Jessica Jessica
Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FASILITAS OLAHRAGA INTERAKTIF DI RAWA BUNGA Jessica Jessica
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v2i2.8549

Abstract

Rawa Bunga population is constantly increased as time goes by. The increasing population in Rawa Bunga is leading to a change in land-use planning. The initial planning which create a balance between commercial and housing is forced to change into domination of housing. Although the housing community is constantly increased, but the government didn’t increased the community facility or third place in Rawa Bunga. This condition is causing a huge problem for the community to satisfy their daily basic needs. Even more, they started to occupy every vacant place for their activity and making problems for other people. The objective of this design is making a third place for the community of Rawa Bunga that can help them to socialize and interact with each other. The design method is divided into two parts, the first part is collecting data from observation, urban study, and analysis. The second part is start from the program and follow the theory of activity tipology. The design idea is a community facility or third place for interactive sport, sport and interactive technology is chosen because the community in Rawa Bunga loves sports. In addition, the third place will inserted by Betawi culture to introduce the genius loci of Rawa Bunga. Keywords:  interactive sports; Rawa Bunga; Third Place AbstrakKelurahan Rawa Bunga memiliki jumlah penduduk yang selalu meningkat seiring berjalannya waktu. Peningkatan jumlah penduduk yang terjadi berdampak kepada perubahan fungsi lahan yang tidak semestinya seperti Rancangan zonasi awal yang mempunyai komposisi yang seimbang antara komersial dan hunian. Tetapi pada kenyataannya, fungsi lahan yang ada didominasi oleh hunian. Walaupun fungsi hunian bertambah, tetapi tidak diiringi pertambahan third place yang memadai. Akibatnya adalah masalah beruntun berupa kebutuhan dasar manusia yang tidak terpenuhi. Dampak yang dihasilkan adalah pelaksanaan aktivitas masyarakat di tempat – tempat yang tidak semestinya sebagai ganti fasilitas lingkungan yang tidak memadai. Tujuan dari perancangan ini adalah berusaha memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di Kelurahan Rawa Bunga akan aktivitas penunjang seperti sosialisasi dan interaksi baik antar manusia maupun dengan lingkungannya melalui third place. Metode Perancangan yang dipakai dibagi menjadi dua tahap, pertama tahap pencarian data dengan metode empiris yaitu observasi, studi kota dan analisis. Tahap kedua, Tahap perancangan dimulai dari hasil yang didapat dari analisis berupa program. Program akan diolah dengan pendekatan metode desain tipologi kegiatan. Ide dari perancangan ini adalah fasilitas lingkungan atau third place dengan aktivitas olahraga yang memakai teknologi interaktif untuk membantu proses sosialisasi dan interaksi baik antar manusia maupun dengan lingkungannya. Olahraga dipilih karena masyarakat di Rawa Bunga senang dengan aktivitas yang bersifat olahraga dan tidak lupa juga disisipi elemen kebudayaan Betawi untuk memperkenalkan genius loci kawasan Rawa Bunga.
WISATA BAHARI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN CISOLOK- PELABUHANRATU Jessica Jessica; Tony Winata
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24275

Abstract

Cisolok is part of Pelabuhanratu Bay which is now part of UNESCO, where UNESCO wants to make Pelabuhanratu Bay a wonderful Indonesia-based tourism zone called Ciletuh-Geopark. Meanwhile, Tourism Development in the Pelabuhanratu Bay area is being designed in such a way that Pelabuhanratu has a tourist area development. This resulted in an idea for the development of marine tourism, especially in Cisolok. This marine tourism arises as a result of fishermen on the Cisolok coast who experience difficulties in carrying out their work and make their economic and social value decrease every year. Besides that, there are also several designs that failed, such as lobster cultivation to the construction of the cisolok dock. If this phenomenon is carried out further, it will make it more difficult for local fishermen to live their lives, especially in terms of social and economy. Even though the potential for fish and nature that they produce is quite a lot, with their beautiful geographical conditions, they can also be used as a place and identity for their region. So that one of the architectural solutions that can overcome this phenomenon is to change the development of the local area by providing advice and supporting infrastructure for fishermen, especially the Cisolok Pelabuhan Ratu fishermen so that local fishermen get supporting facilities both as a convenience for them to work and provide them with opportunities to attract the wider community to local fishermen through docks, tourist attractions, and fish markets. In this discussion, a marine tourism plan in the form of water and aquariums is designed to provide welfare for fishermen and the Cisolok Pelabuhan Ratu community without changing their living habits every day. Keywords:  Cisolok; fisherman; life; Pelabuhanratu; tourism Abstrak Cisolok merupakan bagian dari Teluk Pelabuhanratu yang sekarang menjadi bagian dari UNESCO, dimana UNESCO ini ingin menjadikan Teluk Pelabuhanratu menjadi zona wisata berbasis wonderful Indonesia yang bernamakan Ciletuh-Geopark. Sementara itu, Pengembangan Pariwisata pada daerah Teluk Pelabuhanratu ini sedang dirancang sedemikan rupa agar Pelabuhanratu memiliki pengembangan daerah wisata. Hal ini mengakibatkan, adanya ide untuk pengembangan wisata bahari khususnya di Cisolok. Wisata bahari ini muncul akibat para nelayan di pesisir pantai Cisolok yang mengalami kesulitan dalam menjalankan pekerjaan mereka dan membuat nilai ekonomi dan sosial mereka menurun setiap tahunnya. Selain itu ada juga berapa perancangan yang gagal dilakukan seperti budidaya lobster hingga pembuatan dermaga cisolok. Fenomena ini jika dilaksanakan lebih lanjut akan membuat para nelayan setempat makin kesulitan dalam menjalani hidup terutama dalam segi sosial dan ekonomi. Padahal potensi ikan dan alam yang mereka hasilkan cukup banyak dengan kondisi geografis mereka yang indah juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat dan identitas wilayah mereka. Sehingga salah satu solusi arsitektur yang dapat menanggulangi fenomena tersebut adalah merubah pengembangan wilayah setempat dengan memberikan saran dan prasarana penunjang bagi nelayan khususnya nelayan Cisolok Pelabuhan ratu ini agar nelayan setempat mendapatkan fasilitas penunjang baik sebagai kemudahan mereka dalam bekerja maupun memberikan mereka peluang daya tarik kepada masyarakat luas terhadap nelayan setempat melalui dermaga, tempat wisata, maupun pasar ikan. Pada pembahasan kali ini, sebuah perencanaan wisata bahari dalam bentuk air dan akuarium yang dirancang guna memberikan kesejahteraan bagi nelayan dan masayarakat Cisolok Pelabuhan Ratu tanpa merubah kebiasaan hidup mereka tiap harinya.