu atas pentingnya ASI bagi pertumbuhan anak. Selain pengetahuan yang kurang memadai, ibu dan masyarakat juga lebih sering terpapar dengan iklan produk susu yang menyajikan informasi bahwa susu formula dapat digunakan sebagai pengganti ASI. Upaya dalam pencegahan stunting salah satunya adalah perubahan perilaku masyarakat melalui program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang semuanya berupaya untuk melakukan intervensi dalam perubahan perilaku positif terkait dengan pengetahuan ibu tentang ASI dan ASI perah, yaitu dengan memberikan pelatihan melalui ceramah, pemutaran video dan praktek 3 station bagi kader Kesehatan, kader pembangunan manusia dan ibu ibu PKK.Hasil pelaksanaan kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang ASI, cara memerah ASI, menyimpan dan menyiapkan ASI perah.