Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Public Corner

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DANA DESA PADA PENINGKATAN PEMBANGUNAN FISIK DI DESA BULAY KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN M. Khairil Basyori; Sukma Umbara Tirta Firdaus
PUBLIC CORNER Vol 13 No 1 (2018): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.924 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v12i1.460

Abstract

Dana Desa diberikan oleh pemerintahpusatuntuk pembangunan di desasupaya tercipta desa yang lebih baik, lebih maju, terutama meningkatkanperekonomian masyarakat desa. Peneliti ingin mengukur efektif tidaknya programini di bawah, dalam hal ini di Desa Bulay, Kecamatan Galis, KabupatenPamekasan, sebagai salah satu desa yang menerimanya.Penelitian ini menggunakan teori efektivitas yang menyatakan bahwaefektivitas merupakan hubungan antara output dengan tujuan. Semakin besarkontribusi output terhadap pencapaian tujuan, maka semakin efektif organisasi,program atau kegiatan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, denganteknik purposive sampling sebagai penentuan sampel serta data dikumpulkandengan langkah wawancara dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketujuh program pembangunandi Desa Bulay yang kesemuanya menggunakan anggaran Dana Desa, yaitupembangunan saluran irigasi, pembangunan jalan desa, pembangunan sarana danprasarana fisik kantor, pembangunan sarana dan prasarana fisik sosial,pembangunan sarana sanitasi dan kebersihan lingkungan, penghijauan danpelestarian lingkungan sertapemeliharaan sarana dan prasarana masyarakat, tidakmenemukan masalah yang berarti. Hanya saja untuk program penghijauan danpelestarian lingkungan hasilnya belum maksimal.Secara umum, programpembangunan yang bersumber dari Dana Desa di Desa Bulay, Kecamatan Galis,Kabupaten Pamekasan, sudah baik, tetapi belum dapat dikatakan efektif.Dikarenakan masih terdapat satu program pembangunan yang belum maksimal.
"Revolusi Mental" Birokrasi Di Indonesia : Good Governance Sukma Umbara Tirta Firdaus; Hasbullah Hasbullah
PUBLIC CORNER Vol 14 No 2 (2019): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.764 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v14i2.889

Abstract

Kompleksitas kebutuhan masyarakat seiring perkembangan jaman yang ditandai dengan globalisasi, menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat, baik yang bersifat primer maupun sekunder. Hal tersebut membutuhkan profesionalisme birokrasi pemerintah, terutama pemupukan karakter aparatur pemerintahan dalam menangani berbagai macam kebutuhan masyarakat, tentunya tidaklah mudah dalam menjalanknnya. Akan tetapi, kelembagaan birokrasi pemerintah harus menjadi power center of publik, sehingga tidak akan membingungkan masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya. Menuurut teori liberal, birokrasi pemerintahan itu menjalankan kebijakan-kebijakan pemerintahan yang mempuyai akses langsung dengan rakyat melalui mandat yang diperoleh dalam pemilihan. “Revolusi Mental” bertujuan untuk mewujudkan birokrasi yang berintegritas (jujur, terpercaya dan bertanggung jawab), memiliki etos kerja (daya saing, inovatif dan produktif) serta bergotong royong (kerjasama, solidaritas, komunal dan berorientasi kepada kemaslahatan). Karena itu aparatur pemerintahan harus berkomitmen untuk mewujudkan good governance dengan mewujudkan “Revolusi Mental” dalam birokrasi.