Ivan Laksana Setiadi
Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RUMAH KOST UNTUK MILENIAL Ivan Laksana Setiadi; Mieke Choandi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i2.4574

Abstract

West Jakarta that has a dense millennial population.  Basically, millennials live on technological developments, therefore, technology is extremely influential for the millennial generation, but as the year grows, an impending phenomenon occurs in the millennial generation, such as the increase in the price of housing.  These events greatly affect the life to come.  The increase in housing prices rose twice as fast than the millennial's salary increase.  Therefore the millennial generation is threatened by the possibility of not being able to afford a housing.  The proposal for the "Boarding House for Millennials" program aims to make an alternative place for the millennials to live where the millennial generation can live comfortably and adapt according to the times, so they can learn new things to survive. Users will experience an architectural trend and get links from the community, because the millennial generation needs these links inside the community to facilitate their lives.  The concept of boarding is a concept that is much needed in terms of its nature, namely educating users, it is its intention that this building can be a positively valued space for the millennial generation, also it can be used as an alternative place to live for the millennial generation, in addition to having a positive value for the environment  and the necessities of the surrounding community. AbstrakRawa Buaya merupakan kelurahan di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Rawa Buaya merupakan daerah di Jakarta Barat yang memiliki populasi millennial yang padat. Pada dasarnya manusia millennial hidup pada perkembangan teknologi sehingga teknologi sangatlah berpengaruh untuk generasi millennial, namun seiring bertambahnya tahun, terjadi sebuah fenomena pada generasi millennial yang tidak bisa terhindarkan, yaitu kenaikan harga tempat tinggal. Peristiwa tersebut sangatlah mempengaruhi kehidupan yang akan datang. Kenaikan harga tempat tinggal naik 2 kali lipat lebih cepat dibandingkan kenaikan gaji yang didapat oleh millennial. Maka dari itu generasi millennial terancam tidak bisa memiliki tempat untuk tinggal. Pengusulan program “Rumah Kost untuk Millennials” memiliki tujuan menjadikan sebuah tempat alternatif untuk millennial tinggal dimana generasi millennial dapat hidup dengan senang dan dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga mendapat sebuah hal pembelajaran yang baru untuk kelangsungan hidupnya. Pengalaman pengguna yang akan merasakan sebuah trend arsitektur dan mendapatkan link dari berkomunitas, karena generasi millennial sangat memerlukan sekali link dalam berkomunitas untuk mempermudah hidupnya. Konsep kost merupakan konsep yang sangat dibutuhkan dari segi sifatnya, yaitu mendidik pengguna, maka dari itu diharapkan bangunan ini dapat menjadi nilai positif untuk generasi millennial, dapat dijadikan sebagai tempat alternatif sebagai tempat tinggal untuk generasi millennial disamping itu tempat kost ini memiliki nilai positif untuk lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar.