Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Diversifikasi Produk Keladi dan Singkong Renny Anggraini; Fera Maulina; Vivi Vivi
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 3 NOMOR 1 MARET 2019 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.678 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v3i1.3028

Abstract

Singkong dan talas menjadi komoditi utama di Dusun Lingga Selatan, Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, namun karena daerah yang jauh sehingga sulit dijangkau walaupun Desa Lingga sendiri tidak jauh dari kota. Dusun Lingga Selatan perlu waktu 45 menit untuk menjangkau pusat desa dan jalan yang sulit ditempuh ketika hujan. Hal inilah yang menjadi kendala untuk hasil pertanian cepat dijual. Oleh karena itu masyarakat Dusun Lingga Selatan Desa Lingga memerlukan teknologi untuk memperpanjang umur simpan hasil pertanian yaitu keladi dan singkong sehingga ketika panen tidak cepat rusak mutunya dan umur simpannya menjadi lebih panjang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat petani singkong dan keladi di Desa Lingga dan menambah nilai ekonomi kedua produk pangan tersebut. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan pada bidang produksi, manajemen dan pemasaran produk keladi dan singkong. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mitra telah memahami tahapan dan cara produksi tepung keladi dan singkong, mie singkong, dan cookies keladi. Masyarakat mitra tertarik untuk memproduksi untuk dijual maupun hanya sebagai konsumsi rumah tangga.
ANALISIS TINGKAT EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL MELALUI PENDEKATAN DU PONT SYSTEM PADA PT SIANTAR TOP TBK Fera Maulina
Jurnal Ekonomi Integra Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Ekonomi Integra
Publisher : STIE 'INDONESIA' Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51195/iga.v11i2.165

Abstract

This study aims to describe and analyze the efficiency of the use of capital through the Du Pont approach. The data analysis that will be used is quantitative with the data source, namely secondary data obtained from the 2016-2019 financial statements of PT Siantar Top Tbk. The research variables used are: (1) Asset Turn Over, to show the company's ability to manage all assets to generate sales; (2) Net Profit Margin, to show how much net profit the company gets; (3) Return on Assets, to measure the rate of return of all existing assets; (4) Equity Multiplier, to describe how much equity is compared to the company's total assets or how much assets are financed by debt and; (5) Return on Equity, to measure the rate of return of all existing capital. The results showed that the company's ability to manage its capital in generating net profit was efficient. Factors that affect Return on Equity is the tendency of increasing Net Profit Margin, Total Assets Turn Over, and Return on Assets. This shows that the company's ability to generate net profit from sales, manage assets and investments owned in generating sales and net profit is efficient
ANALISIS PERATAAN LABA, PROFITABILITAS DAN NILAI PERUSAHAAN PADA PT KALBE FARMA TBK Fera Maulina
Jurnal Ekonomi Integra Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Ekonomi Integra
Publisher : STIE 'INDONESIA' Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51195/iga.v10i2.144

Abstract

Financial report describe the financial condition and results of operations of a company at a certain time or period of time. The writer analyzes PT Kalbe Farma's financial report by looking at Income Smoothing, Profit Margin Ratio, Return On Assets, Return On Equity, Basic Earning Power, Dividend Yield, Dividend Payout Ratio, Price Earning Ratio, and Market to Book Value Ratio. In this study, the writer uses quantitative analysis data with descriptive method. The data used is secondary data that is obtained from the financial report of PT Kalbe Farma Tbk, documentation studies, and literature studies in data collection techniques. The results of this study show that the Eckel Index at PT Kalbe Farma Tbk is 0.9481, which means that PT Kalbe Farma Tbk Company belongs to the category of companies that practice income smoothing. Profitability at PT Kalbe Farma Tbk shows that the performance of the company PT Kalbe Farma Tbk is not good because it has decreased in 2013-2015. In 2016, the company began to increase company performance which can be seen from the increase in the value of profitability. The value of the Company at PT Kalbe Farma Tbk is good even though overall it experiences fluctuations every year.
ANALISIS OPTIMALISASI MODAL KERJA PT UNILEVER INDONESIA TBK Fera Maulina
Jurnal Ekonomi Integra Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Ekonomi Integra
Publisher : STIE 'INDONESIA' Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51195/iga.v11i1.151

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine working capital requirements and optimization of working capital at PT Unilever Indonesia Tbk. The form of research used is descriptive and uses secondary data obtained from PT Unilever Indonesia Tbk's 2015-2019 financial statements and other sources obtained from literature studies by studying books and journals that are related to the problem under study. The results showed that (1) PT Unilever Indonesia Tbk's need for working capital in 2016-2019 tends to increase. When compared with the available working capital (current assets), PT Unilever Indonesia is experiencing a lack of working capital to finance the company's operations. This lack of working capital will certainly cause PT Unilever Indonesia Tbk to experience liquidity problems, which is the inability to pay short-term obligations on time. Companies will seek credit as a source of funds in order to increase the fulfillment of current assets wealth needs in order to buy raw materials and even pay for employee salaries and other expenses. (2) PT Unilever Indonesia Tbk's optimal working capital in 2015-2018 tends to increase. The real working capital that is in the company is not optimal where the real working capital is not the same as the optimal working capital obtained. Real working capital less than optimal working capital will hamper or disrupt the smooth production or operational process because the company lacks funds. Even though the existing real working capital is not optimal, the amount obtained is not much lower than the optimal working capital.  Keywords: working capital management, workong capital requirements, optimization of working capital. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan modal kerja dan optimalisasi modal kerja pada PT Unilever Indonesia Tbk. Bentuk penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan PT Unilever Indonesia Tbk tahun 2015-2019 dan sumber lain yang diperoleh dari studi pustaka dengan mempelajari buku dan jurnal yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kebutuhan modal kerja PT Unilever Indonesia Tbk tahun 2016-2019 cenderung meningkat. Jika dibandingkan dengan modal kerja yang tersedia (aset lancar), PT Unilever Indonesia mengalami kekurangan modal kerja untuk membiayai operasional perusahaan. Kekurangan modal kerja ini tentunya akan menyebabkan PT Unilever Indonesia Tbk mengalami kesulitan likuiditas, yaitu ketidakmampuan membayar kewajiban jangka pendek tepat waktu. Perusahaan akan mencari kredit sebagai sumber dana guna meningkatkan pemenuhan kebutuhan kekayaan aset lancar guna membeli bahan baku bahkan membayar gaji karyawan dan biaya lainnya. (2) Modal kerja optimal PT Unilever Indonesia Tbk pada 2015-2018 cenderung meningkat. Modal kerja riil yang ada di perusahaan belum optimal dimana modal kerja riil tidak sama dengan modal kerja optimal yang diperoleh. Modal kerja riil yang kurang dari modal kerja optimal akan menghambat atau mengganggu kelancaran proses produksi atau operasional karena perusahaan kekurangan dana. Meskipun modal kerja riil yang ada belum optimal, namun jumlah yang diperoleh tidak jauh lebih rendah dari modal kerja optimal. Kata kunci: pengelolaan modal kerja, kebutuhan modal kerja, optimalisasi modal kerja