Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Mengenai Pembuatan MP-ASI Bagi Ibu-ibu Anggota Komunitas MP-ASI Homemade (KMHM) Jember Galih Purnasari; Yoswenita Susindra; Puspito Arum
Journal of Community Development Vol. 3 No. 1 (2022): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v3i1.65

Abstract

Stunting and underweight are nutritional problems in toddlers that are often experienced by Indonesian toddlers to date. Inappropriate feeding practices are the main cause of early nutritional problems in infants and toddlers. Fulfillment of nutrition in a child begins with exclusive breastfeeding for 6 months and continues with complementary feeding (MP-ASI). Ignorance and/or inability to prepare complementary foods that meet nutritional needs appropriately and hygienically is one of the causes of nutritional problems in toddlers. Education about infant and child feeding needs to be given as an effort to prevent nutritional problems. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of mothers under five about producing of MP-ASI for mothers who are members of the Homemade MP-ASI Community (KMHM). This training as an education in community service includes webinars via Zoom. The results of the training showed that there was an increase of participants’ knowledge. Based on the results of Wilcoxon test, it showed that there was an increase in the knowledge of mothers under five about processing and preparing MP-ASI properly.
Identification of Chemical Compound in Melinjo Peel Beverage using Gas Chromatography-Mass Spectroscopy Mulia Winirsya Apriliyanti; M Ardiyansyah; Puspito Arum; Jayus Jayus; Achmad Sjaifullah
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 22 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v22i2.2970

Abstract

Minuman yang mempunyai nilai manfaat positif bagi kesehatan manusia disebut sebagai minuman fungsional. Pengolahan kulit buah melinjo sebagai minuman merupakan upaya pemanfaatan limbah dari tanaman lokal Indonesia yang berpotensi mengandung senyawa bioaktif. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa kimia pada minuman kulit melinjo dengan metode GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectroscopy) Shimadzu dengan suhu oven kolom 65oC, suhu injeksi 260oC, dan tekanan 38,9 kPa dengan total aliran 42,8 mL/menit dan kecepatan linier 32,2 cm/detik. Purge flow 3,0 mL/menit dengan split ratio 50,0. Identifikasi kandungan senyawa kimia menunjukkan pada minuman kulit buah melinjo didominasi oleh asam oleat, asam miristat, methyl 6-hydroxystearate, dan methyl tricosanoate  
Determinan Balita Bawah Garis Merah (BGM) di Wilayah Kerja Puskesmas Pasirian Kabupaten Lumajang Aprilia Dwi Wulandari; Puspito Arum
HARENA : Jurnal Gizi Vol 2 No 2 (2022): HARENA: Jurnal Gizi (April 2022)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v2i2.2712

Abstract

ABSTRAK BGM merupakan keadaan anak balita yang mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi sehingga saat dilakukan penimbangan berat badan berada di bawah garis merah pada KMS (BB/U<-3 SD). Tahun 2015 dan 2016 Puskesmas Pasirian menempati urutan kedua di Kabupaten Lumajang dengan persentase masing-masing 1,7% dan 1,2%. Tahun 2017 dan 2018 Puskesmas Pasirian menempati urutan pertama dengan persentase masing-masing 1,3% dan 1,1%. Angka ini masih belum memenuhi target RPJMD sebesar 1%. Pada tahun 2019 jumlah balita BGM di Puskesmas Pasirian mencapai 0,93% dan masih belum memenuhi target RPJMD sebesar 0,59%. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis determinan yang berhubungan dengan kejadian balita BGM di wilayah kerja Puskesmas Pasirian Kabupaten Lumajang. Jenis penelitian ini yaitu penelitian survei analitik menggunakan desain case control dengan jumlah subjek 30 kasus dan 30 kontrol. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik concecutive sampling. Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Faktor yang berhubungan dengan BGM yaitu berat badan saat lahir (p=0,001; OR=14,000), tingkat pengetahuan ibu (p=0,001; OR=8,500), ASI Eksklusif (p=0,000; OR=11,667), pemberian MPASI (p=0,000; OR=24,182). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan BGM yaitu riwayat penyakit infeksi (p=1,000; OR=1,000), pendidikan ibu (p=0,319; OR=2,571), sosial ekonomi (p=0,301; OR=1,962), kelengkapan imunisasi (p=0,350; OR=4,462). ASI Eksklusif merupakan faktor utama balita BGM di wilayah kerja Puskesmas Pasirian Kabupaten Lumajang. Kata Kunci : Anak balita, Bawah Garis Merah (BGM), Determinan. ABSTRCT BGM is a condition of toddler who experience growth problems due to malnutrition so that when weighing, the weight is below the red line on KMS (BB/U <-3 SD). In 2015 and 2016 Pasirian Community Health Center ranked second in Lumajang Regency with a respective percentage of 1.7% and 1.2%. In 2017 and 2018 Pasirian Community Health Center ranked first with a respective percentage of 1.3% and 1.1%. This figure has not met the RPJMD target of 1%. In 2019 the number of toddler BGM at Pasirian Community Health Center reached 0,93% and still has not met the RPJMD target of 0,59%. The purpose of this study was to analyze the determinants associated with the incidence of BGM toddler in the working area of Pasirian Community Health Center in Lumajang Regency. The kind of this research was analytic survey used case control with a total sample of 30 cases and 30 controls. The sampling technique was used concecutive sampling. Research data obtained through interviews and observations. Data analysis using Chi-quare Test. The factors can related with BGM are birth weight (p=0,001; OR=14,000), maternal knowledge (p=0,001; OR=8,500), exclusive breastfeeding (p=0,000; OR=11,667), complementary feeding (p=0,000; OR=24,182). While factors not related to BGM were history of infectious disease (p=1,000; OR=1,000), mother’s education (p=0,319; OR=2,571), socioeconomic (p=0,301; OR=1,962), completeness of immunization (p=0,350; OR=4,462). Exclusive breastfeeding is the main factor of Children Below The Red Line (BGM) In The Working Area Of Pasirian Community Health Center In Lumajang Regency. Keyword: Toddler, Below the Red Line (BGM), Determinants.
Pengaruh Edukasi Gizi Menggunakan Media Video terhadap Perubahan Pengetahuan dan Asupan Makan Remaja Putri Kurang Energi Kronik (KEK) Rian Nanda Mentari; Puspito Arum; M. Rizal Permadi; Miftahul Jannah
HARENA : Jurnal Gizi Vol 3 No 1 (2022): HARENA: Jurnal Gizi (Desember 2022)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v3i1.3481

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan suatu keadaan dimana remaja putri mengalami kekurangan gizi (kalori dan protein) yang berlangsung secara lama atau menahun. Pengetahuan dan kurangnya asupan makan merupakan salah satu faktor penyebab KEK. Pengetahuan seseorang dapat ditingkatkan melalui pendidikan. Intervensi menggunakan media video diketahui efektif untuk meningkatkan pengetahuan seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh edukasi gizi menggunakan media video terhadap perubahan pengetahun dan asupan makan remaja putri Kurang Energi Kronik (KEK). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian pre experimental design dengan rancangan one group pre-test post-test design. Jumlah subjek penelitian ini sebanyak 45 remaja putri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja putri mengalami peningkatan rata-rata pengetahuan dari 70,00 menjadi 90,00 setelah diberikan intervensi dengan p-value 0,000. Sedangkan asupan energi mengalami peningkatan dari 1034,00 Kkal menjadi 1230,00 Kkal setelah diberikan intervensi dengan p-value 0,000. Asupan protein mengalami peningkatan dari 41,00 gram menjadi 49,00 gram setelah diberikan intervensi dengan p-value 0,000. Asupan lemak mengalami peningkatan dari 40,00 gram menjadi 57,00 gram setelah diberikan intervensi dengan p-value 0,000. Asupan karbohidrat mengalami peningkatan dari 149,00 gram menjadi 231,00 gram setelah diberikan intervensi dengan p-value 0,000. Kesimpulan: ada perbedaan pengetahuan dan asupan makan remaja putri sebelum dan sesudah edukasi gizi menggunakan media video.