Mokhamad Miptakhul Ulum
Sekolah Tinggi Agama Islam Bakti Negara (STAIBN) Tegal

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

METODE MEMBACA KITAB KUNING ANTARA SANTRI DAN MAHASISWA Mokhamad Miptakhul Ulum
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 7 No 2 (2018): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.732 KB) | DOI: 10.35878/islamicreview.v7i2.141

Abstract

The kitab kuning is not a term because the book is yellow only, but is a book term written by ulama’. The kitab kuning is more familiarly spoken by Indonesian ulama even call it a kitab gundul (without a punctuation), but in academia both in Indonesia and overseas the kitab kuning is more popular as turats. Reading the kitab kuning is the ability that should be owned by every syariat seekers and the da’i candidates. The ability to read the kitab kuning gundul will be very helpful every muslim to explore the arguments of the al-Qur’an and al-Hadits. Santri and college student are science seeker whose success its is waiting by the community. They are trusted as the nation’s next generation who are able to transfer Islamic values. Santri has differences with college student in developing the ability to read the kitab kuning, but does not reduce the substance in understanding the contents of the kitab kuning. The method santri uses wetonan, sorogan, mużākarah and takhdim. While college student are use by qirā’ah, simā’ah, takallum and kitābah.
Relasi Pendidikan Akhlak dan Ilmu Laduni Menurut Imām Al-Gazāli Mokhamad Miptakhul Ulum
Jurnal Hikmatuna Vol 2 No 1 (2016): HIKMATUNA: Journal for Integrative Islamic Studies, June 2016
Publisher : Postgraduate Program, Universitas Islam Negeri (UIN) K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.325 KB) | DOI: 10.28918/hikmatuna.v2i1.953

Abstract

Pendidikan akhlak merupakan suatu proses pembinaan dan pengajaran pada manusia untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat sehingga memerlukan metode sebagaikomponen untuk menghasilkan manusia yang berakhlak mulia. Metode tersebut adalah sebagaimana yang ditawarkan oleh Imām al-Gazāli tentang ilmu laduni. Ilmu laduni merupakan ilmu gaib yang tidak mudah diperoleh bagi setiap orang kecuali dengan melakukan pembersihan hati, kesungguhan dan pelatihan diri sehingga terbuka tirai penutup antara dirinya dengan Allah SWT. Keagaiban ilmu laduni perlu dikaji secara rasional agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Ilmu laduni memiliki landasan filsafat secara ontologis, yaitu ilmu yang membahas tentang ketuhanan. Secara epistimologis, ilmu laduni adalah ilmu yang diperoleh melalui pencerahan hati dengan metode mujahādah, riyādah dan mukāsyafah. Secara aksiologis, ilmu laduni adalah ilmu yang mengarahkan seseorang untuk melakukan kebaikan agar memperoleh kebahagiaan hakiki.