Humaniora
No 9 (1998)

Ajaran Moral dalam Fabel Prancis

R.A. Siti Hariti Sastriyani (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Jun 2013

Abstract

Semua bangsa di dunia ini mengenal cerita atau dongeng sejak orang mengadakan hubungan antara satu dengan lainnya. Cerita-cerita tersebut disebarkan dari mulut ke mulut. Hal ini dilakukan karena manusia sebagai mahkluk sosial ingin berkomunikasi dengan lainnya sehingga menimbulkan cerita yang beraneka ragam. Di antara cerita-centa atau dongeng, fabellah yang dikenal, baik di kalangan anak-anak maupun orang tua. Cerita binatang adalah cerita yang pelaku-pelakunya diberi jiwa seperti manusia. Kalau orang membaca fabel, seolah-olah dibawa ke satu masyarakat yang tak ada bedanyadengan masyarakat manusia, hanya pelaku-pelakunya binatang (Dipodjojo, 1966:14). Fabel adalah jenis karya sastra. Cara memahaminya, teks fabel ditempatkan dalam orientasi yang saling berkaitan dan mempunyai hubungan dengan konteks, yaitu pengarang, pembaca, dan dunia nyata. Dalam fabel, salah satu hUbungan itu dominan, yaitu hUbungan pengarang dengan pembaca, tempat pengarang ingin menyampaikan pesannya. Teks fabel merupakan teks persuasif. Melalui tokoh binatang, pengarang ingin mempengaruhi pembaca agar mencontoh yang baik dan tidak mencontoh yang tidak baik (Sugihastuti, 1996:21).

Copyrights © 1998






Journal Info

Abbrev

jurnal-humaniora

Publisher

Subject

Humanities

Description

Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of ...