Semua bangsa di dunia ini mengenal cerita atau dongeng sejak orang mengadakan hubungan antara satu dengan lainnya. Cerita-cerita tersebut disebarkan dari mulut ke mulut. Hal ini dilakukan karena manusia sebagai mahkluk sosial ingin berkomunikasi dengan lainnya sehingga menimbulkan cerita yang beraneka ragam. Di antara cerita-centa atau dongeng, fabellah yang dikenal, baik di kalangan anak-anak maupun orang tua. Cerita binatang adalah cerita yang pelaku-pelakunya diberi jiwa seperti manusia. Kalau orang membaca fabel, seolah-olah dibawa ke satu masyarakat yang tak ada bedanyadengan masyarakat manusia, hanya pelaku-pelakunya binatang (Dipodjojo, 1966:14). Fabel adalah jenis karya sastra. Cara memahaminya, teks fabel ditempatkan dalam orientasi yang saling berkaitan dan mempunyai hubungan dengan konteks, yaitu pengarang, pembaca, dan dunia nyata. Dalam fabel, salah satu hUbungan itu dominan, yaitu hUbungan pengarang dengan pembaca, tempat pengarang ingin menyampaikan pesannya. Teks fabel merupakan teks persuasif. Melalui tokoh binatang, pengarang ingin mempengaruhi pembaca agar mencontoh yang baik dan tidak mencontoh yang tidak baik (Sugihastuti, 1996:21).