Petrus Rudi Kasimun
Prodi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Universitas Tarumanagara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KOMPLEK BIARA KOTA KONTEMPORER BERBASIS WISATA DI KECAMATAN TAMANSARI Tri Putra Bhakti; Petrus Rudi Kasimun
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3965

Abstract

Biara sebagai bangunan pewadah kehidupan monastik, memiliki sejarah panjang dan telah berkembang selama 18 abad. Dalam perkembangannya, arsitektur biara memiliki nilai-nilai esensial yang terus dipertahankan, namun di sisi yang lain kompleksitas arsitektur biara terus meningkat karena penyisipan nilai atau injeksi program yang baru didalamnya sebagai upaya untuk  beradaptasi terhadap perubahan konteks. Proyek ini merupakan perancangan biara dengan injeksi kegiatan pariwisata berbasis spiritual didalamnya, dimana intervensi pariwisata menghasilkan aktifitas dan kondisi yang berbeda dan menuntut rancangan biara kontemporer yang sesuai. Sebagai bangunan spiritual dimana fungsionalitas dan pengalaman ruang adalah sama penting, digunakan dua metode yang berintikan pada teori tipe. Pertama untuk fungsionalitas, mengamati evolusi tipe bangunan biara yang dikomparasikan dengan pengamatan perkembangan kehidupan monastik sebagai inti yang membentuk biara sendiri untuk mencari esensi dari biara dan menemukan bagian rancangan yang perlu diubah. Kedua untuk pengalaman ruang, pencarian arke-tipe pemacu persepsi kesakralan dan teritori lingkupan religi melalui pengamatan evolusi tipe bangunan, yang kemudian disusun kembali sesuai dengan teori-teori pembentukan ruang sakral. Diharapkan hasil perancangan dapat menjadi pewadah kegiatan mindfulness yang memudahkan pengunjung mendapatkan relaxation response  (Benson, 1993) yang bermanfaat meningkatkan daya fokus, ketenangan dan produktifitas. Bagi kota Jakarta sendiri, memberikan dampak positif secara tidak langsung bagi perkembangan ekonomi kota, dan meningkatkan atraksi lintasan wisata religi di Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Gambir, Jakarta.
PERANCANGAN RUANG CAMPURAN ANTARA DUNIA VIRTUAL DENGAN DUNIA FISIK SEBAGAI OBJEK WISATA ARSITEKTUR DI JALAN JUANDA Christian Wijaya; Petrus Rudi Kasimun
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4012

Abstract

Dengan semakin padatnya kota Jakarta sebagai kota metropolis, pembangunan wisata menjadi sesuatu yang tidak diperhatikan di dalam kota Jakarta. Terjadi sebuah sentralisasi, dimana perkembangan wisata kota Jakarta hanya terjadi di kawasan tertentu. Salah satu alasan kurang berkembangnya wisata dalam kota Jakarta adalah adanya perebutan ruang kota antara kebutuhan sehari-hari masyarakat kota dengan kebutuhan akan wisata. Wisata arsitektur menjadi penyeimbang bagi dua kebutuhan yang terlihat bertolak belakang ini. Wisata itu sendiri merupakan sebuah usaha untuk berekreasi, yaitu mengalihkan diri dari kehidupan sehari-hari. Namun bagi masyarakat modern, pengalihan tersebut tersedia dalam bentuk media digital yang sekarang ini ada di mana-mana. Media digital menjadi sebuah media rekreasi yang biasa digunakan masyarakat modern. Daya tarik sebuah  media digital dengan dunia virtualnya yang mudah mengalihkan seseorang dari kehidupan sehari-harinya membuat kebutuhan akan sebuah wisata fisik seakan-akan menurun. Fenomena ini perlu diatasi untuk dapat meningkatkan wisata di dalam kota Jakarta yang memiliki potensi sebagai destinasi wisata dengan banyaknya sumber daya yang ada. Perlu adanya sebuah pertemuan antara dunia virtual dengan dunia fisik dalam konteks wisata agar dapat terciptanya sebuah objek wisata yang memiliki daya tarik di tengah-tengah kota modern Jakarta yang padat. Arsitektur sebagai pembentuk dunia fisik berperan dalam menjebatani dua dunia yang tampak berbeda ini, sebuah elemen yang dapat bertransfromasi dalam ruang campuran. Dengan adanya sebuah ruang campuran dimana dunia fisik dan dunia virtual dapat bertemu dan saling berinteraksi dalam konteks wisata, diharapkan kegiatan wisata di kota Jakarta dapat meningkat dan memiliki daya tarik bagi masyarakat modern yang memiliki akses ke berbagai media wisata untuk berekreasi, mengalihkan diri dari kehidupan sehari-hari. 
TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY DAN KONSEP KONTEKSTUAL PERANCANGAN WISATA PERMAINAN TRADISIONAL DI KOTA TUA Hugo Herlando; Petrus Rudi Kasimun
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4014

Abstract

Negara Indonesia memiliki beragam jenis wisata budaya yang menarik dan menghibur, salah satunya yang bersifat kegiatan aktif atau interaktif adalah permainan tradisional. Namun, seiring perkembangan zaman terutama bidang teknologi seperti penggunaan internet, gawai, dan komputer, permainan tradisional yang termasuk budaya itu sudah mulai kehilangan relevansi dan tidak dipraktikan terutama di kota metropolitan seperti Jakarta. Dengan menganalisis unsur permainan tradisional yang populer sebagai dasar untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada masyarakat, serta melihat perkembangan teknologi hiburan modern sebagai katalis pengenalan program, muncul ide untuk menggabungkan unsur tradisional dan modern tersebut dalam proyek wisata hiburan. Teknologi Augmented Reality dimanfaatkan untuk memberi pengamalan baru dalam bermain permainan tradisional. Tapak terletak di daerah Kota Tua sebagai kawasan pariwisata terencana yang kondusif, didukung atmosfer kuno yang kuat dan potensi pariwisata serta fotografinya, untuk menarik pengunjung semua usia. Proyek ini juga berinteraksi dengan sekitarnya sebagai tempat yang nyaman dengan ruang terbuka untuk mempraktikan permainan tradisional secara langsung. Program didukung dengan galeri permainan tradisional, toko, workshop, dan ruang digital edukasi. Proyek ini diharapkan dapat memperkenalkan kembali permainan tradisional dan memenuhi tujuan pariwisata kota metropolitan yang sustainable.