I G. Oka Sindhu Pribadi
Program Studi S1 PWK, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

EVALUASI REVITALISASI KAWASAN EKOWISATA WADUK DARMA (STUDI KASUS : REVITALISASI TAHAP 1 WISATA WADUK DARMA DESA JAGARA KECAMATAN DARMA KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT) Dhisa Putriady; B. Irwan Wipranata; I G. Oka Sindhu Pribadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i2.12911

Abstract

West Java with its potential has launched tourism development based on the RIPDA of West Java Province which focuses on planning one or more tourist destinations that have been or will become the flagship of the province. As the main guideline, the tourism revitalization of the Waduk Darma is a manifestation of full support for the preservation of tourism objects as well as efforts to empower potential so that they can make a more significant contribution to the implementation, development and empowerment of the Kuningan Regency Government assets. Ecotourism is environmentally oriented tourism to bridge the interests of natural resource protection and the tourism industry. Evaluation is a process of providing information about the extent to which certain activities have been achieved, how the achievement differs from a certain standard to find out whether there is a difference between the two, and how the benefits that have been carried out are compared to the expectations to be obtained. The objectives are: 1) Knowing the ecotourism potential that can be developed in the Waduk Darma tourist area 2) Analyzing the impact of revitalization activities on socio-cultural aspects around the Darma Reservoir and 3) Evaluating the suitability of the first phase revitalization program for Waduk Darma tourism. The methods used are 1) Policy analysis, 2) Location and site analysis, 3) Tourism analysis and, 4) Best Practice analysis. Research results 1) The potential for ecotourism in the Darma Reservoir area is in the form of natural panoramas, trees, rice fields, forests, reservoir waters. Many tourists come to enjoy ecotourism, 2) After being analyzed, it can be seen that the revitalization of the Darma Reservoir has a greater and positive influence on the socio- cultural life of the community, and 3) The first phase of revitalization is in accordance with the planning, the comparison of the tourism conditions of the Darma Reservoir before and now is experiencing differences. of tourism facilities/infrastructure. Keywords: Ecotourism; Evaluation; Revitalization; Waduk DarmaAbstrakJawa Barat dengan potensinya telah mencanangkan pengembangan pariwisata, berdasarkan RIPDA Provinsi Jawa Barat yang menitikberatkan pada perencanaan satu atau lebih destinasi wisata yang telah atau akan menjadi unggulan provinsi tersebut (BAPPEDA Provinsi Jawa Barat, 2018). Sebagai pedoman utama, Revitalisasi wisata Waduk Darma merupakan perwujudan dukungan sepenuhnya terhadap pelestarian obyek wisata sekaligus upaya pemberdayaan potensi sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan pada penyelenggaraan, pengembangan dan pemberdayaan aset Pemerintah Kabupaten Kuningan. Ekowisata merupakan wisata berorientasi pada lingkungan untuk menjembatani kepentingan perlindungan sumberdaya alam dan industri kepariwisataan. Evaluasi merupakan suatu proses penyediaan informasi mengenai sejauh mana kegiatan tertentu telah dicapai, bagaimana perbedaan pencapaian tersebut dengan suatu standar tertentu untuk mengetahui apakah ada selisih diantara keduanya, serta bagaimana manfaat yang telah dikerjakan bila dibandingkan dengan harapan-harapan yang ingin diperoleh. Tujuannya: 1) Mengetahui potensi ekowisata yang dapat dikembangkan di kawasan wisata Waduk Darma 2) Menganalisis dampak kegiatan revitalisasi terhadap aspek sosial budaya di sekitar Waduk Darma dan 3) Mengevaluasi kesesuaian program revitalisasi tahap pertama wisata Waduk Darma. Metode yang digunakan adalah 1) Analisis kebijakan, 2) Analisis lokasi dan tapak, 3) Analisis wisata dan, 4) Analisis Best Practice. Hasil penelitian 1) Potensi ekowisata di kawasan Waduk Darma berupa panorama alam, pepohonan, areal persawahan, hutan, perairan waduk. Banyak wisatawan berdatangan menikmati ekowisata, 2) Setelah dianalisis, terlihat bahwa revitalisasi Waduk Darma lebih memiliki pengaruh yang besar dan positif terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat, dan 3) Revitalisasi tahap pertama sudah sesuai dengan perencanaan, perbandingan kondisi wisata Waduk Darma dahulu dengan sekarang mengalami perbedaan dari sarana/prasarana pariwisata.
STUDI PENYEDIAAN FASILITAS DAN PERKEMBANGAN KOTA BARU DALAM RANGKA PEMENUHAN KEBUTUHAN PENGHUNI (STUDI KASUS : KOTA HARAPAN INDAH, BEKASI) Della Miyono; Sylvie Wirawati; I G. Oka Sindhu Pribadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i2.12818

Abstract

Kota Harapan Indah (KHI) is one of the residential areas located on the eastern border of Jakarta that being developed with the concept of a new town. KHI has a total land area of 2.200 Ha and 700 Ha has been developed into a residence equipped with various facilities. Currently, there are 32 residential clusters and 1 non-cluster that are already in operation and will continue to grow given the presence of vertical residential projects in 2019 and an increase in the number of residential clusters in 2020. As a new town, the addition of occupancy that occurred in KHI is important to be balanced with the appropriate number of facilities in order to support ongoing residential activities. However based on the current observations, it is suspected that the number of resident that continues to grow in KHI has not been matched by the number of appropriate facilities. This study aims to see the development of KHI and find out whether the development and provision of facilities carried out at KHI has met the needs of the residents of the area. The methods used in this study are the timeline, comparative, and correlation method. There are four analyzes carried out in this study, namely analysis of the development of KHI, analysis of residential development, analysis of development and provision of facilities and lastly is correlation analysis between residential development and the addition of facilities in KHI. The results of this study show the development of KHI during two development periods, where in the first period it developed towards the south of the KHI area and in the second period it leads to the north, also shows that the provision of facilities at KHI had mostly met the standards of providing city facilities. Keywords: facilities; new town; development; provision; correlationAbstrakKota Harapan Indah (KHI) merupakan salah satu kawasan permukiman berlokasi di perbatasan timur Jakarta yang dikembangan dengan konsep kota baru. KHI memiliki total luas lahan sebesar 2,200 Ha dan sebesar 700 Ha sudah dikembangkan menjadi hunian yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Saat ini terdapat 32 cluster dan 1 non-cluster hunian yang sudah beroperasi dan akan terus bertambah melihat adanya proyek hunian vertikal pada tahun 2019 dan ada penambahan jumlah cluster hunian pada tahun 2020. Sebagai sebuah kota baru, penambahan hunian yang terjadi di KHI penting untuk diimbangi dengan jumlah fasilitas yang sesuai agar dapat mendukung kegiatan hunian yang berlangsung. Namun berdasarkan hasil pengamatan saat ini, diduga jumlah hunian yang terus berkembang di KHI belum diimbangi dengan jumlah fasilitas yang sesuai. Studi ini bertujuan untuk melihat perkembangan KHI dan mengetahui apakah perkembangan juga penyediaan fasilitas yang di lakukan di KHI sudah memenuhi kebutuhan penghuni kawasan tersebut. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode timeline, metode komparatif, dan metode korelasi. Terdapat empat analisis yang dilakukan dalam studi ini yaitu analisis perkembangan KHI, analisis perkembangan hunian, analisis perkembangan dan penyediaan fasilitas dan analisis hubungan perkembangan hunian dengan penambahan fasilitas di KHI. Hasil dari studi ini memperlihatkan perkembangan KHI selama dua periode pengembangan, dimana pada periode pertama berkembang mengarah ke selatan wilayah KHI dan pada periode kedua mengarah ke utara, juga menunjukan bahwa penyediaan fasilitas di KHI sebagian besar sudah memenuhi standar penyediaan fasilitas kota.  
STUDI POTENSI WISATA PANTAI BATU BALUBANG GURABALA, KELURAHAN TOMAJIKO, KECAMATAN PULAU HIRI, MALUKU UTARA Noftaria Arini Amin; I G. Oka Sindhu Pribadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22380

Abstract

This study aims to explore the tourism potential of Batu Balubang Gurabala Beach as a new tourist destination on Hiri Island. Based on these questions, this study formulates questions about the supporting and inhibiting factors for planning the development of tourism products at Batu Balubang Gurabala Beach. In this study, the authors adopted qualitative and quantitative research methods. Qualitative methods were used to obtain data regarding the management of Batu Balubang Gurabal Beach tourism objects with in-depth interviews (Deep Interview). Quantitative research was conducted to obtain data on the perception of visitors at Batu Balubang Gurabala Beach tourism object through the distribution of questionnaires. Based on the results of this study, the authors found that Batu Balubang Gurabala Beach should be developed as a new tourist destination that can attract tourists from physical conditions such as natural phenomena, panoramas and geographical locations, climate, waters, tourist attractions, accessibility, history, accommodation and natural charm. Keywords : Batu Balubang Gurabala Beach; Study of Tourism Area Potential; Tomajiko Village 2022, diterima untuk diterbitkan: 03-09-2022 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi wisata Pantai Batu Balubang Gurabala sebagai destinasi wisata baru di Pulau Hiri. Berdasarkan pertanyaan tersebut, penelitian ini merumuskan pertanyaan tentang faktor pendukung dan penghambat perencanaan pengembangan produk destinasi wisata Pantai Batu Balubang Gurabala. Dalam penelitian ini, penulis mengadopsi metode penelitian kualitatif dan kuantitatif, Metode kualitiatif digunakan untuk mendapatkan data mengenai pengelolaan objek wisata Pantai Batu Balubang Gurabala dengan wawancara mendalam (Deep Interview). Kuantitatif dilakukan untuk mendapatkan data mengenai persepsi pengunjung di Objek wisata Pantai Batu Balubang Gurabala melalui penyebaran kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menemukan bahwa Pantai Batu Balubang Gurabala berpotensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata baru yang dapat menarik wisatawan dari segi kondisi fisik seperti fenomena alam, panorama dan letak geografis, iklim, perairan, daya tarik wisata, aksesibilitas, sejarah, akomodasi dan pesona alam.
PENYUSUNAN MASTERPLAN KAWASAN WISATA TANJUNG BAJAU, KOTA SINGKAWANG, KALIMANTAN BARAT Bui Lip Ebdupus; I G. Oka Sindhu Pribadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22404

Abstract

Tanjung Bajau is a tourist area located in Sedau Village, South Singkawang District, Singkawang City, West Kalimantan. Tanjung Bajau is one of the tourist destinations in Sinka Island Park. Tanjung Bajau is known as a tour with very beautiful natural beauty, especially at sunset. That's because Tanjung Bajau is a tourist destination with 2 parts, namely the beach and the mountain. However, better planning is needed for Tanjung Bajau tourism objects, especially in facilities and infrastructure, accessibility and accommodation. Based on the analysis, the Tanjung Bajau tourist area has 4 (four) zoning plans in its arrangement, namely the recreation zone, the beach zone, the Chinatown zone, and the service zone. Where from each zoning there are functions of recreation, water play, research, education, and culture. Not only that, the Tanjung Bajau Tourism area is also analyzed based on its natural conditions, namely topographical analysis. The analysis aims to obtain the functions and concepts that will be planned according to the natural conditions in the Tanjung Bajau Tourism Area. Keywords:  functions of recreation, water play, research, education, and culture; topographical; zoning plans Abstrak Tanjung Bajau merupakan kawasan wisata yang ada pada Kelurahan Sedau Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Tanjung Bajau merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Sinka Island Park.Tanjung Bajau dikenal sebagai wisata dengan keindahan alam yang sangat indah terutama saat mata hari terbenam. Hal itu dikarenakan Tanjung Bajau merupakan destinasi wisata dengan 2 bagian yaitu pantai dan gunung. Namun masih diperlukan perencanaan penataan yang lebih baik untuk objek wisata tanjung bajau terutama pada sarana dan prasana, aksesbilitas dan Akomodasi.Berdasarkan hasil analisis, kawasan wisata Tanjung Bajau memiliki 4 (empat) zonasi dalam rencana penataannya yakni zona rekreasi, zona pantai, zona chinatown, dan zona pelayanan. Dimana dari masing-masing zonasi terdapat fungsi rekreasi, bermain air, penelitian, edukasi, dan budaya. Tak hanya itu, kawasan Wisata Tanjung bajau juga dianalisis berdasarkan kondisi alamnya, yakni berdasarkan analisis topografi. Dimana analisis tersebut bertujuan untuk mendapatkan fungsi dan konsep yang akan direncanakan sesuai dengan kondisi alam pada Kawasan Wisata Tanjung Bajau.
STUDI PERBEDAAN PERSEPSI TINGKAT KEPUASAN ANTARA PENGHUNI TIPE TOWER DAN TIPE BLOK RUSUNAWA PENJARINGAN TERHADAP SISTEM PENGELOLAANNYA Dhafa Kurnia Putra; Priyendiswara Agustina Bella; Liong Ju Tjung; I G. Oka Sindhu Pribadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24356

Abstract

Population growth in urban areas is increasing rapidly and limited land has made the construction of Flats (Rusun) a flagship program in tackling slums in urban areas. This is what the Provincial Government of DKI Jakarta has also done through the DKI Jakarta Housing Agency and Regional Government Building in overcoming slum settlements in the Penjaringan Village, North Jakarta. Penjaringan flats are one of the flats that have been established since 1988. with a rental system. However, after being revitalized, there are two differences in the characteristics of the building, namely towers and blocks. at a glance the tower section has an appearance that is suitable for occupants to live in, but in the tower block section that has not undergone revitalization the existing conditions are quite worrying, indicating that the flat can be said to be far from the criteria for habitable housing. The purpose of this study is to evaluate Penjaringan Flats based on livable and sustainable principles. The method used is a quantitative method with descriptive analysis techniques, and to measure occupant satisfaction the author uses the independent sample test method as a reference in conducting the analysis. Some of the aspects that are the focus of this research are the occupants' satisfaction with Penjaringan flats, and the socio-economic life of the residents. The results of this study show the current condition of Penjaringan Flats. This can be seen from the different priorities in the assessment given by the Rusunawa management, as well as the social and economic conditions of the occupants. Keywords: occupants' satisfaction; subsidized housing; system management Abstrak Pertumbuhan penduduk di perkotaan yang semakin meningkat pesat serta lahan yang terbatas membuat pembangunan Rumah Susun (Rusun) menjadi program unggulan dalam penanggulangan permukiman kumuh di daerah perkotaan. Hal ini lah yang juga dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta dalam mengatasi permukiman kumuh di Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara. Rusunawa Penjaringan merupakan salah satu rusun yang sudah berdiri sejak tahun 1988. dengan sistem sewa. Namun, setelah direvitalisasi terdapat perbedaan dua karakteristik gedung yaitu tower dan blok. pada bagian tower sekilas memiliki tampilan yang sudah layak untuk dihuni oleh para penghuni, tetapi pada bagian blok rusun yang belum mengalami revitalisasi memiliki kondisi eksisting yang cukup menghawatirkan, menandakan bahwa rusun tersebut dapat dikatakan jauh dari kriteria hunian layak huni. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi Rusunawa Penjaringan berdasarkan kaidah layak huni dan berkelanjutan. Metode yang dilakukan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif, dan untuk mengukur kepuasan penghuni penulis mengunakan metode independent sample test sebagai acuan dalam melakukan analisis. Beberapa aspek yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah aspek kepuasan penghuni terhadap hunian Rusunawa Penjaringan, dan kehidupan sosial ekonomi penghuninya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kondisi Rusunawa Penjaringan saat ini. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan prioritas dalam penilaian yang diberikan oleh pihak pengelola rusunawa, serta kondisi sosial dan ekonomi penghuninya.
MANAJEMEN LIMPASAN AIR HUJAN PADA BANGUNAN HIJAU (OBJEK STUDI: ALTIRA BUSINESS PARK) Nazareth Meisila Permata Bobo; Priyendiswara Agustina Bella; Liong Ju Tjung; I G. Oka Sindhu Pribadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24357

Abstract

The rapid development of development in the city of Jakarta has had a lot of influence on land use. The land has now been converted into skyscrapers, concrete and asphalt roads, and residential areas which have had a major impact on the reduction of water catchment areas. Rainwater that cannot seep directly into the ground will become runoff. Runoff that is not handled properly will put a burden on city drainage which will cause more problems, especially causing flooding and erosion problems. Runoff also affects the quality of river water. Areas that have high water runoff usually have poor river water quality. Therefore, to support sustainable development, rainwater runoff management is one of the green building criteria that needs to be met. This study analyzes runoff and maximization of rainwater infiltration in one of the platinum-certified green building buildings in Jakarta, which aims to analyze the amount of surface runoff and analyze rainwater runoff that has been successfully handled. Analysis of rainwater runoff is calculated using the rational method. The analytical method includes secondary data processing in the form of site plans, runoff handling facilities, runoff volume, and average rainfall on rainy days obtained from the study object building manager. Calculations are made using the rational method in accordance with Indonesian national standards and government regulations. This research was conducted by following Green Building Council Indonesia's greenship benchmarks in terms of land use efficiency, namely water runoff management, where green buildings are expected to be able to handle rainwater by at least 50%. Green buildings have a big responsibility towards rainwater management for environmental sustainability and so as not to damage the land. Keywords:  green building; runoff; stormwater management; water infiltration Abstrak Perkembangan pembangunan yang pesat di kota Jakarta memberikan banyak pengaruh kepada tata guna lahan. Lahan-lahan saat ini telah beralih fungsi menjadi bangunan-bangunan pencakar langit, jalan beton dan beraspal, hingga permukiman penduduk yang berdampak besar kepada semakin berkurangnya area resapan air. Air hujan yang tidak dapat meresap secara langsung ke dalam tanah akan menjadi limpasan. Limpasan yang tidak tertangani dengan baik akan memberikan beban kepada drainase kota yang nantinya akan menimbulkan lebih banyak masalah, terutama menyebabkan masalah banjir dan erosi. Limpasan air juga berpengaruh terhadap kualitas air sungai. Daerah yang memiliki limpasan air yang yang tinggi biasanya mempunyai kualitas air sungai yang buruk. Maka dari itu, untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, manajemen limpasan air hujan menjadi salah satu kriteria bangunan hijau yang perlu dipenuhi. Penelitian ini menganalisis limpasan dan pemaksimalan resapan air hujan pada salah satu gedung bersertifikat platinum bangunan hijau di Jakarta, yang bertujuan menganalisa jumlah limpasan permukaan dan menganalisa limpasan air hujan yang berhasil ditangani. Analisa limpasan air hujan dihitung menggunakan metode rasional. Metode analisis yang meliputi pengolahan data sekunder berupa site plan, fasilitas penanganan limpasan, volume limpasan, dan curah hujan rata-rata pada hari hujan yang didapat dari pengelola gedung obyek studi. Perhitungan yang dilakukan menggunakan metode rasional dengan disesuaikan dengan standar nasional Indonesia dan peraturan pemerintahan. Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti tolok ukur greenship Green Building Council Indonesia dalam aspek tepat guna lahan yaitu manajemen limpasan air, dimana bangunan hijau diharapkan bisa menangani air hujan sebesar minimal 50%. Bangunan hijau memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pengelolaan air hujan demi keberlanjutan lingkungan dan agar tidak merusak lahan.
EVALUASI PASCA HUNIAN RUSUNAWA CIBESEL,CIPINAG BESAR SELATAN, KECAMATAN JATINEGARA, KOTA JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA Feris Karel; Priyendiswara Agustina Bella; Liong Ju Tjung; I G. Oka Sindhu Pribadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24359

Abstract

Rent Flats is a housing program that is used to overcome housing problems especially in urban areas. DKI Jakarta Government in development, has one of its visions, namely the realization of settlements that are sustainable. It is ensured that the purpose of building this flat cannot be separated from the aspects – aspects of sustainable housing which combines environmental, social and environmental aspects into the development strategy to ensure environmental integrity as well safety, capability, welfare, and quality of the current and future generations front. Therefore, this study aims to conduct a study of Rusunawa CIbesel is one of the flats built by DKI Jakarta based on the vision to see the form of implementation - the application of sustainable aspects that have been carried out and evaluate it so that in addition to conducting studies it can also be provide advice and recommendations on aspects of sustainable housing needs to be improved. The research method used is qualitative method descriptive. The research results obtained are that in the application of aspects sustainability, especially in Rusunawa Cibesel, environmental aspects are aspects which needs a lot of improvement. Because in this aspect Rusunawa Cibesel has have the system, but not running optimally. As for the social and the economy of Rusunawa Cibesel has been going quite well in its implementation. With As a result, Rusunawa Cibesel has implemented many aspects of sustainable housing although these various aspects need to be improved in order to achieve a stable settlement better sustainability. Keywords: sustainable housing; sustainable; rusunawa Abstrak Rumah Susun Sewa merupakan program perumahan yang digunakan untuk mengatasi masalah perumahan khususnya di daerah perkotaan. Pemerintah DKI Jakarta dalam pembangunannya, memiliki salah satu visinya yaitu dapat terwujudnya permukiman yang berkelanjutan. Dipastikan bahwa tujuan dibangunya rusunawa ini tidak lepas dari aspek – aspek hunian berkelanjutan yang dimana memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi kedalam strategi pembangunan untuk menjami keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu generasi saat ini dan generas masa depan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi terhadap Rusunawa CIbesel salah satu rusunawa yang dibangun oleh DKI Jakarta dengan berlandaskan visi tersebut untuk melihat bentuk penerapan – penerapan aspek berkelanjutan yang telah dilakukan dan melakukan evaluasi terhadapnya sehingga selain melakukan studi juga dapat memberikan saran dan rekomendasi terhadap aspek – aspek hunian keberlanjutan yang perlu ditingkatkan. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yang didapatkan adalah bahwa dalam penerapan aspek – aspek keberlanjutan khususnya di Rusunawa Cibesel, aspek lingkungan merupakan aspek yang perlu banyak ditingkatkan. Karena pada aspek tersebut Rusunawa Cibesel sudah memiliki sistemnya, tetapi belum berjalan optimal. Sedangkan untuk aspek sosial dan ekonomi Rusunawa Cibesel sudah berjalan cukup baik dalam penerapanya. Dengan hasil ini, Rusunawa Cibesel sudah menerapkan banyak aspek hunian berkelanjutan walaupun berbagai aspek tersebut perlu ditingkatkan agar tercapai suatu permukiman yang berkelanjutan yang lebih baik.
STUDI PENATAAN KAWASAN PARIWISATA MANGROVE DI KABUPATEN TANGERANG (OBJEK STUDI: URBAN AKUAKULTUR KETAPANG) Calvin Jonathan; Priyendiswara Agustina Bella; Liong Ju Tjung; I G. Oka Sindhu Pribadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24360

Abstract

Tourism development in an area has great potential or benefits for a region. The Ketapang Urban Aquaculture area is no exception in the Tangerang district, precisely in the Mauk District on Jl. Raya Tanjung Kait, Ketapang village. It is a tourist area of a mangrove conservation park and in it there is fish and shrimp cultivation. The development of the Ketapang Urban Aquaculture program focuses on mangrove forest conservation, but also organizes the area around the coastal area and builds several supporting infrastructures, and seeks to increase the economy of the people in the village so that it can become a new tourist area/destination in the coastal areas of the Tangerang district. This area has also been equipped with various supporting facilities to support tourism activities in the area, such as spots for taking pictures with mangrove views in the background, parking lots, jogging tracks, lighting for the night and others, but the facilities are still lacking to become a good tourism area. , such as the absence of a place to eat, the absence of a pavilion/gazebo for visitors to rest. Therefore the author wants to look for potentials and deficiencies so as to be able to provide an appropriate arrangement plan for the Ketapang urban aquaculture area. Where this arrangement is carried out using several analytical methods, such as location analysis, site analysis, attractiveness analysis, best practices analysis, and several other analyses. And some of this analysis is useful for looking for weaknesses and strengths that can support the arrangement of the urban aquaculture Ketapang area so that it becomes an even better tourism area and becomes superior tourism in the Mauk area. Keywords: urban aquaculture; mangroves; arrangement of tourism areas Abstrak Pengembangan pariwisata pada suatu kawasan memiliki potensi atau manfaat yang besar bagi sebuah wilyah. Tidak terkecuali pada kawasan Ketapang Urban Akuakultur berada di kabupaten Tangerang tepatnya di Kecamatan  Mauk di Jl. Raya Tanjung Kait, desa Ketapang. Merupakan sebuah Kawasan wisata taman konservasi mangrove serta didalamnya terdapat budidaya ikan dan udang. Pengembangan program Ketapang Urban Aquakultur berfokus pada konservasi hutan mangrove, namun juga melakukan penataan pada wilayah sekitar daerah pesisir serta membangun beberapa infrastruktur pendukung,dan berupaya menaikan ekonomi masyarakat didesa tersebut sehingga bisa menjadi kawasan/destinasi wisata baru di daerah pesisir laut kabupaten Tangerang. Kawasan ini juga sudah dilegkapi berbagai fasilitas pendukung guna Mendukung kegiatan pariwisata di Kawasan tersebut, seperti spot untuk berfoto dengan latar belakang pemandangan mangrove,tempat parkir,jogging track,lampu penerangan untuk malam hari dan lainnya namun fasilitasnya dirasa masih kurang untuk menjadi Kawasan pariwisata yang baik, seperti tidak adanya tempat makan, tidak adanya pendopo/gazebo untuk pengunjung beristirahat. Maka dari itu penulis ingin mencari potensi serta kekurangan sehingga mampu memberikan rencana penataan kepada Kawasan Ketapang urban akuakultur yang sesuai. Yang mana penataan ini dilakukan dengan beberapa metode analisis, seperti analisis lokasi, analis tapak, analisis daya tarik, analisis best practices, dan beberapa analisis lainnya. Dan beberapa analisis ini berguna untuk mencari kekurangan serta kelebihan yang bisa mendukung penataan Kawasan Ketapang urban akuakultur agar menjadi Kawasan pariwisata yang lebih baik lagi dan menjadi pariwisata unggul didaerah Mauk.
STUDI PASAR PERUMAHAN MAYA RESIDENCE MUKTIWARI CIBITUNG, KABUPATEN BEKASI Satrio Wicaksono; Priyendiswara Agustina Bella; I G. Oka Sindhu Pribadi; Liong Ju Tjung
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24362

Abstract

Maya Residence Muktiwari Housing is a newly developed housing complex in Muktiwari Village, Cibitung District, Bekasi Regency, West Java Province. Maya Residence Muktiwari housing is located in a residential area where there are already many other housing estates that have been built beforehand. With so many housing estates that have been built beforehand or are competitors, the author wants to conduct a study on Maya Residence Muktiwari Housing. The author uses the method of location analysis, site analysis and legality analysis to find the potential and constraints of Maya Residence Muktiwari Housing. By doing this analysis, it is hoped that the author can provide input or recommendations to the project owner so that this housing development project can run smoothly and benefit the community. Keywords: feasibility; housing; study Abstrak Perumahan Maya Residence Muktiwari merupakan perumahan yang baru dikembangkan di Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Perumahan Maya Residence Muktiwari berlokasi pada kawasan hunian yang sudah ada banyak perumahan – perumahan lainnya yang sudah dibangun terlebih dahulu. Dengan banyaknya perumahan – perumahan yang sudah dibangun terlebih dahulu atau kompetitor, penulis ingin melakukan studi terhadap Perumahan Maya Residence Muktiwari. Penulis menggunakan metode analisis lokasi, analisis tapak, analisis legalitas dan analisis pasar untuk mencari potensi dan kendala dari Perumahan Maya Residence Muktiwari. Dengan dilakukannya analisis ini, diharapkan penulis dapat memberikan masukan atau rekomendasi terhadap pemilik proyek agar proyek pembangunan perumahan ini dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat.