R Alamsyah Sutantio
Politeknik Negeri Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Masker Kain untuk Menangkal Penyebaran Covid-19 di Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember Naning Retnowati; R Alamsyah Sutantio; Alwan Abdurahman
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2021): June
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v6i1.2638

Abstract

Penyakit Coronavirus (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV2). Masker wajah tergolong dalam APD yang dapat melindungi manusia dari serangan Virus COVID-19. Masker untuk melindungi debu atau partikel yang masuk ke dalam pernafasan, juga dapat terbuat dari kain dengan ukuran tertentu. Bu Busani adalah salah seorang penjahit baju rumahan berkeinginan untuk membuat masker kain agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap masker kain. Permasalahan mitra dikarenakan : masih rendahnya kualitas dan kapasitas produksi mitra karena kurangnya bahan dan alat (mesin jahit) yang digunakan dalam pembuatan masker masih bersifat manual, minimnya informasi mitra tentang ide cara mendesain masker yang inovatif dan menarik serta sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggannya, minimnya informasi yang dimiliki mitra tentang cara pengelolaan usaha jahit baju yang baik sehingga keuntungan yang diperoleh menjadi tidak maksimal, minimnya informasi yang dimiliki mitra tentang cara pemasaran produk yang tepat. Pemberian bantuan alat dan mesin produksi kepada mitra diharapkan akan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses produksi usaha jahit masker. Kegiatan pelatihan berupa pemberian materi bidang manajemen dan pemasaran diharapkan dapat memperbaiki kemampuan manajerial usaha mitra, dapat memperluas daerah pemasaran serta menemukan strategi tepat dalam memasarkan produk maskernya kepada konsumen. Melalui pelatihan desain masker diharapkan mitra akan dapat membuat masker yang menarik minat konsumen.
Maternal Factors Influencing Low Birth Weight in Newborns: A Retrospective Study Ida Nurmawati; Puspito Arum; Niyalatul Muna; R Alamsyah Sutantio; Ikha Nurjihan; Zaifatul Anelia; Tasya Nadia Hanin
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol 20 No 3: July 2025
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.20.3.209-215

Abstract

Background: Birth weight is a critical indicator of an infant's health. Research conducted in Indonesia has identified low birth weight (LBW) as a leading cause of neonatal mortality, accounting for approximately 35% of all cases. This study aims to determine the factors influencing the incidence of LBW.Method: The study used a retrospective design and included 83 respondents selected through quota sampling. Data were collected from the Maternal and Child Health (MCH) handbooks at Manggis Integrated Service Post (posyandu). Univariate analysis was performed to calculate frequency and percentage values. Bivariate analysis was carried out using the chi-squared test to examine relationships between variables. Multivariate analysis was conducted using the logistic regression test to assess the influence of multiple variables.Result: Maternal age at pregnancy (p=0.037) and maternal mid-upper arm circumference (MUAC) (p=0.034) were significantly associated with the occurrence of LBW in newborns. The odds ratio (OR) analysis revealed MUAC as the primary factor influencing LBW (OR=4.278), followed by maternal age during pregnancy (OR = 3.750). In comparison, haemoglobin levels (p = 0.500), maternal height (p = 0.408), and gestational age (p=0.118) were not significantly associated with the occurrence of LBW. MUAC was found to influence the occurrence of LBW in Kemuning Lor Village (p = 0.027). The MUAC variable accounted for 16.9% of the variance in LBW cases (R2 = 0.169). Improving the nutritional status of adolescent girls is imperative to ensure optimal health outcomes in future pregnancies.