p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Investasi Islam
Dessy Asnita
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

One like one comment pada media sosial ditinjau dari etika pemasaran Islam Dessy Asnita; Agustinar
Jurnal Investasi Islam Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Investasi Islam
Publisher : FEBI IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jii.v6i2.3581

Abstract

Pemasaran melalui internet media sosial banyak diminati karena jangkauan lebih luas dibandingkan dengan pemasaran secara manual atau konvensional. Media sosial banyak digunakan untuk memasang iklan dan memasarkan produk. One like one comment (OLOC) merupakan salah satu cara yang digunakan para pebisnis online untuk meningkatkan penjualan di media sosial. One like one comment ini sering digunakan di instagram, Facebook dan line. Tujuan oloc untuk meningkatkan kepercayaan (trust) orang lain (calon customer), insight disetiap postingan dan meningkatkan kunjungan profil di akun instagram tersebut. Para pedagang online banyak menggunakan jasa oloc ini pada akun istagram mereka agar online shop mereka banyak dikenal orang dan lebih dipercaya. Sehingga terkadang cara ini juga disalahgunakan untuk malakukan penipuan online. Jumlah followers asli berbanding terbalik dengan pembeli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem OLOC media Sosial ditinjau dari Etika Pemasaran Islam?. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Metode penelitian ORM (Online Research Method) dengan mengumpulkan berbagai data dari internet. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Sistem OLOC pada Media Sosial tidak sesuai dengan Etika Pemasaran Islam karena melanggar prinsip-prinsip dari etika pemasaran Islam seperti Prinsip kejujuran, keadilan, transparansi dan profesionalitas. Dalam pemasaran Islam seorang pebisnis online harus selalu menerapkan etika yang baik dalam mempromosikan produknya, sedangkan sistem OLOC ini menghalalkan segala cara dalam pemasaran seperti merekaya pasar, mengelabui serta mengada-ngada pada setiap komentar. Hal ini jelas sangat dilarang dalam Islam karena dapat merugikan konsumen jika produknya tidak sesuai dengan yang ada pada komentar-komentar.
Investasi Syariah Pada Aset Riil UMKM Halal: Kedai Kopi, Ruang Digital, dan Reproduksi Identitas Perempuan Muda Pasca Shariatisme di Aceh Agustinar; Mutia Sumarni; Dessy Asnita
Jurnal Investasi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Investasi Islam (JII)
Publisher : FEBI IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qthkpy62

Abstract

Sharia investment in real assets constitutes a crucial pillar in strengthening the Islamic economy, particularly in relation to the sustainability of halal MSMEs. However, in much of the existing literature, Islamic investment is often narrowly understood as a purely financial activity, while the social and cultural dimensions that shape the value of real assets tend to be overlooked. Against this backdrop, this article examines coffee shops in Aceh as a form of halal MSME real asset that has developed within social and digital spaces following the implementation of Islamic law (Sharia).This study employs a qualitative case study approach. Data were collected through field observations, in-depth interviews with business owners, employees, and customers, as well as an analysis of coffee shops’ social media activities. The data were analyzed thematically to understand how Sharia investment value is constructed through everyday practices, social interactions, and digital representations. The findings reveal that coffee shops in Aceh function not merely as business entities but as spaces for the production of Sharia investment value grounded in social legitimacy, adherence to halal norms, and the strategic use of digital platforms. The reproduction of the syar’i-modern young female identity emerges as part of this process, operating as symbolic capital that fosters a sense of safety, social acceptance, and public trust. Nevertheless, the study also identifies tensions between symbolic imagery and managerial practices that may affect the sustainability of investment value.This research underscores that Sharia investment based on real assets should be understood as a dynamic and socially embedded socio-economic process, rather than merely a matter of financial returns.