Filip Julianus Sudjana
Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDEKATAN KONSEP TOD DALAM DESAIN FASILITAS PUSAT TRANSPORTASI PUBLIK DAN RUANG KOMUNAL DI RAWA BUAYA Filip Julianus Sudjana; Sidhi Wiguna Teh
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i2.12474

Abstract

The population circulation network is an important matter regarding the modes of transportation and mobility of the population owned by a city. If this network is bad, it will lead to decreased access for pedestrians, waste of motor vehicle fuel, and worsening of the level of air quality in the city. The Swamp Crocodile area is an area that has many modes of transportation. However, this mode of transportation is not well organized, creating congestion points in this area. The concept of Transit Oriented Development (TOD) was created as a solution for sustainable urban development in terms of transportation that focuses on circulation and accessibility. The TOD concept is very suitable to be applied to terminals in the city of Jakarta, which have criteria for using TOD-based terminals. This Transit Oriented Development (TOD) area will help people in the city of Jakarta, especially the Rawa Buaya area, West Jakarta to create a pedestrian-friendly mode of transportation that can connect areas in this area. The design method used is based on existing precedents and will take direct examples of user experiences from several successful transportation hubs. This design is expected to increase public interest in using public transportation and help reduce congestion in the city. Keywords: accessibility; transportation hub; transit oriented development; Rawa Buaya Abstrak Jaringan sirkulasi penduduk adalah hal penting yang menyangkut moda transportasi dan mobilitas penduduk yang dimiliki suatu kota. Bila jaringan ini buruk, akan menyebabkan menurunnya akses bagi pejalan kaki, pemborosan bahan bakar kendaraan bermotor, serta memburuknya tingkat kualitas udara dalam kota. Daerah Rawa Buaya merupakan daerah yang terdapat banyak moda transportasi. Tetapi, moda transportasi ini kurang tertata dengan baik sehingga menciptakan titik kemacetan pada kawasan ini. Konsep Transit Oriented Development (TOD) diciptakan sebagai salah satu solusi pembangunan kota yang sustainable dalam hal transportasi yang berfokus pada sirkulasi dan aksesibilitas. Konsep TOD ini sangatlah cocok untuk diterapkan untuk terminal yang ada di kota Jakarta, yang memiliki kriteria untuk menggunakan terminal berbasis TOD. Kawasan Transit Oriented Development (TOD) ini akan membantu masyarakat dalam kota Jakarta khususnya daerah Rawa Buaya, Jakarta Barat untuk menciptakan moda transportasi yang ramah pejalan kaki dan dapat menghubungkan wilayah-wilayah pada kawasan ini. Metode desain yang digunakan berdasarkan preseden yang sudah ada akan mengambil contoh langsung pengalaman pengguna dari beberapa pusat transportasi yang sudah berhasil. Perancangan desain pusat transportasi ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum dan membantu mengurangi kemacetan dalam kota.