Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Fenomena

IMPLEMENTASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BADAN USAHA MILIK DESA NERANG JAYADESA NGERANGAN Sinta Rizkiana; Agus Hardaya; Catur Suwastanto
Fenomena Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Fenomena
Publisher : LPPM STIA Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14420/ca0r3d43

Abstract

Pemberdayaan masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa merupakan upaya pengelola Badan Usaha Milik Desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Implementasi program pemberdayaan masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa Nerang Jaya Desa Ngerangan Kecamatan Bayat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor komunikasi bisa tersampaikan dari BUMDes kepada pelaku usaha dengan baik dan jelas. Tetapi masih ada permasalahan kurangnya waktu untuk menyampaikan informasi. Faktor peningkatan kualitas SDM telah diberikan BUMDes kepada pelaku usaha berupa tambahan ilmu marketing, tempat penjualan, dan tambahan modal. Tetapi masih ada permasalahan pemasaran produk belum bisa menjangkau pelanggan lebih banyak dan permasalahan tarif parkir yang mahal. Faktor sikap pelaksana dapat dilaksanakan oleh BUMDes kepada pelaku usaha dengan menerapkan sikap yang baik, memiliki semangat yang tinggi, dan tidak membeda-bedakan dalam melayani konsultasi. Tetapi masih ada permasalahan mindset individual dari pelaku usaha dan waktu dari pelaku usaha semakin padat/repot karena banyaknya kegiatan PKK. Faktor struktur Organisasi telah dilaksanakan oleh BUMDes. Dengan membentuk struktur kepengurusan organisasi berdasarkan Permen Desa PDTT 3 tahun 2021 yang memiliki tugas dan kewajibannya masing-masing.
ANALISIS EKSISTENSI UNIT PENGELOLA KEGIATANPERGULIRAN SIMPAN PINJAM KELOMPOK PEREMPUANDI KECAMATAN GANTIWARNO KABUPATEN KLATEN Tri Wijayanti; Catur Suwastanto; Agus Hardaya
Fenomena Vol. 3 No. 01 (2023): Jurnal Fenomena
Publisher : LPPM STIA Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14420/m5h95854

Abstract

Analisis Eksistensi Unit Pengelola Kegiatan Perguliran Simpan Pinjam Kelompok Perempuan di Kecamatan Gantiwarno Kabupaten Klaten. Unit Pengelola Kegiatan (UPK)  merupakan unit kerja di wilayah Kecamatan hasil dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK)  atau Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd), UPK di  Kecamatan Gantiwarno berdiri sejak tahun 2006 masih eksis keberadaannya hingga saat ini.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana eksistensi UPK dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data ini dikumpulkan dengan metode pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Eksistensi UPK dari kegiatan perguliran dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu regulasi, supervisi dan kapasitas lembaga. Hasil penelitian menunjukan faktor dari regulasi yang ada sudah sesuai dengan Peraturan Bupati Klaten meskipun ada unit kerja yang ditiadakan dan dirangkap kerja oleh unit kerja lain, sedangkan pembagian surplus sudah sesuai dengan ketentuan dalam Petunjuk Teknis Operasional PNPM MPd, faktor pelaksanaan supervisi oleh BKAD terhadap unit kerja dibawahnya dilakukan dengan koordinasi dan sharing antar pelaku, sedangkan pelaksanaan supervisi oleh Badan Pengawas terhadap UPK telah dilakukan dengan ceklist administrasi dan kontrol terhadap perguliran, faktor kapasitas kelembagaan yakni kondisi kepemimpinan yang ada telah berjalan kondusif sehingga terjalin hubungan yang harmonis oleh semua pelaku, sedangkan komitmen bersama telah menjadi keputusan forum Musyawarah Antar Desa (MAD) tetap dipegang teguh sebagai prinsip yang tidak dapat ditawar. Penulis menyarankan untuk menambah staf UPK atau tetap mengadakan unit-unit kerja yang ditiadakan seperti Tim Pendanaan dan Tim Penyehatan Pinjaman mengingat ketiadaan tim-tim tersebut telah menambah beban kerja dari unit kerja lain karena mengingat jumlah dana perguliran yang dikelola lebih dari 4 Milyar.
ANALISIS PENINGKATAN MUTU PELAYANAN DI DEPARTEMEN PARKING BANDARA INTERNASIONAL YOGYAKARTA Putri Debby Pratika; Catur Suwastanto; Agus Hardaya
Fenomena Vol. 3 No. 01 (2023): Jurnal Fenomena
Publisher : LPPM STIA Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14420/e2k08r41

Abstract

Bandara Internasional Yogyakarta sangat menjunjung tinggi adanya pelayanan di setiap divisi. Pelayanan sendiri merupakan sesuatu yang berkaitan erat pada kehidupan manusia karena pada umumnya manusia selalu membutuhkan sebuah pelayanan. Tuntutan utama pengguna jasa kepada penyedia jasa adalah meningkatkan mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan mutu pelayanan di departemen parking Bandara Internasional Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode analisis deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Tjiptono berdasarkan bukti langsung (tangible), keandalan (reability), cepat tanggap (responsive), jaminan (assurance), empati (emphaty). Data ini dikumpulkan dengan metode wawancara yang meliputi teknik rekam dan catat serta metode observasi. Populasi dari penelitian ini adalah karyawan parkir Bandara Internasional Yogyakarta dan pelangan parkir Bandara Internasional Yogyakarta. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 Orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pelayanan di Departemen Parking Bandara Intenasional Yogyakarta lebih dipengaruhi oleh keandalan, daya tanggap, empati dan jaminan. Sedangkan bukti fisik masih belum dapat meningkatkan mutu pelayanan karena terdapat beberapa masalah di bidang SDM (sumber daya manusia) dan jarak lokasi. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa, analisis peningkatan mutu pelayanan di departemen parking Bandara Internasional Yogyakarta sudah baik dengan ditunjukkan keandalan petugas dalam memberikan pelayanan, daya tanggap petugas yang sigap dalam memberikan pelayanan, dan memberikan jaminan sebagai bukti tanggung jawab kepada pelanggan. Sedangkan dalam bukti fisik terdapat sedikit kekurangan dalam hal jumlah SDM (Sumber Daya Manusia) dan jarak yang lumayan jauh untuk sampai ke Bandara Internasional Yogyakarta.
EVALUASI MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK MELALUI APLIKASI SAKURA DI DUKCAPIL KABUPATEN KLATEN Intan Widya Cahyani; Meisayu Lisa Hertina; Agus Hardaya
Fenomena Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Fenomena
Publisher : LPPM STIA Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14420/51fnrx74

Abstract

Pemerintah bertanggung jawab menyediakan layanan administrasi kependudukan yang transparan, cepat, dan efisien, namun tantangan seperti birokrasi lambat dan keterbatasan infrastruktur masih terjadi. Aplikasi SAKURA, inovasi berbasis teknologi informasi di Kabupaten Klaten, dirancang untuk meningkatkan layanan administrasi dengan mempermudah pengurusan dokumen secara daring dan mengurangi interaksi fisik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas aplikasi SAKURA, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, dan memberikan rekomendasi perbaikan. Metode kualitatif digunakan dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Informan penelitian adalah pihak terkait dari PDIP Dukcapil Kabupaten Klaten. Hasil menunjukkan bahwa Penerapan aplikasi SAKURA di Dukcapil Kabupaten Klaten berhasil meningkatkan pelayanan publik melalui aspek teknologi, organisasi, dan lingkungan. Teknologi yang tersedia mendukung pengurusan dokumen daring, meski beberapa layanan masih memerlukan proses fisik. Kebijakan dan pelatihan organisasi meningkatkan efisiensi dan transparansi, namun perlu pengembangan cakupan layanan dan pemerataan kualitas pelatihan. Infrastruktur, akses internet, dan literasi digital masyarakat mendukung implementasi aplikasi ini, meskipun tantangan akses di wilayah terpencil masih ada. Aplikasi SAKURA menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kualitas layanan administrasi kependudukan, dengan saran perbaikan mencakup integrasi layanan fisik, peningkatan pelatihan, dan penguatan infrastruktur.